UNS – Matthew Aldo Wijayanto, dokter lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, menjalani program internship sembari tetap menorehkan capaian akademik yang mengesankan. Sekalipun terbang jauh ke Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) di barat Indonesia, kontribusi riset Alumni UNS ini tetap konsisten. Hingga saat ini, ia telah mempublikasikan 13 artikel di jurnal internasional terindeks Scopus.
Aldo, sapanya, menyelesaikan studi Sarjana Kedokteran pada 2022 dan Program Profesi Dokter pada 2024. Saat ini ia tengah bertugas di RSUD Dr. Hadrianus Sinaga, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, sebagai bagian dari program internship. Wilayah penugasannya termasuk kategori DTPK dengan tantangan medis dan logistik yang kompleks.
Tantangan dan Pengalaman Berkesan di Samosir
Dalam penugasan internship, Aldo menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan fasilitas pemeriksaan penunjang dalam penegakan diagnosis. Jarak rujukan ke rumah sakit di kota lain juga cukup jauh, memakan waktu dua hingga tiga jam perjalanan. Tak luput juga soal perbedaan bahasa, terutama saat berinteraksi dengan warga lanjut usia yang tidak fasih berbahasa Indonesia.
Pengalaman lapangan selama internship juga meninggalkan kesan mendalam. Salah satunya ketika ia dipanggil ke desa untuk menangani Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sedang mengalami gejolak emosi. Dengan bantuan bidan desa dan warga, pasien tersebut berhasil ditangani dengan aman.
“Saat menjalani stase di Puskesmas, saya pernah dipanggil ke desa untuk menangani ODGJ yang sedang mengamuk. Pada saat itu, saya dibantu oleh bidan desa dan warga. Kami berhasil menenangkan ODGJ tersebut dengan memberikan suntikan obat yang diperlukan,” ungkap Aldo.
Bermula dari Skripsi
Ketertarikan Aldo pada riset bermula sejak penyusunan skripsi di FK UNS. Ia mendapatkan dukungan penuh dari pembimbing untuk mempublikasikan hasil penelitiannya ke jurnal internasional. Prosesnya tidak mudah, bahkan ia sempat mengalami lima kali penolakan. Namun, tantangan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penelitian. Minat tersebut berkembang hingga kini, membawanya pada deretan publikasi internasional yang diakui dunia akademik.
“Saya banyak belajar melalui trial and error, bahkan penelitian saya sempat ditolak hingga lima kali oleh jurnal internasional terindeks Scopus,” ujar Aldo.
Dari seluruh publikasi yang ia hasilkan, penelitian tentang peripartum cardiomyopathy menjadi yang paling berkesan. Penyakit ini merupakan kondisi gagal jantung yang terjadi pada akhir masa kehamilan atau setelah proses persalinan, tanpa penyebab lain yang diketahui. Topik tersebut terinspirasi dari kasus yang ia temui saat menjalani pendidikan dokter muda di UNS. Aldo mengkaji dampak kondisi gagal jantung ini pada pasien yang memutuskan hamil kembali. Penelitian tersebut telah mendapatkan tujuh sitasi dari peneliti internasional.
“Saya memulai penelitian mengenai topik ini setelah menyaksikan langsung bagaimana penyakit langka ini muncul dengan sangat cepat dan dampaknya terhadap seorang ibu yang baru melahirkan pada saat saya menjalani pendidikan dokter muda di FK UNS,” tuturnya.
Aldo mengakui peran ekosistem akademik kampus sangat besar dalam membentuk semangat riset dan pengabdiannya. Para dosen dan pembimbing menjadi teladan serta sumber motivasi, bahkan setelah ia lulus. Rekan-rekan peneliti yang inspiratif juga turut mendorongnya untuk terus produktif. Kolaborasi ini menciptakan fondasi kuat bagi pengembangan karier akademik dan klinisnya.



Pandangan dan Pesan sebagai Akademisi Muda
Kontribusi akademisi muda dalam publikasi medis sangat penting baginya. Mereka membawa perspektif segar dan berpeluang menawarkan solusi inovatif bagi tantangan kesehatan. Publikasi ilmiah bukan hanya sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat reputasi institusi dan pengembangan karier penulis.
Untuk menjaga produktivitas menulis, Aldo menerapkan prinsip “the rule of three”. Ia menetapkan tiga target utama setiap tahun, termasuk jumlah publikasi yang ingin dicapai. Prinsip ini juga diterapkan harian dengan menyelesaikan tiga tugas prioritas. Cara ini membantunya tetap fokus meski disibukkan dengan penugasan klinis.
“Saya juga mengaplikasikan prinsip ini dalam kegiatan sehari-hari dengan menyelesaikan tiga tugas utama setiap hari. Dengan cara ini, saya dapat menjaga konsistensi dan produktivitas menulis tanpa merasa terbebani,” ujarnya.
Bagi mahasiswa kedokteran atau dokter muda yang ragu memulai publikasi ilmiah, Aldo memberi pesan untuk tidak takut mencoba. Ia menyarankan memulai dari topik yang diminati dan menuliskannya dalam bentuk sederhana. Bergabung dengan kelompok riset dan belajar dari peneliti senior dapat meningkatkan kepercayaan diri.
“Perjalanan menulis publikasi adalah suatu proses yang bisa dimulai dari langkah kecil. Yang terpenting adalah konsistensi dan keberanian untuk terus maju,” pesan Aldo.
Setelah menyelesaikan internship, Aldo berencana melanjutkan pendidikan dokter spesialis, khususnya di bidang kardiovaskular. Ia juga ingin mengikuti program observership atau short course. Pengalaman tersebut diharapkan memperluas wawasan klinis dan risetnya, sehingga dapat terus berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan.
Daftar judul artikel jurnal terindeks Scopus:
- Mapping trends and hotspots in short QT syndrome research: A bibliometric analysis
- Efficacy and Safety of Olezarsen in Dyslipidemia: A Systematic Review and Dose-response Meta-analysis of Randomized Controlled Trials
- The epidemiology and burden of cardiovascular diseases in countries of the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), 1990–2021: findings from the Global Burden of Disease Study 2021
- Prognostic value of triglyceride-glucose index on predicting major adverse cardiovascular events in hypertensive patients: a systematic review and meta-analysis
- High-Intensity Training on Patients with Hypertrophic Cardiomyopathy: A Systematic Review
- Autopsy findings and histopathological changes in aluminum phosphide-related death: a systematic literature review and meta-analysis
- Recent update on cerebral sparganosis: A bibliometric analysis and scientific mapping
- Outcomes of subsequent pregnancy in women with peripartum cardiomyopathy: a systematic review and meta-analysis
- Global Research Trends and Future Direction in Peripartum Cardiomyopathy: A Bibliometric Analysis
- Cerebral toxoplasmosis in population with immunosuppressive therapy: a research trends analysis using bibliometrics and scientific mapping
- A bibliometric study of worldwide scientific literature on somatopsychics (1913‒2022)
- Associated risk factors of raised D-dimer in COVID-19 patients with diabetes mellitus
- Can D-dimer predict length of hospital stay in COVID-19 survivors? A cross-sectional study
Humas UNS



















