Dewan Profesor UNS mendorong kolaborasi lintas sektor dan daerah di Solo Raya untuk mewujudkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Fokus Group Discussion pada Selasa (14/7/2026) menghadirkan akademisi, pemerintah, praktisi, dan masyarakat untuk merumuskan strategi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
UNS — Dewan Profesor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas daerah dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Solo Raya. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd., saat membuka Focus Group Discussion (FGD) “Stakeholder Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Solo dan Sekitarnya” yang menghadirkan akademisi, pemerintah daerah, praktisi, dan pegiat masyarakat di UNS Tower, Selasa (14/7/2026).
Dalam sambutannya, Prof. Joko Nurkamto menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang memiliki komitmen bersama dalam membangun tata kelola sampah yang lebih bertanggung jawab di Surakarta dan wilayah sekitarnya.
Menurutnya, persoalan sampah tidak lagi semata-mata berkaitan dengan kebersihan, tetapi telah menjadi isu strategis yang menyangkut tata kelola pemerintahan, kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, ekonomi, hingga keadilan antargenerasi. Pertumbuhan penduduk, perubahan pola konsumsi, serta meningkatnya penggunaan kemasan sekali pakai menjadi tantangan yang harus direspons melalui kebijakan dan aksi nyata.
“Keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup diukur dari seberapa cepat sampah diangkut ke tempat pemrosesan akhir, tetapi dari kemampuan mengurangi timbulan sampah, meningkatkan pemilahan dan daur ulang, serta menekan jumlah residu. Sudah saatnya kita beralih dari pola kumpul–angkut–buang menuju ekonomi sirkular yang mampu mempertahankan nilai material selama mungkin,” terang Prof. Joko.



Ia menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari sumbernya. Rumah tangga, sekolah, kampus, pasar, perkantoran, hingga dunia usaha perlu membudayakan pengurangan penggunaan produk sekali pakai serta melakukan pemilahan sampah sejak awal. Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan memperkuat regulasi, infrastruktur, layanan pengangkutan terpilah, edukasi masyarakat, dan pengawasan, sementara dunia usaha didorong bertanggung jawab terhadap pengelolaan kemasan dan produk pascakonsumsi. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki peran strategis melalui riset, inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti ilmiah.
Prof. Joko juga menyoroti pentingnya sinergi antarwilayah di kawasan Solo Raya. Menurutnya, persoalan sampah tidak mengenal batas administratif sehingga diperlukan kerja sama yang erat antara Surakarta, Sukoharjo, Boyolali, Sragen, Wonogiri, Karanganyar, dan Klaten dalam menyelaraskan strategi pencegahan, pengolahan, pengelolaan data, penyediaan fasilitas, serta edukasi kepada masyarakat. Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.
Prof. Dr. Ir. M.M.A. Retno Rosariastuti, M.Si. dan Prof. Dr. Ir. Prabang Setyono, M.Si. menyampaikan perspektif akademik mengenai pengelolaan lingkungan. Mengimbangi materi tersebut, Yayasan Abdi Mandala Nusantara, Boyolali melalui Hartanto, S.E. berbagi pengalaman tentang pemberdayaan masyarakat untuk kelola sampah. Selain itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, S.STP., M.H. dan Kepala DLH Kabupaten Sukoharjo, Agus Suprapto, S.T., M.M., M.Si. memaparkan praktik tata kelola serta pelayanan pengelolaan sampah di Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. Pertemuan berbagai perspektif tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan dapat diimplementasikan di daerah.
Melalui forum ini, Dewan Profesor UNS mendorong lahirnya langkah-langkah konkret, antara lain penguatan pemilahan sampah dari sumber, pengembangan bank sampah dan pengolahan sampah organik, peningkatan edukasi masyarakat, pelaksanaan riset kolaboratif, serta sistem pemantauan yang terukur. UNS juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta penerapan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan kampus.
Menutup sambutannya, Prof. Joko Nurkamto menegaskan bahwa kawasan yang bersih hanya dapat terwujud melalui kebijakan yang konsisten dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Ia berharap forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa yang didorong oleh Dewan Profesor UNS terkait pengelolaan sampah di Solo Raya?
Dewan Profesor UNS mendorong kolaborasi lintas sektor dan lintas daerah di Solo Raya untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular.
Mengapa pengelolaan sampah menjadi isu strategis menurut Ketua Dewan Profesor UNS?
Persoalan sampah telah menjadi isu strategis yang menyangkut tata kelola pemerintahan, kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, ekonomi, hingga keadilan antargenerasi. Lihat di artikel
Bagaimana peran perguruan tinggi dalam pengelolaan sampah menurut Dewan Profesor UNS?
Perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui riset, inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti ilmiah. Lihat di artikel
Siapa saja yang dihadirkan dalam Focus Group Discussion (FGD) pengelolaan sampah?
FGD menghadirkan akademisi, pemerintah daerah, praktisi, dan pegiat masyarakat, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. Lihat di artikel



















