Pagelaran wayang kulit “Pandhawa Labuh” menghibur sivitas akademika UNS dan masyarakat pada 13 Juni 2026. Digelar untuk Dies Natalis ke-50 UNS, acara ini menampilkan Ki Purbo Asmoro dan menegaskan komitmen UNS melestarikan budaya serta nilai perjuangan, kepemimpinan, dan integritas.
UNS — Pagelaran wayang kulit dengan lakon Pandhawa Labuh berhasil menghibur sivitas akademika Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan masyarakat umum yang memadati Halaman Gedung dr. Prakosa UNS pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan budaya yang digelar dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-50 UNS tersebut menghadirkan dalang kondang Ki Purbo Asmoro, S.Kar., M.Hum.
Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., beserta jajaran Wakil Rektor, Ketua dan Sekretaris Senat Akademik, Wakil Ketua Majelis Wali Amanat (MWA), Ketua dan Sekretaris Dewan Profesor, para dekan, direktur, serta sejumlah tamu undangan. Turut hadir Ketua Ikatan Alumni (IKA) UNS, Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta, Komandan Kodim 0735/Surakarta, Bank Mitra serta masyarakat umum yang antusias menyaksikan pagelaran.
Sebelum pertunjukan wayang dimulai, para penonton disuguhi berbagai penampilan seni dari Badan Koordinasi Kesenian Tradisional (BKKT) UNS dan Tim Karawitan Sekar Rinonce Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNS.
Dalam sambutannya, Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit merupakan agenda budaya yang rutin diselenggarakan UNS setiap peringatan Dies Natalis. Pada momentum emas 50 tahun perjalanan UNS, lakon Pandhawa Labuh dipilih karena mengandung nilai-nilai perjuangan, kepemimpinan, integritas, dan pengabdian yang sejalan dengan semangat pengembangan universitas.
“Lima dekade perjalanan UNS merupakan perjalanan panjang yang penuh ikhtiar, kerja keras, pembelajaran, dan pengabdian. Pada usia emas ini, UNS tidak hanya merayakan berbagai capaian yang telah diraih, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus tumbuh menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing global, serta tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan dan budaya Indonesia,” ujar Prof. Hartono.



Lebih lanjut, Prof. Hartono menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit menjadi bagian penting dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.
“ UNS anggelar pagelaran ringgit purwa kanthi lakon ‘Pandhawa Labuh’, satunggaling cariyos ingkang kebak surasa luhur, jumbuh kaliyan lelampahan saha gegayuhan ingkang badhe dipun angkah dening UNS (UNS menggelar pagelaran wayang kulit dengan lakon ‘Pandhawa Labuh’, sebuah kisah yang sarat dengan nilai-nilai luhur serta sejalan dengan perjalanan dan cita-cita yang hendak diwujudkan oleh UNS),” terang Prof. Hartono.
Menurutnya, selain menjadi hiburan bagi sivitas akademika dan masyarakat, pagelaran wayang kulit juga merupakan sarana pelestarian budaya adiluhung bangsa. Wayang tidak hanya berfungsi sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan yang mengandung nilai moral, filosofi kepemimpinan, keteladanan, serta kebijaksanaan yang tetap relevan sepanjang zaman.
UNS berharap melalui pagelaran Pandhawa Labuh ini masyarakat semakin mencintai budaya bangsa sekaligus dapat mengambil hikmah dari nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya. Momentum Dies Natalis ke-50 ini juga diharapkan menjadi ruang refleksi bersama untuk menapaki perjalanan UNS menuju masa depan yang semakin maju, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.
Usai memberikan sambutan, Rektor UNS secara simbolis menyerahkan tokoh wayang kepada Ki Purbo Asmoro sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit Pandhawa Labuh. Penyerahan tersebut menjadi simbol komitmen UNS dalam melestarikan budaya bangsa sekaligus mengawali pertunjukan. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan pagelaran wayang kulit “Pandhawa Labuh” diadakan?
Pagelaran wayang kulit “Pandhawa Labuh” diadakan pada Sabtu, 13 Juni 2026. Lihat di artikel
Siapa dalang yang tampil dalam pagelaran wayang kulit “Pandhawa Labuh” di UNS?
Dalang kondang Ki Purbo Asmoro, S.Kar., M.Hum. yang tampil dalam pagelaran wayang kulit “Pandhawa Labuh”. Lihat di artikel
Mengapa lakon “Pandhawa Labuh” dipilih untuk Dies Natalis ke-50 UNS?
Lakon “Pandhawa Labuh” dipilih karena mengandung nilai-nilai perjuangan, kepemimpinan, integritas, dan pengabdian yang sejalan dengan semangat pengembangan universitas. Lihat di artikel
Apa tujuan UNS menggelar pagelaran wayang kulit?
UNS menggelar pagelaran wayang kulit untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa, serta sebagai sarana pelestarian budaya adiluhung bangsa. Lihat di artikel

















