DWP UNS Gelar Khitanan Massal dalam Rangka Dies Natalis ke-49 UNS

DWP UNS Gelar Khitanan Massal dalam Rangka Dies Natalis ke-49 UNS
Rektor UNS, DWP, dan Peserta Khitanan Masal

UNS – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-49, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Khitanan Massal. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Sakit (RS) UNS pada Minggu (6/7/2025). Khitanan Massal ini diikuti oleh sekitar 100 anak dari berbagai daerah di wilayah Solo Raya.

Acara ini dihadiri oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si.; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si, M.Si.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D.; Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc.,Ph.D.; Dekan dari berbagai fakultas di UNS, dan Direktur Rumah Sakit UNS, Prof. Pamudji Utomo, dr., Sp.OT(K) beserta jajarannya.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Hartono menyampaikan harapannya agar kehadiran para peserta khitanan membawa keberkahan serta menumbuhkan semangat kebaikan di tengah perayaan Dies Natalis ke-49 UNS. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian masyarakat yang secara rutin diselenggarakan setiap tahun oleh UNS. Khitanan Massal ini telah diselenggarakan secara konsisten oleh DWP UNS selama beberapa tahun terakhir, bekerja sama dengan panitia Dies Natalis UNS.

Lebih lanjut, Prof. Hartono mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar memberikan pelayanan kesehatan, melainkan juga menghadirkan kehangatan dan kepedulian bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa semangat kebersamaan yang tercipta merupakan bagian dari nilai-nilai keluarga besar UNS. “Melalui kegiatan ini, tidak hanya pelayanan kesehatan yang kami berikan, tetapi juga kehangatan, kepedulian, dan semangat kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar UNS,” ujar Prof. Hartono dalam sambutannya.

Ia sangat mengapresiasi DWP UNS atas inisiatif dan kerja keras dalam mewujudkan kegiatan ini. Ia juga mengapresiasi RS UNS atas dukungan fasilitas, tenaga medis, dan pelayanan terbaik yang diberikan. Tak lupa, Prof. Hartono juga mengapresiasi kontribusi panitia Dies Natalis ke-49 UNS dan para sponsor yang telah berperan penting dalam menyukseskan kegiatan sosial ini.

Prof. Hartono juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah memberanikan diri mengikuti kegiatan Khitanan Massal ini. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan dan masa depan mereka. “Kalian adalah anak-anak yang hebat dan pemberani. Semoga proses khitannya lancar dan membawa kesehatan serta keberkahan untuk masa depan kalian,” ujarnya.

Setelah itu, acara Khitanan Massal secara resmi dibuka oleh Prof. Hartono. Ia menutup sambutannya dengan harapan agar kegiatan ini membawa manfaat yang besar dan menjadi ladang amal bagi semua pihak yang terlibat. Ia juga berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara UNS dan masyarakat.

Kegiatan Khitanan Massal ini dipilih sebagai bentuk pengabdian dan pelayanan masyarakat karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Tahun ini, Khitanan Massal menargetkan 100 peserta dengan tambahan kuota peserta susulan sebanyak 10 orang. Proses khitanan ditangani langsung oleh dokter ahli bedah yang berpengalaman di bidangnya. Para peserta akan mendapatkan fasilitas kontrol gratis pasca-khitan di RS UNS. Selain itu, para peserta khitanan juga mendapatkan fasilitas lainnya, seperti sarung, celana batok, kopiah, uang saku, snack, dan makan. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara UNS dan masyarakat semakin erat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat.

Metode khitan yang digunakan adalah sirkumsisi, yaitu metode sunat modern dengan penutupan luka menggunakan lem kulit. Teknik ini dinilai aman, efektif, dan membantu mencegah infeksi. Selain itu, metode ini dilakukan dengan pemotongan melingkar yang sesuai syariat dan juga direkomendasikan secara medis. Prosedur yang digunakan sama dengan pasien non-khitan massal, sehingga kualitas pelayanan tetap terjaga.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai wilayah di Solo Raya dengan usia minimal 10 tahun. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sistem pendaftaran tahun ini lebih disempurnakan sehingga prosesnya lebih cepat dan efisien. Meski demikian, kuantitas peserta tetap dibatasi karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, jumlah peserta yang terlalu banyak menyebabkan proses selesai hingga sore hari. Oleh karena itu, kualitas pelayanan terus ditingkatkan agar pelaksanaan tetap optimal dan nyaman bagi seluruh peserta. Selain sejalan dengan SDG ketiga, kehidupan yang sehat dan sejahtera, khitan massal sekaligus menggambarkan kepedulian UNS pada warga UNS maupun masyarakat umum. Kegiatan tahunan ini dinilai memiliki dampak positif sehingga perlu dilakukan terus menerus dengan berbagai perubahan dan peningkatan efektivitas.

Humas UNS