Sepuluh dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil masuk dalam 5 persen peneliti terbaik dunia versi SciRank Global 2025. Prestasi ini diraih berkat komitmen UNS dalam membangun ekosistem riset yang unggul dan kolaboratif, berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan global.
UNS — Sepuluh Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih prestasi gemilang di kancah internasional. Sepuluh dosen tersebut masuk ke dalam daftar 5 persen peneliti terbaik dunia tahun 2025 (Top 5% Global Scientist Index 2025) yang dirilis oleh lembaga pemeringkatan ilmiah independen, SciRank Global.
Para pendidik tersebut yaitu Dr. Eng. Ir. Aditya Rio Prabowo, S.T., M.T., M.Eng. (Fakultas Teknik); Prof. Ir. Ubaidillah, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., CSWP. (Fakultas Teknik); Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU. (Fakultas Teknik); Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Purwanto, S.T., M.T. (Fakultas Teknik); Prof. Ir. Agung Tri Wijayanta, S.T., M.Eng., Ph.D. (Fakultas Teknik); Prof. Dr. Kundharu Saddhono, S.S., M.Hum. (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan); Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis); Dr. Eng. Nugroho Agung Pambudi, M.Eng. (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan); Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., QCRO. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis); Prof. Dr. Eng. Hendri Widiyandari, S.Si., M.Si. (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS, Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sejumlah peneliti UNS yang berhasil masuk dalam kelompok 5 persen peneliti terbaik dunia berdasarkan pemeringkatan Scirank Global. Pengakuan tersebut diberikan berdasarkan berbagai indikator kinerja akademik dan dampak ilmiah yang diakui secara internasional, sehingga menjadi bukti nyata kualitas dan daya saing riset yang dihasilkan sivitas akademika UNS di tingkat global.
“Capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen jangka panjang universitas dalam membangun ekosistem riset yang unggul, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian berbagai tantangan global maupun nasional,” terang Prof. Ayu, Rabu (10/6/2026).
Keberhasilan para peneliti tidak hanya tercermin dari tingginya jumlah publikasi pada jurnal bereputasi internasional, tetapi juga dari dampak nyata penelitian yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di berbagai bidang. “Masuknya para peneliti UNS dalam kelompok 5 persen peneliti terbaik dunia merupakan capaian yang membanggakan sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas riset sekaligus menguatkan ekosistem riset di UNS,” pungkasnya.
Capaian ini mencerminkan upaya perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya akademik yang unggul, berdaya saing global, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian yang sejalan dengan tujuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4. Selain itu, prestasi ini juga mendukung terwujudnya SDGs 9 melalui penguatan ekosistem riset yang produktif, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi, serta kontribusi nyata terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa dosen UNS yang masuk dalam 5 persen peneliti terbaik dunia?
Sebanyak sepuluh dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil masuk dalam daftar 5 persen peneliti terbaik dunia tahun 2025. Lihat di artikel
Siapa yang merilis daftar 5 persen peneliti terbaik dunia?
Daftar 5 persen peneliti terbaik dunia tahun 2025 dirilis oleh lembaga pemeringkatan ilmiah independen, SciRank Global. Lihat di artikel
Fakultas mana saja yang dosennya masuk dalam peneliti terbaik dunia?
Dosen UNS yang masuk dalam 5 persen peneliti terbaik dunia berasal dari Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Lihat di artikel
Apa indikator penilaian untuk masuk dalam daftar peneliti terbaik dunia?
Pengakuan diberikan berdasarkan berbagai indikator kinerja akademik dan dampak ilmiah yang diakui secara internasional. Lihat di artikel


















