Dosen Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret memaparkan bahaya kandungan senyawa benzena pada mainan squeezy dumplings yang populer di kalangan anak-anak. Pemaparan ini bertujuan memberikan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat mengenai risiko kesehatan dari paparan bahan kimia berbahaya dalam produk mainan.
UNS – Dosen Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Maria Ulfa, S.Si., M.Si., mengingatkan masyarakat mengenai bahaya paparan benzena menyusul temuan zat kimia beracun tersebut pada mainan anak Squeezy Dumplings. Penarikan produk mainan squishy berbentuk pangsit itu di Inggris menjadi peringatan penting bahwa jaminan keselamatan mainan anak tidak cukup dinilai dari bentuk, warna, dan kelenturan fisiknya semata, melainkan wajib melalui uji laboratorium bebas toksin.
Benzena merupakan senyawa kimia organik aromatik dengan rumus molekul C₆H₆ yang tersusun atas enam atom karbon dan enam atom hidrogen berbentuk cincin. Senyawa cair tanpa warna ini mudah menguap pada suhu ruang serta memiliki aroma khas. Dalam sektor industri, benzena lazim dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan plastik, resin, nilon, serat sintetis, hingga pelumas. Kendati memiliki nilai industri yang luas, benzena tergolong zat berbahaya yang peredarannya diatur secara ketat.
Dr. Maria Ulfa menjelaskan bahwa ancaman benzena terletak pada kemudahannya memasuki tubuh manusia melalui berbagai jalur, utamanya inhalasi atau pernapasan. Selain itu, penyerapan dapat terjadi melalui kontak kulit dan konsumsi secara tidak sengaja.
“Paparan akut dalam konsentrasi tinggi dapat memicu pusing, sakit kepala, kantuk berat, hingga depresi sistem saraf pusat. Kontak langsung dengan cairannya menimbulkan iritasi kulit, sementara uapnya berbahaya bagi mata, hidung, dan saluran pernapasan,” terang Maria, Senin (26/10/2026).
Bahaya yang lebih fatal timbul akibat paparan berulang dalam jangka panjang. Benzena merupakan zat karsinogenik golongan satu yang terbukti merusak sumsum tulang, menghambat regenerasi sel darah, serta memicu leukemia, khususnya leukemia mieloid akut (acute myeloid leukemia).
“Pengendalian paparan benzena menjadi hal mutlak guna melindungi kesehatan publik, baik di area kerja industri maupun dalam lingkungan pengasuhan anak sehari-hari,” imbuhnya.
Catatan Kasus Internasional
Rekam jejak dampak fatal benzena telah didokumentasikan dalam sejumlah literatur kesehatan global. Penelitian terhadap pekerja pabrik di Milan dan Pavia, Italia, pada rentang 1940-an hingga 1970-an mencatat tingginya prevalensi anemia aplastik dan kanker darah. Temuan serupa tercatat pada pekerja industri di Turki (1961–1972) dan pekerja sektor kimia di Amerika Serikat (1947–1977). Otoritas Keselamatan dan Kesehatan Kerja AS (Occupational Safety and Health Administration/OSHA) bahkan mencatat kasus fatalitas pekerja pada 1990 akibat paparan uap benzena pekat saat pengisian tangki.
Temuan pada Mainan Anak di Inggris
Isu keselamatan konsumen kembali mencuat setelah badan pengawas keselamatan produk Inggris, Office for Product Safety and Standards (OPSS), mengumumkan penarikan resmi mainan Squeezy Dumplings yang didistribusikan oleh Samsons Cash and Carry Ltd. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lapisan luar mainan kenyal tersebut mengandung benzena dengan konsentrasi mencapai 20 miligram per kilogram (mg/kg), jauh melampaui ambang batas keamanan yang diizinkan regulasi Inggris.
Maria menggarisbawahi bahwa temuan ini membuktikan adanya risiko paparan racun pada produk konsumsi harian yang dirancang menarik bagi anak. Namun, ia juga memberi pemahaman proporsional bagi para orang tua.
“Keberadaan benzena pada material produk tidak otomatis langsung menyebabkan kanker seketika saat disentuh. Tingkat bahaya biologis sangat bergantung pada dosis, laju perpindahan zat kimia ke kulit (transfer rate), durasi kontak, serta kebiasaan anak, seperti memasukkan mainan ke mulut. Angka 20 mg/kg adalah kadar dalam material uji, bukan dosis mutlak yang terserap tubuh. Kendati demikian, toleransi terhadap zat karsinogen pada mainan anak adalah nol, sehingga langkah penarikan dan pencegahan dini mutlak dilakukan,” paparnya.
Edukasi dan Mitigasi bagi Orang Tua
Sebagai langkah perlindungan konsumen di tingkat keluarga, Maria menyarankan orang tua untuk lebih cermat memeriksa legalitas edar produk, label Standar Nasional Indonesia (SNI), serta identitas produsen saat membeli mainan anak. Mainan berbahan polimer lunak yang mengeluarkan aroma pelarut kimia menyengat sebaiknya dihindari dan tidak diberikan kepada anak.
Jika anak telanjur menunjukkan keluhan fisik seperti pusing, ruam kulit, atau iritasi pernapasan setelah menggunakan produk mainan yang mencurigakan, orang tua diimbau segera memeriksakannya ke fasilitas kesehatan terdekat.
Melalui edukasi ini, pemahaman kimia diharapkan tidak sekadar dipandang sebagai teori akademik, melainkan instrumen penting dalam melindungi keselamatan dan kesehatan generasi penerus dari ancaman bahaya tak kasatmata di sekitar kita. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa topik utama yang dipaparkan oleh dosen Pendidikan Kimia UNS?
Dosen Pendidikan Kimia UNS memaparkan bahaya kandungan benzena dalam mainan squeezy dumplings.
Mainan apa yang menjadi sorotan terkait bahaya kandungan benzena?
Mainan yang menjadi sorotan adalah squeezy dumplings.
















