UNS – Sebanyak 40 proposal bisnis mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil lolos pendanaan Start Up Contest Digitalpreneur UNS 2020. Hal tersebut tertuang dalam surat pengumuman Nomor 3794/UN27/KM/2020 tanggal 3 Oktober 2020. Sebelumnya telah dilakukan seleksi berupa pengumpulan proposal dan pemaparan produk pada Agustus 2020 lalu.
Saat diwawancarai oleh uns.ac.id pada Rabu (14/10/2020), Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Kuncoro Diharjo mengungkapkan bahwa kompetisi pendanaan ini berawal karena adanya pandemi.
“Adanya pandemi ini berdampak besar bagi para wirausahawan yang ada. Oleh karena itu, bagaimana kita melakukan bisnis baik yang sudah ada maupun yang baru siap dikomersialkan sehingga diinisiasi untuk menggabungkan teknologi digital,” ungkapnya.
Prof. Kuncoro juga menyampaikan bahwa akan dilakukan evaluasi dan monitoring dalam keberjalanan program usaha tersebut. UNS memberikan pendanaan sebesar Rp 354.382.000 kepada 40 mahasiswa yang disesuaikan dengan ajuan mahasiswa serta reviewer saat proses seleksi berlangsung.
“Saya ingin mendorong teman-teman mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi. Pascakreativitas, pasti dihasilkan sesuatu baik ide maupun hal yang berwujud nyata. Kemudian, bagaimana sesuatu tersebut dapat dibawa ke masyarakat sebagai wadah kegiatan bisnis sehingga mahasiswa bisa mendapat benefit dari kegiatan tersebut,” harapnya.
Salah seorang mahasiswa yang lolos pendanaan, Fitri Icha Masdhita yang kali ini mengusulkan produk berupa aplikasi mengungkapkan bahwa pendanaan ini merupakan langkah awal untuk memulai segalanya.
“Alhamdulilalh saya bersama dengan tim yang sangat solid dan mau mengeluarkan effort terbaiknya untuk membuat gebrakan-gebrakan baru, khususnya dalam dunia startup digital. Usaha yang kami gagas yaitu platform MOYU (Modalin Yuk) yang mempertemukan pemilik bisnis atau usaha dengan investor,” ungkapnya.
Moyu merupakan salah satu platform equity crowdfunding atau ECF, platfrom urun dana secara digital yang dapat diakses melalui aplikasi di app store maupun playstore. Selain itu, Moyu juga mendampingi para pelaku usaha seperti pengadaan pelatihan branding, marketing dan insight-insight bisnis lainnya.
“Moyu secara khusus ditargetkan kepada wirausaha yang berada di Solo Raya, minimal usia 21 tahun. Kami juga membuka peluang investor dari kalangan siapapun, kemudian brandawarness Moyu akan kami lakukan melalui media Instagram @moyu.official,” tambahnya.
Icha berharap, Moyu dapat menjadi jembatan bagi para pebisnis pemula untuk mendapatkan pendanaan dan mendapatkan pendampingan usaha secara berkala. Humas UNS
Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti
















