Tim PKM-K UNS Kembangkan PATRASI sebagai Solusi Pemberantasan Helminthiasis pada Ayam

Tim PKM-K UNS Kembangkan PATRASI sebagai Solusi Pemberantasan Helminthiasis pada Ayam

UNS – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memanfaatkan potensi limbah domestik kulit pisang dan jeroan ikan bandeng guna memberantas helminthiasis atau infeksi cacing Ascaridia galli di usus ayam. Terobosan tersebut diberi nama PATRASI atau Pakan Ternak Ayam Antriparasit.

Melalui bimbingan drh. Wari Pawestri, M.Sc. dari Fakultas Peternakan (FaPet) UNS, tim PKM- K berinovasi untuk membuat pakan ternak ayam yang bisa dikonsumsi oleh segala umur ayam, mulai dari ayam starter, grower, dan finisher. Tim beranggotakan Shafa Hauna Annisa, Annisa Fajri Nur Rahman, dan Nurrohman dari Program Studi (Prodi) Agroteknologi FP UNS serta Lia Dwi Lestari dan Oktavia Yulia Ningsih dari Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS.

PATRASI merupakan pakan ayam yang bersifat renewable yang dapat mengatasi keberadaan limbah pertanian dan perikanan yang melimpah namun kurang dimanfaatkan. “Banyak saya temui usaha ikan bandeng yang mana belum memanfaatkan welaran ikan dengan baik, mereka biasa membakarnya begitu saja,” ujar Oktavia Yulia Ningsih selaku Manajer Produksi Tim PATRASI.

Hal yang sama disampaikan oleh Manager Humas PATRASI, Lia Dwi Lestari. “Di tempat saya, kulit pisang bernasib sama dengan waleran ikan itu. Banyak usaha pisang yang kulitnya tidak dimanfaatkan,” ujar Lia.

Dilatarbelakangi oleh hal tersebut, tim melakukan riset dan mengetahui bahwa jeroan ikan bandeng memiliki kandungan protein dan karbohidrat. Lalu pada kulit pisang juga terdapat senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang bermanfaat sebagai anthelmintik, yang dapat memberantas parasit. Dengan begitu tim PKM-K sepakat untuk membuat pakan ternak ayam antiparasit dengan kombinasi kedua limbah domestik tersebut.

“Patras memiliki arti baik, yaitu unik, keren, kreatif dan cerdas, sehingga harapannya PATRASI disukai oleh seluruh kalangan peternak baik skala kecil maupun besar,” imbuh Lia.

Ketua Tim PATRASI, Shafa Hauna Annisa menambahkan, dengan menambahkan, PATRASI telah melakukan tahapan uji analisis proksimat dan uji analisis energi serta mineral Kalsium (Ca) dan Fosfor (P) di Laboratorium Biokimia Nutrisi dan Laboratorium Pusat Penelitian Ternak Tropik, Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM). Berdasarkan hasil uji laboratorium, produk PATRASI mengandung protein sebesar 16,06 persen dan kalori sebesar 4014,640 kalori per gram. Jumlah tersebut mencukupi kandungan nutrisi yang dibutuhkan pada tubuh ayam. Tim juga mulai melakukan branding untuk produk PATRASI melalui beberapa media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube dan marketplace, yaitu Shopee. Saat ini, tim telah memasuki tahap pemesanan awal atau pre order yang dapat di update melalui akun Instagram @pkmkuns_patrasi.

“Kami berharap PATRASI dapat berkontribusi untuk memotivasi dan menumbuhkan jiwa kreativitas masyarakat, serta dapat mengubah pola pikir bahwasanya limbah tetap bisa menghasilkan keuntungan apabila dikelola dengan baik,” terang Shafa. Humas UNS

Reporter: Annisa Fakhira
Redaktur: Dwi Hastuti