Riset Sistem Keuangan Indonesia, Tim Peneliti FEB UNS Dibiayai LPS

UNS – Tiga peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) berhasil meraih juara ketiga dalam LPS Research Fair 2018 yang diadakan di Hotel JS Luwansa, Jakarta pada Selasa (25/9/2018). Ketiga peneliti yang terdiri dari Aldy Fariz Achsanta, Putra Pamungkas, dan Tastaftyan Risfandy itu menyuguhkan penelitian berjudul “Simpanan Berelasi: Baik atau Buruk untuk Stabilitas Bank?”

“Penelitian ini tentang simpanan berelasi. Simpanan berelasi itu artinya simpanan dari pihak yang mempunyai relasi berdasarkan kepemilikan atau terkoneksi karena manajemen. Sifat transaksi berelasi biasanya mengundang konflik kepentingan. Kami meneliti apakah simpanan berelasi itu berdampak negatif atau positif pada stabilitas bank,” terang Aldy Fariz Achsanta saat dihubungi di sela-sela kesibukannya menyelesaikan studi doktoral di Universite de Limoges, Prancis, Sabtu (29/9/2018).

Dari sampel 116 bank umum di Indonesia dari tahun 2009 sampai 2016, simpanan berelasi ternyata berdampak negatif bagi stabilitas bank. Aldy mengatakan ada peningkatan risiko yang berpotensi menurunkan tingkat stabilitas bank. Oleh karena itu, dia menyarankan agar membuat regulasi yang khusus membahas simpanan berelasi.

“Setahu kami di Indonesia, belum ada regulasi khusus tentang itu, yang ada hanya mengatur pinjaman. Regulasi ini untuk meningkatkan monitoring dan melakukan pembatasan simpanan berelasi,” kata kandidat doktor termuda ini.

Aldy menambahkan, pembuatan regulasi simpanan berelasi ini dirasa sangat penting karena aktivitas transaksi pihak berelasi sudah menjadi bagian dari bisnis di dunia, khususnya pada lingkungan bisnis dimana ultimate ownership eksis. “Banyak literatur yang membahas itu baik dari segi self-dealing maupun related party transactions,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menerima sebanyak 45 proposal dari 26 universitas. Dari jumlah tersebut, terdapat 27 proposal yang lolos seleksi. Kemudian disaring dan dievaluasi lagi hingga mendapatkan delapan proposal terbaik yang didanai oleh LPS.

“Penelitian kami dibiayai LPS sebesar Rp 50 juta. Dan kebetulan kami mendapatkan juara tiga,” kata Aldy.

Adapun LPS Research Fair 2018 sendiri merupakan ajang memperkenalkan hasil riset di bidang penjaminan, resolusi dan stabilitas ekonomi. Research Fair 2018 ini bertujuan untuk memperkenalkan fungsi LPS kepada masyarakat sekaligus mendukung kegiatan riset yang kian berkembang di Indonesia. Humas UNS