Berita TerkiniCovid-19

Solo KLB Covid-19, UNS Tetapkan Sejumlah Langkah agar Pelayanan Tetap Berjalan Normal

By 18 March 2020 March 24th, 2020 No Comments
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

UNS – Menindaklanjuti keputusan Walikota Surakarta terkait ditetapkannya Status Kota Solo menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan SE dari Menteri Pendayagunaan dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2020, Surat Edaran Sesjen Kemendikbud Nomor 36603/A.A5IC-T/2020, Surat Edaran Biro SDM Kemendikbud Nomor 36604/A3/KP12O2O, dan Surat Edaran Rektor Nomor 1480/UN27/HW/2020, UNS menetapkan langkah-langkah lebih lanjut terkait penyesuaian layanan bagi semua pegawai di lingkungan UNS untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran infeksi Covid-19.

Dalam SE tertanggal Senin (16/3/2020) tersebut, Prof. Jamal menginstruksikan agar pelayanan di kampus UNS dapat terselenggara dengan baik meski saat ini kota Solo sedang dalam status KLB Covid-19.

Selain menginstruksikan agar mahasiswa UNS berkuliah secara daring, Prof. Jamal juga mengeluarkan surat edaran bernomor 10/UNS27/SE/2020 tentang Penyesuaian Layanan dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) kepada Dekan, Direktur, Ketua Lembaga, Kepala UPT, dan Kepala Bagian di lingkungan UNS.

Instruksi rektor tersebut meminta agar pelayanan di UNS tetap harus diselenggarakan. Pada poin kedua, Prof. Jamal meminta agar pimpinan unit kerja melakukan penjadwalan jaga atau piket dalam penyelenggaraan layanan dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya, pimpinan unit kerja diinstruksikan untuk menunjuk staf yang dapat melakukan pekerjaan di rumah (Work From Home) secara selektif dan adil dengan sejumlah pertimbangan.

“Pertimbangannya adalah urgenitas pekerjaan yang harus diselesaikan oleh pegawai, domisili pegawai dan alat transportasi yang digunakan pegawai, kondisi kesehatan pegawai dalam hal ini ibu hamil diprioritaskan, sistem pengelolaan persuratan elektronik (SIKD) dan dokumentasi elektronik (scan) harus tetap ada agar proses layanan tidak terhenti,” tandas Prof. Jamal.

Untuk memperlancar kebijakan bekerja dari rumah tersebut, staf yang melakukan pekerjaan dari rumah diminta untuk memberikan laporan secara berkala setiap 2 jam kepada pimpinan. Untuk bukti catatan kehadiran/ presensi, pimpinan di fakultas/ lembaga/ UPT/ bagian diminta untuk membuat laporan hasil pekerjaan dari pekerjaan setiap staf yang melakukan pekerjaan dari rumah kepada pejabat pembina kepegawaian di masing-masing unit kerjanya.

Dalam hal koordinasi antar pimpinan dan staf, Prof. Jamal dalam surat edarannya menginstruksikan agar pimpinan fakultas/ lembaga/ UPT/ bagian untuk menggunakan media komunikasi seperti video call maupun aplikasi pesan instan.

“Seluruh kegiatan yang sifatnya koordinasi antarpimpinan dan staf dapat dilakukan dengan media teknologi informasi yang ada seperti video call, WA, teleconference dan lain-lain. Hal ini untuk mengurangi potensi kerumuman orang dan tatap muka yang menghadirkan banyak orang. Staf yang melaksanakan pekerjaan dari rumah juga harus melaporkan kondisi kesehatannya secara rutin kepada atasan langsungnya sebagai bentuk check dan recheck terhadap terjangkitnya Covid-19 agar segera bisa diambil langkah-langkah yang dianggap perlu,” ujar Prof. Jamal. Humas UNS/Yefta

Leave a Reply