Tim P2M Grup Riset Immersive D3TI SV UNS Sukses Workshop Aplikasi ARecycle dan Edukasi Pengelolaan Sampah di MI Nurul Karim Colomadu

Tim P2M Grup Riset Immersive D3TI SV UNS Sukses Workshop Aplikasi ARecycle dan Edukasi Pengelolaan Sampah di MI Nurul Karim Colomadu

Tim P2M Grup Riset Immersive D3TI SV UNS mengadakan workshop aplikasi ARecycle dan edukasi pengelolaan sampah di MI Nurul Karim Colomadu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui teknologi Augmented Reality interaktif.

UNS — Sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, Grup Riset Immersive Technology Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Vokasi menyelenggarakan Workshop Aplikasi ARecycle dan Edukasi Pengelolaan Sampah di MI Nurul Karim Colomadu. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata Pengabdian kepada Masyarakat berbasis teknologi edukatif yang bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Tim pengabdian ini terdiri dari para akademisi dan praktisi yang kompeten di bidangnya masing-masing. Kegiatan dipimpin oleh Yudho Yudhanto, S.Kom., M.Kom. selaku Ketua Pengabdian yang bertanggung jawab dalam koordinasi dan pelaksanaan program. Materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah disampaikan oleh Eko Harry Pratisto, S.T., M.Info.Tech., Ph.D., yang memberikan wawasan tentang kesadaran lingkungan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Selanjutnya, Taufiqurrakhman Nur Hidayat, S.Kom., M.Cs. menyampaikan materi mengenai teknologi AR, VR, dan MR beserta penerapannya dalam dunia pendidikan dan masyarakat. Adapun Fendi Aji Purnomo, S.Si., M.Eng. bertindak sebagai pemateri Game ARecycle.

Kegiatan ini menghadirkan dua agenda utama, yaitu edukasi pengelolaan sampah sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan serta pelaksanaan uji usability aplikasi ARecycle. Dalam sesi edukasi, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengenali jenis-jenis sampah, serta membiasakan perilaku membuang dan memilah sampah dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, sesi uji coba aplikasi ARecycle menjadi momen yang paling menarik perhatian siswa. ARecycle merupakan aplikasi edukasi berbasis Augmented Reality (AR) yang dikembangkan untuk membantu siswa belajar memilah sampah melalui pendekatan permainan interaktif dan visualisasi digital yang menyenangkan. Dalam aplikasi tersebut, siswa diajak mengenali tiga kategori utama sampah berdasarkan warna tempat sampah, yaitu hijau untuk sampah organik, kuning untuk sampah anorganik, dan merah untuk sampah residu.

Dengan memanfaatkan teknologi AR, siswa dapat berinteraksi langsung dengan objek virtual sehingga proses pembelajaran terasa lebih nyata, menarik, dan mudah dipahami. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi modern di bidang pendidikan lingkungan.

Perwakilan tim pengabdian menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengujian teknologi, tetapi juga memiliki misi edukatif dan sosial yang kuat.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menguji efektivitas aplikasi, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui pendekatan yang menyenangkan dan teknologi modern. Kami berharap siswa dapat lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus merasakan pengalaman belajar yang berbeda dan inovatif,” ujar perwakilan tim pengabdian masyarakat UNS.

Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan penerapan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pendidikan yang inklusif, kreatif, dan berbasis teknologi. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan komunitas pendidikan dalam menciptakan solusi pembelajaran berkelanjutan yang berdampak positif bagi lingkungan.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi ketika mencoba aplikasi ARecycle. Mereka tampak aktif bertanya, mencoba fitur permainan, hingga berdiskusi mengenai jenis sampah yang sering ditemukan di lingkungan sekolah maupun rumah. Guru-guru yang hadir juga memberikan apresiasi terhadap inovasi pembelajaran yang dinilai mampu meningkatkan minat belajar siswa melalui pemanfaatan teknologi interaktif.

Sebagai bentuk dukungan terhadap proses pembelajaran di sekolah, tim pengabdian masyarakat UNS turut menyerahkan hibah berupa media sarana pendidikan pendukung kepada MI Nurul Karim. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar sekaligus memperkuat budaya pendidikan berbasis teknologi di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MI Nurul Karim semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar sebagai bagian dari perilaku hidup peduli lingkungan. Di sisi lain, hasil evaluasi dan masukan dari siswa maupun guru akan menjadi bahan pengembangan lanjutan bagi tim peneliti untuk menyempurnakan aplikasi ARecycle agar semakin optimal, interaktif, dan bermanfaat bagi dunia pendidikan Indonesia.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara teknologi, pendidikan, dan kepedulian lingkungan dapat menghadirkan inovasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi generasi muda dalam membangun masa depan yang lebih sadar lingkungan dan berkelanjutan. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan diadakannya workshop aplikasi ARecycle di MI Nurul Karim?

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini melalui edukasi pengelolaan sampah dan uji coba aplikasi ARecycle yang berbasis teknologi. Lihat di artikel

Bagaimana cara kerja aplikasi ARecycle dalam mengedukasi siswa?

Aplikasi ARecycle menggunakan teknologi Augmented Reality untuk membantu siswa belajar memilah sampah melalui permainan interaktif dan visualisasi digital. Lihat di artikel

Kategori sampah apa saja yang dikenali dalam aplikasi ARecycle?

Siswa diajarkan mengenali tiga kategori utama sampah berdasarkan warna tempat sampah: hijau untuk organik, kuning untuk anorganik, dan merah untuk residu. Lihat di artikel

Bagaimana kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)?

Kegiatan ini mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi dan teknologi pendidikan. Lihat di artikel

Bantuan apa yang diberikan tim UNS kepada MI Nurul Karim?

Tim pengabdian masyarakat UNS menyerahkan hibah berupa media sarana pendidikan pendukung untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah. Lihat di artikel