Tim LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan pendampingan pengembangan usaha di Pabongan Orchid melalui diversifikasi tanaman dan konservasi anggrek pada Kamis (1/10/2026). Pendampingan ini berhasil membantu mengatasi kendala hama dan meningkatkan pendapatan serta jangkauan distribusi usaha tanaman hias mitra.
UNS — Pengembangan usaha tanaman hias terus dilakukan Pabongan Orchid yang dikelola Miftakhussurur. Melalui kunjungan tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dibahas sejumlah rencana pengembangan usaha yang tidak hanya bertumpu pada komoditas anggrek, tetapi juga diarahkan pada diversifikasi tanaman dan upaya konservasi.
Miftakhussurur menyampaikan bahwa sebelum mendapatkan pendampingan dari UNS, usaha kebun anggrek yang dikelolanya menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam manajemen kebun, pengelolaan tanaman, serta pengendalian hama dan penyakit. Melalui pendampingan tim LPPM UNS, pihaknya memperoleh solusi untuk menekan serangan hama.
“Berkat pendampingan dari UNS, pendapatan usaha kami mengalami peningkatan. Distribusi anggrek kami juga semakin luas, tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi telah menjangkau pasar di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Miftakhussurur.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNS, khususnya tim LPPM UNS, atas pendampingan yang telah diberikan sehingga usaha kebun anggrek yang dikelolanya dapat berkembang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Salah satu rencana yang disiapkan Pabongan Orchid adalah menambah jenis tanaman hias lain untuk merespons kebutuhan dan permintaan pasar. Tanaman bromelia menjadi salah satu jenis yang dipertimbangkan untuk dikembangkan. Diversifikasi tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan tanaman yang ditawarkan kepada konsumen sekaligus menjadi bagian dari inovasi dalam pengembangan usaha.



Di sisi lain, Miftakhussurur juga menyiapkan pengembangan anggrek dengan konsep konservasi. Sejumlah spesies anggrek akan dikembangkan secara lebih khusus sehingga Pabongan Orchid tidak hanya berperan sebagai tempat produksi tanaman hias, tetapi juga memiliki fungsi dalam menjaga dan mengembangkan keragaman jenis anggrek.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan usaha tanaman hias yang mampu berjalan beriringan antara aspek ekonomi dan konservasi. Anggrek tetap dikembangkan sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi, sementara jenis-jenis tertentu mendapat ruang untuk dipelihara dan dikembangkan secara khusus.
Kunjungan ke Pabongan Orchid dan Kemuning Orchid dilakukan tim LPPM UNS yang dipimpin Kepala Seksi Peraihan Dana Pengabdian Masyarakat Eksternal dan Pengembangan Pusat Studi LPPM UNS, Sarjiyanto, S.E., MBA., Ph.D., CSRS, bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNS yang diketuai Prof. Dr. Okid Parama Astirin, M.S. pada Kamis (1/10/2026),
Prof. Okid mengatakan pendampingan kepada para pelaku usaha anggrek merupakan bagian dari sejumlah program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan secara berkelanjutan, di antaranya Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB), Program Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Inovasi (PTTI), serta Program Kemitraan Masyarakat Inovatif (PMKI).
Menurutnya, setiap program memiliki sasaran dan fokus yang berbeda sehingga dukungan yang diberikan kepada mitra dapat saling melengkapi. Pendampingan juga disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing pelaku usaha. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa yang mengelola Pabongan Orchid?
Pabongan Orchid dikelola oleh seorang pelaku usaha tanaman hias bernama Miftakhussurur. Lihat di artikel
Apa saja bentuk pengembangan usaha yang direncanakan oleh Pabongan Orchid?
Pabongan Orchid berencana melakukan diversifikasi dengan menambah jenis tanaman hias seperti bromelia serta mengembangkan konsep konservasi untuk spesies anggrek tertentu. Lihat di artikel
Kapan tim LPPM UNS melakukan kunjungan ke Pabongan Orchid?
Tim LPPM UNS melakukan kunjungan ke Pabongan Orchid pada Kamis, 1 Oktober 2026. Lihat di artikel


















