UNS — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Riset Group (RG) 51 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mempersembahkan program inovasi dan pengembangan usaha minyak atsiri berbasis komunitas di Dusun Tanen, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Program ini merupakan salah satu Program Kerja (Proker) utama KKN RG “Pengembangan Tanaman Atsiri” yang diadakan mahasiswa gabungan dari Fakultas Pertanian (FP). Dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. kegiatan ini untuk memberdayakan masyarakat setempat melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang kaya akan potensi.
Pada Proker ini, kelompok KKN RG 51 UNS melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat sebagai peserta utama, dengan partisipan sekitar 10 hingga 20 orang anggota KWT. Para peserta mendapatkan pelatihan intensif dalam memproduksi berbagai produk turunan minyak atsiri, termasuk minyak wangi, minyak gosok, parfum, pengharum ruangan, serta lilin aromaterapi. Semua produk ini dibuat dengan menggunakan bahan dasar minyak atsiri yang dihasilkan dari komoditas lokal, sehingga tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan.
“Kami melihat potensi besar dalam komoditas minyak atsiri di Desa Kemuning, terutama di Dusun Tanen. Melalui program ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan memberikan pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan. Produk-produk yang dihasilkan nantinya dapat dipasarkan sebagai produk unggulan desa, yang tidak hanya berdaya saing tinggi tetapi juga memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” terang Yusuf Ardianto, mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis yang menjabat sebagai Ketua Kelompok KKN RG 51 UNS
Selain itu, tim merancang program ini untuk mendorong pengembangan wirausaha lokal. Dengan dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh kelompok KKN RG 51 UNS, diharapkan KWT setempat dapat terus mengembangkan usaha ini secara mandiri setelah program KKN berakhir. Hal ini sejalan dengan visi kelompok untuk menjadikan Desa Kemuning sebagai sentra produksi minyak atsiri yang dikenal luas, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Program inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan komoditas lokal dapat memberikan dampak positif yang signifikan, baik dari segi ekonomi maupun sosial.
“Harapannya, dengan pengenalan inovasi dan pengembangan yang diberikan oleh Kelompok KKN RG 51 UNS, masyarakat Dusun Tanen Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso dapat terus menggali potensi komoditas lokal untuk mendorong peningkatan ekonomi dan sosial,” tambah Yustitia Hasna’ Ramadhani, mahasiswa Prodi Ilmu Teknologi Pangan yang juga tergabung dala kelompok KKN RG 51 UNS.
HUMAS UNS
Reporter: Annisa Fakhira
Redaktur: Dwi Hastuti

















