Masyarakat muslim Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberikan wakaf kepada Universitas Negeri Manado (UNIMA) sekitar Rp 311 juta yang diserahkan Selasa (2/8/2016). Wakaf tersebut terkait dengan program dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yakni Kawasan Integritas Pengamalan Pancasila di UNIMA. Jamal Wiwoho selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNIMA mengungkapkan bahwa Menteri Ristekdikti, Mohamad Nasir telah meresmikan program tersebut 29 Juli 2016 lalu. “Kawasan itu, di samping ada pusat studi mahasiswa (student centre), juga disertai sarana dan prasarana 6 tempat ibadah, salah satunya masjid,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya berharap dengan didirikannya kawasan ini di UNIMA bisa membuat para mahasiswa di sana berkonsentrasi melakukan kegiatan-kegiatan mahasiswa. “Selain itu, juga untuk pencegahan kekerasan dan intoleransi yang ada, termasuk terorisme dan lain-lain,” terang pria yang juga menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kemenristekdikti ini. Jamal sendiri pernah menjadi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNS 2011-2015.
Rektor UNS, Ravik Karsidi memberikan keterangan bahwa selain Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), UNS merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang memiliki tempat ibadah lengkap. Suasana kebersamaan, lanjut Ravik, dan saling menghargai satu sama lain di lingkungan UNS sangat bagus. Menurutnya hal ini bisa menjadi contoh di tempat-tempat lain, salah satunya UNIMA. “Karena Pak Jamal ini dulunya di UNS, jadi ilmu yang ada di sini dibawa ke sana,” tutur Ravik.

Ravik dan Jamal sempat berkelakar bahwa jumlah wakaf UNS yakni Rp 311 juta identik dengan nama UNS sendiri. “Ya, kira-kira, angka 311-nya itu sebelas maret,” gurau mereka diiringi tawa. [dodo.red.uns.ac.id]
















