UNS Undang BPKH untuk Bahas Pengelolaan Dana Haji dalam Sektor Pendidikan

UNS Undang BPKH untuk Bahas Pengelolaan Dana Haji dalam Sektor Pendidikan

UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengundang Anggota Dewan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menjadi pembicara dalam agenda AppliedHE Xchange 2025. Acara ini diselenggarakan di InterContinental Bali, Senin (24/2/2025). Agenda ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari pendidikan tinggi dan industri untuk membahas isu strategis, termasuk pengelolaan dana haji di sektor pendidikan.

Anggota Dewan Pengawas BPKH, Mulyadi, yang menjadi salah satu pembicara, menyoroti pentingnya peran pendidikan tinggi dalam mendukung pengelolaan dana haji yang efisien dan berkelanjutan. Beliau mengungkapkan bahwa saat ini BPKH mengelola dana haji sebesar Rp171 triliun dengan tren pertumbuhan positif. Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, BPKH menggandeng universitas dan lembaga penelitian dalam berbagai inisiatif, seperti program magang, penelitian di bidang keuangan syariah, dan pemberian beasiswa.

“Keuntungan dari pengelolaan dana haji dipergunakan untuk dana kemaslahatan seperti pendidikan, kesehatan, sosial keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi. Dalam bidang pendidikan, dana tersebut disalurkan dalam bentuk beasiswa atau magang sehingga dapat mendukung penelitian mahasiswa,” terang Mulyadi.

Wakil Rektor UNS, Prof. Fitria Rahmawati, menyampaikan apresiasi kepada BPKH atas kontribusinya dalam pengembangan sektor pendidikan. “Program-program yang diinisiasi oleh BPKH, seperti penelitian, magang, dan beasiswa, sangat membantu universitas dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan industri, khususnya di bidang keuangan syariah,” ujar Prof. Fitria.

Kolaborasi ini mencerminkan keterikatan UNS dan BPKH dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 17, yaitu “Partnerships for the Goals”. Dengan menjalin kemitraan strategis antara pendidikan tinggi dan lembaga pengelola dana, kedua institusi berkontribusi pada penguatan kolaborasi lintas sektor yang bertujuan menciptakan pembangunan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Dengan mengundang BPKH sebagai pembicara, UNS menunjukkan komitmennya untuk menjadi penghubung antara dunia akademik dan industri. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi dalam pengelolaan dana haji serta sektor keuangan syariah secara keseluruhan. Langkah ini sejalan dengan visi UNS dan BPKH untuk mendukung pembangunan ekonomi syariah di Indonesia melalui pendidikan dan penelitian yang berkualitas, sekaligus memperkuat kemitraan dalam mencapai tujuan bersama.

HUMAS UNS