UNS – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah menggelar diskusi daring melalui siaran langsung di akun Instagram (@unslibrary) mengenai dunia kepenulisan dengan fokus Kiat-Kiat Menulis Fiksi pada Kamis, (14/5/2020). Acara ini menghadirkan Henny Perwitosari, A.Md. selaku Pustakawan Perpustakaan UNS dan juga penulis buku.
Henny yang berhasil menerbitkan 50 karya buku antologi berupa kumpulan cerita pendek dan puisi menegaskan bahwa menulis harus dilakukan secara kontinu walau hanya sebanyak satu dua paragraf agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika ide terlintas pun harus segera dituliskan entah itu dalam catatan kecil atau catatan di ponsel, hal tersebut perlu dilakukan agar ide yang muncul tidak hilang begitu saja. “Usahakan menulis setiap hari secara kontinu. Ketika ada ide langsung tuliskan karena sekarang ingat, besok bisa hilang,” terang Henny.
Untuk mengasah kemampuan menulis bisa dilakukan dengan banyak membaca buku, menuliskan hal-hal yang disukai, dan ikut kelas menulis online. Henny juga masih turut bergabung dalam kelas menulis online. Dalam kelas online tidak hanya ilmu menulis yang didapat namun juga mentor berkualitas yang siap membimbing. Biasanya, kelas menulis online dapat ditemukan di akun Instagram penerbit buku yang hendak diikuti.
“Dalam menulis online, kita tidak hanya mendapatkan ilmu namun juga mentor yang berkualitas di bidangnya,” terang Henny.
Juga, dalam menulis fiksi, harus cermat dalam membaca keadaan. Cari tahu apa yang sedang menjadi tren pada masa kini. Setelah itu, tuliskan hal-hal yang berkaitan dengan tren tersebut agar tulisan mengikuti isu terkini.
Dalam merampungkan karya, Henny terkadang menemui kendala seperti jenuh dan ide sulit ditemukan. Mengatasi hal tersebut, ia menyarankan para penulis untuk berhenti sejenak mengambil jeda. Istirahat terlebih dahulu dan lakukan hal lain yang dapat membuat pikiran maupun badan lebih segar.
Selain itu, dibahas juga menulis sebagai hobi atau memang bakat dari lahir. Memang, terdapat beberapa orang di dunia ini yang terlahir dengan bakat menulis namun apabila kemampuan menulis tersebut tidak diasah, tentu akan menjadi tumpul dan tidak bermakna. Sementara, menulis sebagai hobi adalah hal baik walaupun orang tersebut tidak berbakat. Terus menerus menulis dapat menjadi kunci agar menjadi ahli dan tulisan semakin baik bagi semua orang yang hendak menjadi seorang penulis.
Ketika ditanya mengenai motivasinya mengapa terus menulis, Henny mengaku, motivasi terbesarnya adalah ingin berbagi.
“Jadi niat awal saya menulis adalah berbagi. Saya membagikan apa yang saya miliki dan apa yang saya mampu.” Jelas Henny. Selain itu, ia juga ingin agar karyanya tetap bermanfaat walau suatu saat ia sudah tiada.Humas UNS/Zalfaa


















