Mahasiswa KKN UNS Wujudkan Pertanian Organik Kopi sebagai Upaya Konservasi di Desa Tlahab, Temanggung

Mahasiswa KKN UNS Wujudkan Pertanian Organik Kopi sebagai Upaya Konservasi di Desa Tlahab, Temanggung

UNS – Mahasiswa Kelompok 334 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berikan sosialisasi pertanian organik di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Program ini bertajuk “Sosialisasi Pertanian Organik sebagai Upaya Konservasi Lahan Menggunakan Tanaman Kopi di Desa Tlahab”. Mahasiswa UNS berupaya memperkenalkan praktik pertanian organik kopi sebagai solusi nyata dalam menjaga ekosistem lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi.

Perwakilan kelompok tani setempat di Desa Tlahab menjadi peserta sosialisasi pada Senin (28/7/2025). Mereka mendapatkan materi mengenai prinsip dasar pertanian organik, yaitu sistem pertanian yang menekankan keselarasan antara tanaman, tanah, dan lingkungan. Prinsip ini bertujuan menjaga kesuburan tanah secara alami serta mengurangi ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia. Mahasiswa UNS juga menekankan pentingnya konservasi lahan dengan menanam tanaman kopi di area rawan longsor untuk menahan erosi tanah. Serta penggunaan pupuk kompos dari limbah pertanian organik.

Para petani mendapat pengetahuan tentang teknik pengelolaan hama dan penyakit secara alami melalui penggunaan predator hayati, pestisida nabati, dan rotasi tanaman. Langkah ini diharapkan dapat menekan serangan hama yang merusak ekosistem tanah. Tidak hanya itu, Mahasiswa UNS juga menyampaikan peluang pasar kopi organik yang kini memiliki permintaan tinggi baik di pasar domestik maupun internasional.

Ketua Pelaksana Program, Roofiif Za’im, mengabarkan bahwa pertanian organik kopi menjadi langkah strategi Desa Tlahab untuk menghadapi tantangan lingkungan sekaligus peluang ekonomi.

“Pertanian kopi organik tidak hanya sekadar menjaga kesuburan tanah dan mencegah kerusakan lahan, namun juga membuka peluang pasar yang lebih luas. Kami berharap Desa Tlahab dapat menjadi contoh kawasan kopi organik yang berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

Antusiasme petani terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Menurut mereka, meskipun memerlukan penyesuaian sejak awal, sistem organik diyakini akan memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik, terutama dalam menjaga kesehatan lahan dan kualitas produk kopi. Dengan metode partisipatif ini, kegiatan berjalan lebih interaktif dan mudah dipahami oleh peserta.

Program ini mendorong para petani beralih ke sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan metode organik juga diyakini akan memperbaiki kualitas tanah dan melestarikan lingkungan sekitar kebun kopi. Dalam jangka panjang, desa dapat menjadi contoh kawasan pertanian kopi organik yang sukses dan menginspirasi desa-desa lain.

Dengan dukungan masyarakat, Desa Tlahab berpotensi mengembangkan model pertanian yang memiliki daya saing ekonomi tinggi.

Kegiatan KKN Tematik UNS di Desa Tlahab mendapat arahan dari Dr. Hanifah Ihsaniyati, S.P, M.Si., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kelompok ini diketuai oleh Wahyu Rizal K. S., dengan anggota Betsyeba Panjaitan, Lathifah Aninda K., Nadia Brillianty, Rachel Micheline V., Karenhapuch R. A. S., Roofiif Za’im, Oktariana Amalia P., Andrian Fadzil N. F., dan Kharisma Damayanti.
Humas UNS