Pimpinan UNS Melakukan Monitoring KKN di Desa Gumantar, Lombok Utara, NTB

Pimpinan UNS Melakukan Monitoring KKN di Desa Gumantar, Lombok Utara, NTB
Pimpinan UNS Melakukan Monitoring KKN di Desa Gumantar, Lombok Utara, NTB

UNS— Pimpinan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T. Ph.D. dan Direktur Direktorat Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan (DRAK), Dr. Sutanto, S.Si, DEA. Melakukan monitoring pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNS periode Juli-Agustus 2024 di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pelaksanaan Monitoring dilakukan di 6 dusun yang berada di 2 desa yang menjadi lokasi KKN mahasiswa UNS pada Senin (19/8/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dody juga menyampaikan akan menarik mahasiswa KKN yang berada di 6 dusun di Lombok Utara. Yaitu di Dusun Amor-Amor, Dusun Gumantar, Dusun Dasantereng dan Dusun Adat Beleq. Keempat Dusun tersebut berada di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan. Sedangkan 2 Dusun berada di Desa Genggelang, Kecamatan Gangga yaitu Dusun Senara dan Penjor.

Saat berada di Dusun Gumantar, rombongan dari UNS langsung disambut oleh Kepala Desa Gumantar, Japarti. Perwakilan dari masing-masing kelompok yang ada di Desa Gumantar menyampaikan program-program yang telah dilaksanakan selama 45 hari berada di Lokasi tersebut. Perwakilan dari Tim KKN UNS Kelompok 106 Dusun Gumantar, Rafi Himawan menyampaikan bahwa sambutan masyarakat Dusun Gumantar sangat bagus. Berbagai kegiatan bersama warga dilakukan mulai dari pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi, pemeriksaan kesehatan secara gratis, sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan dengan pengadaan bak sampah, edukasi keuangan, sosialisasi tentang stunting, melatih UMKM untuk go digital, kemudian mengajar olahraga di SD N 2 Gumantar, dan memperkenalkan cabang olahraga baru yaitu baseball serta memberikan peralatan olahraga berupa net voli.

Kemudian perwakilan dari Kelompok 103 KKN UNS yang berada di Dusun Amor-Amor, Vania Nissapuspita mengatakan bahwa sebelum menjalankan program, kelompok 103 berusaha untuk melakukan pendekatan kepada warga. Berbagai kegiatan dilakukan untuk menciptakan keakraban dengan warga. “Jadi kami dipeseni oleh Pak Kepala Desa, pokoknya buat warga nyaman dan akrab dulu. Makanya itu kami lakukan, kita sering masak bareng warga di Posko KKN,” ujar Vania.

Kemudian dilanjutkan dengan penyusunan program kerja. Program kerja yang sudah dilaksanakan di Dusun Amor-Amor yaitu melakukan pemeriksaan kesehatan gratis mulai dari cek tekanan darah serta pemeriksaan gula darah. Warga juga bisa melakukan konsultasi kesehatan. Lalu melakukan revitalisasi masjid, senam pagi, melatih UMKM supaya bisa digital, mengajar anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), mengajari anak-anak kecil Bahasa inggris dan melakukan sosialisasi dampak pernikahan dini kepada remaja.

Kemudian, dari tim Kelompok 101 KKN UNS di Dusun Dasantereng juga menjalankan program-program untuk warga. Melakukan edukasi tentang stunting, mengajar di pesantren, kemudian mengajari anak-anak di Dusun Dasantereng untuk belajar baca, tulis, hitung dan Bahasa Inggris. Lalu membuat papan pengumuman di dusun, dan renovasi kamar mandi umum. Kemudian dari kelompok 101 ini juga memanfaatkan hasil kebun warga supaya memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Salah satunya yaitu jambu mete. Sebagian besar orang, jambu mete hanya dimanfaatkan metenya saja. Padahal buah dari jambu mete ini dapat dimanfaatkan untuk membuat makanan dan minuman yang memiliki jual tinggi. Untuk buah dari jambu mete ini bisa dibuat sambal jambu mete yang rasanya enak, kemudian bisa dibuat abon serta bisa dibuat sirup jambu mete. Semoga setelah tim KKN UNS ini kembali ke Solo, pembuatan abon jambu mete, sambal jambu mete dan sirup jambu mete ini bisa dikembangkan lagi sehingga dapat berdampak pada perekonomian warga.

Kepala Desa Gumantar, Japarti mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah meluangkan waktu dan tenaga untuk mengabdikan diri di desanya. “Semoga program yang adik-adik mahasiswa berikan ke warga ini memberikan manfaat. Dan saya selaku Kepala Desa berharap semoga anak-anak disini termotivasi untuk menjadi seperti kakak-kakak mahasiswa, sehingga memiliki semangat belajar yang tinggi supaya kedepan bisa kuliah,” ujar Japarti.

Japarti juga mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dody dan jajaran atas perhatiannya terhadap Desa Gumantar. “UNS dan Gumantar ini memiliki ikatan batin karena sewaktu dulu ada Gempa, UNS sangat membantu kami. Termasuk UNS yang membangunkan Masjid di Gumantar yang sampai sekarang masjid tersebut masih berdiri tegak dan dimanfaatkan warga untuk kegiatan keagamaan,” imbuhnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T. Ph.D. yang hadir langsung ke Desa Gumantar mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat yang sudah menerima dengan baik mahasiswa KKN UNS. “Selain kami ingin tahu program apa saja yang sudah dilakukan oleh mahasiswa, kami juga mohon ijin pamit karena anak-anak harus kembali ke Solo untuk melanjutkan kuliah. Anak-anak akan kembali ke Solo pada 23 Agustus besok, mohon maaf apabila mahasiswa kami selama di Gumantar ada salah kepada warga,” ujar Prof. Dody.

Semoga ke depan UNS akan mengirim kembali mahasiswa KKN dengan jumlah yang lebih banyak. “Dan tentunya saya berharap Desa Gumantar akan semakin maju dan berkembang,” pungkasnya.

HUMAS UNS

Reporter: Dwi Hastuti