UNS Care 2024, Aksi Nyata Pemerataan Kesehatan oleh Para Mahasiswa

UNS Care 2024, Aksi Nyata Pemerataan Kesehatan oleh Para Mahasiswa

UNS – UNS Care 2024 jadi usaha Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam mengembangkan akses kesehatan yang lebih hidup. Lokasi kegiatan berada di Dusun Kedokploso, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini berhasil membawa dampak positif bagi warga di wilayah yang sulit dijangkau oleh layanan kesehatan.

UNS Care merupakan inovasi yang baru pertama kali diadakan pada tahun ini. Mahasiswa UNS membawa semangat memperjuangkan pemerataan terhadap akses kesehatan. Kolaborasi dengan berbagai pihak turut dilakukan saat pelaksanaan kegiatan pada pertengahan Oktober 2024 lalu. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS menggandeng Rumah Sakit (RS) UNS, BEM Fakultas Hukum (FH) UNS, dan Himpunan Mahasiswa Fakultas Olahraga (Himakor) UNS.

“Program ini hadir untuk memberikan layanan kesehatan gratis dan edukasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, yang menunjukkan sinergi kuat antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat,” tutur Ilma Nasikhatun Nisa selaku Ketua Pelaksana kepada uns.ac.id, Selasa (29/10/2024).

UNS Care mengusung dua agenda utama. Pertama, cek kesehatan gratis bagi warga Dusun Kedokploso. Agenda ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan dasar yang lebih memadai secara langsung kepada masyarakat. Kedua, penyuluhan kesehatan dengan tema “Gizi dan Hipertensi”. Edukasi ini dibawakan oleh dua pemateri berkompeten, yaitu Dr. Martha Handoko, M.Kes, dan Arinto Hadi, A.Md. Gizi, S.IP, M.Gizi.

Penyuluhan ini menyoroti pentingnya pola makan sehat dan kecukupan gizi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat menjadi langkah preventif untuk menghindari penyakit hipertensi. Hipertensi yang sering disebut sebagai silent killer dapat dicegah dengan menjaga keseimbangan asupan gizi yang baik. Para pemateri menekankan peran gizi dalam menjaga tekanan darah tetap normal.

Kepala Desa Pengkol, Agus, memberikan apresiasi terhadap kegiatan UNS Care ini. Rasa syukur disampaikan atas perhatian yang diberikan oleh mahasiswa UNS. Kegiatan ini benar-benar membantu warga dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Edukasi tentang gizi dan hipertensi juga sangat penting, karena banyak warga yang belum memahami hubungan antara pola makan dan kesehatan jangka panjang,” ujar Agus.

UNS Care hadir sebagai solusi nyata bagi pemerataan kesehatan di Desa Pengkol. Melalui program ini, masyarakat memperoleh kemudahan pelayanan kesehatan dalam hal jarak, infrastruktur, hingga fasilitas kesehatan. Maka dari itu Kementerian Sosial Masyarakat (Sosma) BEM UNS ingin membangun kesadaran sekaligus mendekatkan pelayanan kesehatan kepada mereka yang paling membutuhkannya.

“Semangat gotong royong dan peduli sesama yang diusung oleh UNS Care diharapkan dapat menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa juga mampu berkontribusi untuk menjawab tantangan kesehatan di Indonesia, terutama bagi masyarakat yang terpinggirkan dari akses kesehatan yang layak,” pungkas Ilma.
Humas UNS