Grup Riset Lingkungan dan Pengelolaan SDA Sekolah Pascasarjana UNS Berkegiatan Bersama Komunitas Bank Sampah Kabupaten Sukoharjo

Grup Riset Lingkungan dan Pengelolaan SDA Sekolah Pascasarjana UNS Berkegiatan Bersama Komunitas Bank Sampah Kabupaten Sukoharjo

UNS— Grup Riset Lingkungan dan Pengelolaan SDA Sekolah Pascasarjana UNS mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Sukoharjo dalam Praktik Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga yang Berkelanjutan. Kegiatan Pendampingan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga di Kabupaten Sukoharjo ini  dilaksanakan di Taman Kehati Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo pada Kamis (18/7/2024).

Pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr. Siti Khoiriyah, S.Si, M.Si. dan  beranggotakan Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc., Dr. Widya Mudyantini, M.Si., Dr. Chanel Tri Handoko, M.Sc., dan Dr. Widodo Aribowo, M.A. Acara dimulai dengan sambutan Kepala Program Studi S3 Ilmu Lingkungan UNS, Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc. Dalam sambutan tersebut, Beliau mengatakan bahwa  limbah itu bermanfaat dan perlu keterampilan serta teknologi dalam pengelolaannya. “Kami mendorong para peserta yang berasal dari pengelola bank sampah di Kabupaten Sukoharjo untuk selalu meningkatkan kemampuannya dalam pengelolaan limbah,” ujar Prof. Pranoto.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo, Agus Suprapto, S.T., M.T. dalam sambutan pembukaaannya mengatakan bahwa Masyarakat Sukoharjo sudah semakin meningkat kesadaran dan kepeduliannya terhadap pengelolaan limbah di Kawasan Sukoharjo. Komunitas Bank Sampah selalu berupaya untuk meningkatkan perannya dalam pengelolaan limbah.  Kegiatan ini diikuti oleh 40 pengelola Bank sampah se-kabupaten Sukoharjo,” terang Agus Suprapto.

Kegiatan diawali dengan paparan dan diskusi tentang pengolahan sampah rumah tangga dari Badan Riset Inovasi dan Nasional, yang dilakukan oleh Dr. Sri Wahyono dan Ir. Firman L. Sehwan. Diskusi sangat intens dan menarik, beberapa peserta mengajukan pertanyaan terkait pengalaman selama ini dalam pengeloaan sampah rumah tangga.

Mengawali paparannya, Dr. Wahyono menjelaskan bahwa beberapa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) belakangan ini ditutup. Bandung dan Yogyakarta disebut sebagai daerah darurat sampah, ibarat TPA adalah WC, maka jika ditutup dimana akan membuang sampah/kotoran rumah tangga? Dari kegundahan tersebut maka pengelolaan limbah rumah tangga harus lebih diaktifkan sehingga mengurangi sampah yang dihasilkan dari rumah tangga. Beragam teknik dalam pengelolaan sampah, misalnya Lubang Resapan Biopori (LRB) dengan variannya Loseda dan Teba, Komposter dengan variannya aerobik dan semi-aerobik, Pupuk Organik Cair (POC), biogas, Fermentor Eco-enzyme, Eco-briks, Pembuatan handy-craft dan bank sampah. Paparan dilanjutkan dengan praktek pembuatan fermentor eco-enzym inovatif, dan hasilnya dihibahkan kepada para peserta pelatihan.

Para peserta pelatihan sangat antusias dengan kegiatan ini, mereka bahkan mengharapkan keinginannya bahwa pelatihan seperti ini diadakan secara intensif sehingga kemampuan dalam mengelola sampah akan semakin meningkat. Para peserta ini sudah membentuk paguyuban komunitas pengelola Bank Sampah binaan Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo, dengan harapan agar selalu termotivasi dan semangat dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Sukoharjo. HUMAS UNS

Redaktur: Dwi Hastuti