UNS Resmikan Pusat Studi Bangsa Melayu

Universitas Sebelas Maret (UNS) meresmikan Pusat Studi Bangsa Melayu (PSBM), Senin (3/9/2012) di Auditorium. Peresmian dilakukan dengan menekan tombol secara bersama-sama oleh Ketua Dewan Penyantun UNS Akbar Tandjung dan Mantan Perdana Menteri Malaysia sekaligus Dewan Penasihat PSBM Tun Dr. Mahathir Mohamad.

Rektor UNS Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS. mengatakan dengan kehadiran PSBM, pihaknya ingin turut mengembangkan bangsa. Bahkan, dalam jangka menengah hingga 2020 mendatang UNS ingin pula diakui dunia utamanya di kawasan Asia Pasifik. Langkah tersebut diambilnya bersamaan dengan penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada Tun Dr. Mahathir Mohamad oleh UNS Solo.

“Keputusan ini menjadi momen penting bagi UNS untuk berkontribusi nyata dalam mendorong UNS di kawasan Asia Pasifik. Beliau (Mahathir Mohamad) punya komitmen kuat untuk memajukan bangsa-bangsa rumpun Melayu dan mengangkat bangsa Melayu sejajar dengan bangsa lain di dunia,” kata Ravik di sela-sela penganugerahan gelar Dr.H.C.

Ravik menilai, keberadaan PSBM sangatlah penting. Utamanya terhadap kajian Melayu yang komprehensif. Sehingga, ia berharap, ke depan secara global mempererat dalam kemajuan ekonomi dan bidang apalagi bila mengingat diberlakukannya Asean Community pada 2015.

Secara terpisah, Ketua PSBM UNS Solo Prof. Dr. Totok Sarsito, SU., MA., Ph.D. menerangkan, PSBM merupakan pusat studi bangsa Melayu yang menggunakan pendekatan multidisipliner. Seperti menyoroti masalah hubungan Indonesia dan Malaysia maupun Indonesia dengan Thailand.

“Kita kaji masalah itu sehingga ada kerjasama bangsa Melayu yang smooth dan tidak ada gejolak,” terangnya.

Saat ditanya mengenai program terdekat, Totok menjelaskan akan membuat ensiklopedi bahasa dan bangsa Melayu yang nantinya dipimpin oleh Prof. Andrik Purwasito. Selalin itu, ada pula kajian masalah perbatasan,masalah kebudayaan, dan klaim apapun yang senyata mungkin dan tidak menyesatkan.

“Saat ini kami bekerjasama dengan Universitas Utara Malaysia (UUM) dan belum lama ini saya diundang dalam majelis profesor negara Malaysia di Jakarta dan berharap ada program kerja yang bisa dikembangkan nantinya,” pungkasnya.[]