Alumnus UNS, Wali Kota Solo: Generasi Muda Harus Berkontribusi

Alumnus UNS, Wali Kota Solo: Generasi Muda Harus Berkontribusi

UNS – Sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tak hanya mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, tetapi juga melahirkan alumni-alumni yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dengan semangat Mangesthi Luhur Ambangun Nagara, para alumni UNS tidak hanya membawa nama baik almamater, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat di berbagai bidang.

Salah satu nama yang kini menjadi sorotan adalah Respati Ardi, sosok yang berhasil membawa semangat perubahan dan inovasi di Kota Solo. Sebagai alumnus UNS, Respati dikenal bukan hanya karena prestasi akademiknya, tetapi juga kiprahnya di berbagai kegiatan kemahasiswaan yang membentuk karakter kepemimpinannya. Perjalanan dari seorang mahasiswa penuh ide hingga menjadi Wali Kota Solo adalah kisah yang sarat dengan inspirasi, kerja keras, dan visi untuk membangun masyarakat.

Kepada uns.ac.id, Respati mengaku setelah menempuh pendidikan menengah atas, dirinya masuk UNS dengan jalur nilai raport dan lolos menjadi mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UNS. “Cerita masuk UNS itu, dulu waktu SMA ada program namanya PMDK, saya dari SMA Negeri 1 Surakarta. Jalur tersebut melihat nilai raport kelas 1 hingga 3, dan Alhamdulillah saya lolos di FH UNS,” tuturnya.

Organisasi Adalah Passion

Selama menempuh masa perkuliahan, Respati dikenal sebagai sosok yang gemar berkomunitas. Ia aktif dalam berbagai kegiatan, meskipun tidak mendalami organisasi secara khusus. Respati pernah terlibat dalam kegiatan bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menjadi panitia saat Ospek Mahasiswa Baru (OSMARU), hingga menjabat sebagai ketua panitia wisuda. Kegemarannya untuk berjejaring membawa Respati bergabung dengan berbagai komunitas lintas fakultas dengan tujuan memperluas jaringan dan menjalin sebanyak mungkin pertemanan. Selain itu, ia juga aktif berkiprah dalam organisasi seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

“Organisasi bagi saya adalah sebuah passion yang sudah tumbuh sejak SMA, saat itu saya menjadi bagian dari MPK, dan berlanjut hingga masa kuliah. Seni berorganisasi terletak pada kemampuan mendelegasikan tugas serta bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Meski tidak ada yang digaji, organisasi tetap berjalan dengan visi yang jelas, membagi peran, dan saling mendukung. Saya percaya, pengalaman berorganisasi sangat bermanfaat bagi adik-adik untuk belajar menghadapi tantangan di luar sana, termasuk dunia kerja,” ungkap Wali Kota Solo tersebut.

Ketertarikan di Bidang Wirausaha

Keaktifan Respati dalam berkomunitas membuka jalan baginya untuk mendalami dunia wirausaha. Ketertarikan ini semakin kuat saat ia bergabung dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada semester akhir kuliah. Respati menjabat sebagai sekretaris eksekutif, sebuah posisi yang memberinya kesempatan berharga untuk mencatat, mendengarkan, dan belajar langsung dari para tokoh dan senior. Baginya, pengalaman ini jauh lebih berharga daripada materi kuliah.

Melalui peran tersebut, Respati memperoleh wawasan mendalam tentang ilmu berkomunikasi dan cara para pengusaha sukses membangun jaringan. Dari sinilah ia mulai belajar wirausaha secara langsung. Selain itu, sejak masa kuliah, Respati sudah aktif berdagang berbagai barang, mulai dari baju koko, kambing untuk Idul Adha, hingga mobil bekas. Aktivitas ini semakin memperkuat keyakinannya bahwa berdagang adalah bagian dari passion-nya.

“Teman-teman di kampus, baik dalam mata kuliah maupun organisasi, jika ingin membuat program, harus memiliki business process sebagai landasan teori. Penting untuk memikirkan bagaimana program tersebut bisa sustain kedepannya. Dengan adanya business process, akan tercipta revenue dan nilai-nilai yang jelas untuk mendukung komunitas atau masyarakat sekitar. Program berbasis business process ini pasti memberikan manfaat. Kita perlu merancang program yang tidak hanya baik bagi organisasi tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” pesan Respati kepada para mahasiswa.

Pentingnya Sustainability dalam Berencana

Respati menekankan kepada mahasiswa pentingnya semangat dalam belajar dan berkontribusi kepada masyarakat. Generasi muda, menurutnya, memegang kunci masa depan bangsa dan memiliki tanggung jawab besar dalam membawa perubahan yang berkelanjutan.

“Jangan lupa tetap semangat, karena masa depan Indonesia ada di tangan kalian. Saya harap kalian dapat terus meningkatkan kontribusi kalian. Dan jika ingin melangkah lebih jauh, jangan lupa untuk selalu memikirkan keberlanjutan program yang bisa memberikan dampak besar bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Wali Kota Solo tersebut turut berbangga atas perkembangan UNS yang saat ini merupakan salah satu kampus favorit di Indonesia. Dirinya sekaligus mengingatkan para mahasiswa untuk turut menjaga Solo, kota yang menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka.”Bagi mahasiswa UNS yang berasal dari Solo maupun luar daerah, mari kita bersama menjaga Kota Solo tetap aman, nyaman, dan penuh kedamaian. Bagi yang baru datang ke kota ini, nikmatilah Solo sebagai tempat yang ramah dan berkontribusilah untuk kebaikan kota ini,”tambahnya.

HUMAS UNS