UNS — Jumat (13/8/2021) menjadi hari bersejarah bagi Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta karena FKOR resmi berusia 3 tahun. Dies Natalis ke-3 FKOR UNS ini dilangsungkan secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting. Meskipun terlaksana secara daring, kemeriahan dan esensi Dies Natalis ke-3 FKOR UNS tidak berkurang. Ucapan selamat juga tidak henti-hentinya datang dari para kolega FKOR UNS baik dari perguruan tinggi lain, lembaga keolahragaan, perguruan tinggi luar negeri, bahkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Perayaan yang mengambil tema “Semangat Dies Natalis ke-3 FKOR UNS, Siap Sukses Tim Indonesia Paralympic Tokyo 2020” ini juga dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali. Menpora sangat mengapresiasi kontribusi FKOR UNS selama ini yang telah membantu Kemenpora mencetak atlet-atlet andal di Indonesia, terutama atlet disabilitas (paragames). Menpora bahkan meminta UNS agar segera mencanangkan diri menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Olahraga Disabilitas (Paragames) atas kesuksesannya mengantarkan para atlet Indonesia untuk berlaga di Paralimpiade Tokyo 2020.
Sesuai dengan tema yang diusung pada Dies Natalis ke-3 ini, FKOR UNS turut berkontribusi dalam menyiapkan tim Indonesia yang akan berjuang di Paralimpiade Tokyo 2020 pada 24 Agustus–5 September 2021. Pada ajang olahraga paling bergengsi di dunia itu, UNS bertindak sebagai salah satu tempat pusat latihan tim paralimpiade Indonesia. Pemusatan latihan tim paralimpiade Indonesia kali ini ditempatkan di Surakarta, Jawa Tengah. Selain memfasilitasi tim Indonesia untuk latihan, sejumlah dosen UNS juga turun tangan langsung untuk membina dan melatih para atlet paralimpiade Indonesia.
Atas kontribusi tersebut, Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho mengaku sangat bangga dengan pencapaian FKOR UNS. Di usia yang masih belia, FKOR UNS sudah membuktikan diri dapat mendukung olahraga Indonesia.
“Usia boleh muda, namun dalam tingkat nasional maupun internasional, FKOR punya kontribusi yang besar terutama dalam bidang paralimpik yang sebentar lagi akan berlaga di Paralimpik di Jepang. Dosen-dosen FKOR UNS sudah dipercaya sebagai panitia, pelatih, dan pengurus Paragames sejak 2018,” tutur Prof. Jamal.
Rektor UNS melanjutkan keterlibatan UNS dalam persiapan tim paralimpiade Indonesia merupakan wujud kepercayaan Kemenpora terhadap kemampuan FKOR UNS. Jika tim paralimpiade Indonesia sukses di Paralimpiade Tokyo 2020, FKOR UNS juga termasuk salah satu pihak yang berkontribusi dalam mengharumkan nama Indonesia. Prof. Jamal lantas mencontohkan bagaimana ganda putri bulu tangkis Indonesia yang kemarin menggondol medali emas Olimpiade membuat masyarakat Indonesia bangga. Selain membanggakan, raihan ganda putri tersebut juga secara tidak langsung menempatkan Indonesia sebagai negara terhormat di ajang dunia.
“Jika kita ingin menjadi negara yang terhormat dan besar, kita perlu memikirkan bagaimana kita bersama-sama membangun kampiun olahraga yang kuat sehingga kita bisa menduduki level terhormat di level asia tenggara, asia, ataupun dunia,” tegas Prof. Jamal.
Untuk menjadi kampiun dalam olahraga, perlu banyak inovasi yang dilakukan. Salah satunya yakni inovasi-inovasi dalam pembinaan para atlet. Dekan FKOR UNS, Dr. Sapta Kunta Purnama, M.Pd mengatakan bahwa para dosen di FKOR UNS terbukti mumpuni dalam hal ini. Lebih dari 50% dosen FKOR UNS juga sudah bergelar doktor sehingga kualifikasi pengajar tidak diragukan.
Kualifikasi tersebut berdampak pada pembinaan yang telah dilakukan kepada para mahasiswa. Banyak mahasiswa FKOR UNS yang mampu berdiri di podium tertinggi ajang-ajang olahraga baik nasional dan internasional.
“Dalam tiga tahun ini, FKOR telah memberikan konstribusi positif pada Universitas Sebelas Maret, salah satunya mahasiswa kami berkontribusi mengharumkan nama UNS dengan menjadi juara di tingkat nasional dan internasional. Hal ini selaras dengan salah satu visi kami yakni mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya paham olahraga, tapi juga bisa berolahraga,” ujar Dr. Sapta Kunta. Humas UNS
Reporter:Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti
















