UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, NVIDIA, ELS, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memberi dukungan penuh atas terselenggaranya agenda NVIDIA Campus Edutech Fair 2024 dengan tema “AI Power Up: AI On Daily Campus Life”. Agenda tersebut merupakan wadah edukasi bagi generasi muda dan akademisi, juga membuka wawasan bagi pelaku industri dan masyarakat umum mengenai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dapat diintegrasikan dalam kehidupan dan mampu meningkatkan efektivitas, produktivitas, serta sebagai tools wajib dalam upaya menyelesaikan permasalahan yang ada.
NVIDIA Campus Edutech Fair 2024 sukses digelar di Pendopo Joglo Balai Kota Solo pada Minggu (29/9/2024). Acara ini berhasil menarik lebih dari 700-an peserta yang datang dari berbagai kalangan, termasuk dosen, guru, mahasiswa, siswa SMA/SMK, praktisi serta masyarakat umum yang antusias untuk memahami lebih jauh mengenai perkembangan dan penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan industri dan pendidikan.
Eko Harry Pratisto, S.T., M.Info.Tech., Ph.D. selaku Kaprodi D-3 Teknik Informatika (TI) Sekolah Vokasi (SV) UNS menyampaikan pentingnya penguasaan teknologi AI bagi masyarakat modern, khususnya di kalangan pelajar dan pendidik. Sambutan ini menggarisbawahi bagaimana AI bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan proses pendidikan. Adaptasi terhadap teknologi modern, termasuk AI, merupakan langkah untuk memperkuat daya saing bangsa.
“AI bukan lagi masa depan yang jauh, tetapi sudah hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Bagi pelajar, mahasiswa, dan pendidik, AI harus menjadi alat yang membantu dalam proses pembelajaran, penelitian, dan inovasi. Melalui acara ini, kita berharap dapat menciptakan generasi yang tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga menguasai dan mengembangkannya,” tutur Eko Harry.
Puncak agenda diisi dengan sesi talkshow yang menghadirkan tiga pembicara terkemuka di bidang AI dan teknologi digital. Para pembicara membagikan wawasan mendalam tentang peran AI dalam kehidupan kampus, industri, dan masyarakat, serta potensi pengembangan AI di masa depan. Talkshow ini juga di moderatori pakar Information technology (IT), Mutiara Auliya Khadija, S.Kom., M.Eng.
Sesi pertama dibuka oleh Anjas Maradita, seorang kreator konten AI dan pembuat video yang telah terkenal di berbagai platform media sosial. Dalam sesi workshop, Anjas memberikan panduan praktis tentang cara memanfaatkan tools berbasis AI untuk menghasilkan dan mengoptimalkan konten digital. Para peserta sangat antusias mengikuti workshop ini karena mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung bagaimana AI dapat digunakan untuk menciptakan video dan konten digital berkualitas tinggi dengan lebih efisien bahkan menghasilkan cuan.
“Saat ini, siapa pun bisa menjadi kreator konten, tetapi dengan bantuan AI, proses ini bisa menjadi lebih mudah dan cepat. AI dapat membantu dalam produksi konten apapun baik video, gambar, suara dan olah teks secara otomatis. Bagi para generasi muda yang ingin terjun ke dunia konten kreatif, penguasaan teknologi AI akan menjadi nilai tambah yang sangat besar,” ujar Anjas.
Ia juga menunjukkan beberapa aplikasi dan perangkat AI yang dapat diakses secara gratis atau premium untuk membantu pembuatan konten sehari-hari.



Pembicara kedua, sebagai Country Manager NVIDIA GeForce Indonesia, Adrian Lesmono mengupas secara mendalam perkembangan AI yang pesat di dunia, termasuk di Indonesia. Dalam paparannya, Adrian menjelaskan bahwa kecerdasan buatan telah mengalami lonjakan besar dalam beberapa tahun terakhir, tidak hanya dalam pengembangan teknologi tetapi juga penerapannya di berbagai industri, seperti manufaktur, kesehatan, dan pendidikan.
“AI adalah teknologi yang harus kita kuasai, bukan hanya sebagai pengguna. Kita perlu memahami cara kerjanya, dan yang lebih penting, kita harus mengintegrasikannya dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, baik di industri, bisnis, maupun pendidikan. Indonesia sebagai negara dengan populasi muda yang besar memiliki potensi untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan AI, namun perlu ada upaya lebih besar dalam menguasai teknologi ini,” ungkap Adrian.
Ia juga menambahkan bahwa NVIDIA, sebagai salah satu pemimpin dalam industri perangkat keras dan perangkat lunak AI, terus berkomitmen mendukung pengembangan AI di Indonesia melalui berbagai program edukasi dan pengembangan, seperti adanya NVIDIA Campus Edutech Fair 2024 ini.
Sesi ketiga diisi oleh Taufiqurrakhman Nur Hidayat, pakar games dan immersive technology. Dalam materinya, Taufiqurrakhman berbicara mengenai etika AI serta cara-cara optimal untuk menerapkan AI dalam dunia pendidikan. Taufiqurrakhman berbagi wawasan tentang bagaimana AI dapat diterapkan dalam pendidikan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal dan interaktif. Teknologi seperti Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) berbasis AI dapat digunakan untuk menciptakan simulasi pembelajaran yang lebih imersif dan menarik bagi siswa.
“Dalam menggunakan AI, kita harus memastikan bahwa teknologi ini digunakan untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat. Penting bagi kita untuk menjaga privasi dan keamanan data, serta menghindari penyalahgunaan AI untuk kepentingan yang tidak bertanggung jawab,” ujar Taufiqurrakhman.
Salah satu segmen yang paling ditunggu-tunggu dalam NVIDIA Campus Edutech Fair 2024 adalah kompetisi AI yang diadakan sebelum acara berlangsung. Kompetisi ini melibatkan para audien yang hadir untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam mengembangkan konten berbasis AI. Para peserta ditantang untuk berkreasi inovatif. Kompetisi ini diharapkan dapat mendorong semangat inovasi dan kreativitas di kalangan generasi muda dalam mengembangkan solusi berbasis AI yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Melalui NVIDIA Campus Edutech Fair 2024 para peserta menyepakati bahwa AI akan menjadi alat penting di masa depan, terutama di sektor industri dan pendidikan. AI dapat membuka banyak peluang baru dalam metode pembelajaran, penelitian, dan pengembangan. Dengan acara seperti ini, diharapkan menjadi upaya memajukan pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik, dengan teknologi sebagai pendukung utama. HUMAS UNS
















