Empat profesor Universitas Sebelas Maret (UNS) memasuki masa purnabakti pada Rabu (10/6/2026) melalui Orasi Kehormatan Profesor Purnabakti. Acara ini menjadi tradisi akademik UNS untuk menghormati guru besar yang telah mencapai usia 70 tahun dan mengakhiri tugas administratifnya.
UNS — Empat Profesor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memasuki masa purnabakti. Keempat Profesor tersebut yaitu Prof. Dr. Ir. Suntoro, M.S. (Fakultas Pertanian); Prof. Dr. Retno Winarni, M.Pd. (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan); Prof. Dr. Trisulo Wasyanto, dr., SpJP (K) FIHA, FAPSC, FAsCC., (Fakultas Kedokteran); dan Prof. Dr. Endang Sutisna Sulaeman, dr., M.Kes. (Fakultas Kedokteran). Orasi Kehormatan Profesor Purnabakti dilaksanakan di Ruang Sidang 2 Gedung dr. Prakosa UNS, Rabu (10/6/2026).
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd. menyampaikan bahwa acara Orasi Kehormatan Profesor Purnabakti ke-12 tahun 2026 merupakan bagian dari tradisi akademik UNS untuk memberi penghormatan kepada para guru besar yang telah memasuki masa purnabakti setelah mencapai usia 70 tahun.
“Bagi UNS, purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian intelektual. Purnabakti adalah penanda kematangan, keluhuran, dan keteladanan. Seorang profesor boleh menyelesaikan tugas administratifnya, tetapi jejak keilmuannya, keteladanannya, dan pengaruh akademiknya akan terus hidup dalam diri Mahasiswa, kolega, institusi, dan masyarakat luas,” terang Prof. Joko.
Selama mengabdi di UNS, Prof. Dr. Ir. Suntoro, M.S. telah memberikan kontribusi besar dalam bidang ilmu tanah, kesuburan tanah, pengelolaan lahan, pertanian organik, dan lingkungan. Dari beliau kita belajar bahwa tanah bukan sekadar media tanam, melainkan sumber kehidupan yang harus dikelola dengan ilmu, etika, dan tanggung jawab ekologis.
Kemudian, Prof. Dr. Retno Winarni, M.Pd., telah mengabdikan diri dalam bidang pendidikan Bahasa Indonesia di sekolah dasar, sastra anak, literasi, penulisan kreatif, pendidikan karakter, dan pengembangan bahan ajar berbasis budaya. Dari beliau kita belajar bahwa bahasa dan sastra bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga wahana pembentukan karakter, kepekaan rasa, dan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya bangsa.
Sedangkan Prof. Dr. Trisulo Wasyanto, dr., SpJP(K), FIHA, FAPSC, FAsCC., telah menekuni bidang kardiologi dan kedokteran vaskular, khususnya pada Bagian Jantung dan Pembuluh Darah. Dari beliau kita belajar bahwa ilmu jantung dan pembuluh darah tidak hanya menuntut ketepatan diagnosis, kecanggihan terapi, dan keterampilan klinis yang tinggi, tetapi juga dedikasi kemanusiaan, ketekunan dalam pelayanan, serta komitmen panjang untuk menjaga dan menyelamatkan nyawa manusia.















Prof. Dr. Endang Sutisna Sulaeman, dr., M.Kes., telah berkiprah dalam bidang kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan kebijakan kesehatan. Dari beliau kita belajar bahwa kesehatan bukan hanya urusan rumah sakit dan pelayanan medis, tetapi juga berkaitan dengan perilaku, kebijakan, lingkungan sosial, pemberdayaan, dan keadilan akses bagi masyarakat.
“Beliau berempat telah menjadi bagian dari sejarah intelektual UNS. Beliau-beliau telah mengajar, meneliti, membimbing, memimpin, menulis, mengabdi, dan membangun jejaring keilmuan yang memperkuat reputasi UNS,” imbuhnya.
Atas nama Dewan Profesor UNS, Prof. Joko menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya dan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Prof. Suntoro, Prof. Retno Winarni, Prof. Trisulo Wasyanto, dan Prof. Endang Sutisna Sulaeman. Terima kasih atas ilmu, karya, kepemimpinan, keteladanan, dan pengabdian panjang yang telah diberikan kepada UNS, kepada dunia akademik, dan kepada masyarakat.
“Kami juga menyampaikan penghargaan kepada keluarga para profesor purnabakti. Di balik perjalanan panjang seorang guru besar, selalu ada keluarga yang mendukung, mendampingi, mendoakan, dan sering kali ikut berkorban. Karena itu, penghormatan hari ini juga menjadi penghormatan bagi keluarga yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian tersebut,” ujar Prof. Joko.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D. menyampaikan rasa hormat, penghargaan, dan terima kasih atas dedikasi, pengabdian, serta keteladanan yang telah diberikan selama bertahun-tahun oleh empat Guru Besar.
Selama menjalankan tugas sebagai pendidik, keempat profesor tersebut tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan serta membimbing dengan penuh kesabaran. Mereka turut memberikan teladan dan berkontribusi nyata bagi kemajuan institusi maupun masyarakat melalui dedikasi dan pengabdian yang berkelanjutan.
“Atas nama pimpinan, kami mengucapkan selamat memasuki masa purna bakti. Semoga ilmu, kebaikan, dan pengabdian yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya. Kini saatnya menikmati waktu yang lebih dekat dengan keluarga serta tetap berkarya dan mengabdi kepada masyarakat sesuai dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki,” terang Prof. Irwan. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa saja profesor UNS yang memasuki masa purnabakti?
Empat profesor UNS yang memasuki masa purnabakti adalah Prof. Dr. Ir. Suntoro, M.S., Prof. Dr. Retno Winarni, M.Pd., Prof. Dr. Trisulo Wasyanto, dr., SpJP (K) FIHA, FAPSC, FAsCC., dan Prof. Dr. Endang Sutisna Sulaeman, dr., M.Kes.
Kapan acara Orasi Kehormatan Profesor Purnabakti UNS dilaksanakan?
Acara Orasi Kehormatan Profesor Purnabakti ke-12 tahun 2026 dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Juni 2026. Lihat di artikel
Apa makna purnabakti bagi UNS?
Bagi UNS, purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian intelektual, melainkan penanda kematangan, keluhuran, dan keteladanan yang jejak keilmuannya akan terus hidup. Lihat di artikel
Bidang ilmu apa saja yang ditekuni oleh para profesor purnabakti?
Prof. Suntoro berkontribusi di bidang ilmu tanah, Prof. Retno Winarni di pendidikan Bahasa Indonesia, Prof. Trisulo Wasyanto di kardiologi, dan Prof. Endang Sutisna Sulaeman di kesehatan masyarakat.


















