Dalam AppliedHE X UNS, Direktur SDM KAI Bicarakan Pentingnya Kolaborasi Untuk Kemajuan Transportasi

Dalam AppliedHE X UNS, Direktur SDM KAI Bicarakan Pentingnya Kolaborasi Untuk Kemajuan Transportasi

UNS – Dalam agenda AppliedHE X UNS, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan pandangan strategis tentang pentingnya kolaborasi antara pendidikan dan industri, Senin (24/2/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di InterContinental Bali Resort dengan tema “Where Education Meets Industry for a Future that Works”.

Rosma Handayani, Managing Director of Human Capital & General Affairs PT Kereta Api Indonesia (KAI), menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan industri. Konsep tersebut dikenal sebagai Quadruple Helix. Beliau menekankan bahwa pendekatan ini adalah kunci untuk memastikan pengembangan ekosistem transportasi yang inovatif dan kompetitif di era globalisasi.

“Kami percaya bahwa integrasi antara pendidikan, industri, pemerintah, dan komunitas dapat menciptakan tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan industri transportasi di masa depan. Kolaborasi ini bukan hanya penting untuk mendorong inovasi, tetapi juga untuk mendukung keberlanjutan transportasi yang melayani masyarakat luas,” ujar Rosma.

Dalam diskusi tersebut, KAI juga menyoroti relevansi kolaborasi lintas sektor dengan Sustainable Development Goal (SDG) nomor 17, yaitu “Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.” KAI menekankan bahwa kerja sama yang erat dengan lembaga pendidikan dapat mempercepat pencapaian tujuan keberlanjutan.

“Melalui pengembangan SDM, pelatihan internasional, dan inovasi teknologi akan memberikan percepatan untuk mencapai tujuan keberlanjutan. Untuk melakukan hal tersebut dibutuhkan kolaborasi multi sektor,” ungkap Rosma.

PT KAI juga memaparkan visi strategis mereka untuk periode 2025-2029, yaitu menggerakkan transportasi berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Dalam menjalankan transformasi, kolaborasi adalah kunci. Bersama-sama, kita dapat memastikan transportasi rel Indonesia semakin maju, modern, dan berkelanjutan,” tutup Rosma.

Acara ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali bahwa kemitraan antara pendidikan dan industri adalah investasi masa depan yang tidak hanya menjawab kebutuhan pasar. Tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan.

UNS telah mengintegrasikan konsep Link & Match ke dalam kurikulum untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Kolaborasi dengan sektor industri seperti KAI adalah bukti nyata komitmen UNS terhadap pengembangan SDM yang kompetitif sejalan dengan poin SDGs nomor 17.

HUMAS UNS