Tim Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNS menggelar Pengabdian kepada Masyarakat pada 14 Agustus 2026 di RSU PKU dr. Soemowidagdo Boyolali. Kegiatan ini melatih tenaga kesehatan dan staf administrasi tentang komunikasi efektif guna mendukung pelayanan prima di tengah transformasi digital.
UNS — Tim dosen dari Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mandiri bertajuk “Pelatihan Komunikasi Efektif dalam Mendukung Pelayanan Prima Rumah Sakit di Tengah Transformasi Digital”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Sakit Umum (RSU) PKU dr. Soemowidagdo Boyolali pada Jumat (14/8/2026).
Tim ini dipimpin oleh Dr. Tanti Hermawati, S.Sos., M.Si., merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat mandiri UNS tahun 2026.
Peserta kegiatan terdiri dari tenaga kesehatan dan staf administrasi dari berbagai unit di RSU PKU dr. Soemowidagdo Boyolali. “Keberagaman peserta ini menjadi hal yang penting, mengingat perawatan pasien melibatkan serangkaian proses yang membutuhkan komunikasi dan koordinasi lintas unit,” terang Dr. Tanti.
Dalam sambutannya, Direktur RSU PKU dr. Soemowidagdo Boyolali, dr. Dewi Susilowati, MMR., menyampaikan bahwa tema kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan rumah sakit yang baru diresmikan pembukaannya pada tahun 2024. Sebagai rumah sakit yang tergolong baru, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam hal komunikasi merupakan aspek krusial untuk meningkatkan kualitas layanan.

Materi pengabdian masyarakat ini dirancang untuk mengkaji komunikasi rumah sakit secara komprehensif melalui empat perspektif: komunikasi kesehatan, komunikasi efektif, komunikasi digital, dan komunikasi organisasi.
Dr. Tanti Hermawati, S.Sos., M.Si., memaparkan materi mengenai komunikasi kesehatan dan pentingnya komunikasi dalam mewujudkan pelayanan yang berpusat pada pasien. Sesi berikutnya disampaikan oleh Dr. Nora Nailul Amal, S.Sos., M.LMEd.Hons., yang berfokus pada komunikasi efektif di lingkungan rumah sakit. Ia juga menekankan pentingnya keselamatan dan kenyamanan pasien, sekaligus sarana untuk mendorong kolaborasi internal di antara staf rumah sakit.
Sementara itu, Monika Sri Yuliarti, S.Sos., M.Si., Ph.D., memaparkan pentingnya pengelolaan komunikasi digital rumah sakit melalui media sosial secara komprehensif. Menurutnya, kehadiran media sosial tidak cukup hanya dengan memperbanyak unggahan, tetapi juga perlu mengintegrasikan berbagai platform agar komunikasi rumah sakit lebih efektif dan optimal.
Sesi terakhir disampaikan oleh Dr. Chatarina Heny Dwi Surwati, S.Sos., M.Si.. Ia menyampaikan mengenai komunikasi organisasi sebagai penentu layanan prima yang menekankan kualitas pengalaman pasien sangat dipengaruhi oleh koordinasi dan komunikasi antarbagian, seperti pendaftaran, poliklinik rawat jalan, farmasi, dan laboratorium, serta unit-unit layanan lainnya.
Kegiatan ini merupakan wujud kontribusi universitas dalam membantu institusi layanan kesehatan menjawab kebutuhan yang terus berkembang di tengah transformasi digital. Melalui sinergi antara universitas dan rumah sakit, pengetahuan akademis dapat diterapkan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan organisasi serta meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh Prodi Ilmu Komunikasi UNS?
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas komunikasi efektif tenaga kesehatan dan staf administrasi RSU PKU dr. Soemowidagdo Boyolali untuk mendukung pelayanan prima.
Kapan dan di mana pelatihan komunikasi efektif ini dilaksanakan?
Pelatihan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum (RSU) PKU dr. Soemowidagdo Boyolali pada Jumat, 14 Agustus 2026. Lihat di artikel
Siapa saja yang menjadi peserta pelatihan komunikasi di RSU PKU dr. Soemowidagdo Boyolali?
Peserta kegiatan terdiri dari tenaga kesehatan dan staf administrasi dari berbagai unit di RSU PKU dr. Soemowidagdo Boyolali. Lihat di artikel
Materi apa saja yang dibahas dalam pelatihan komunikasi rumah sakit?
Materi mencakup komunikasi kesehatan, komunikasi efektif, komunikasi digital, dan komunikasi organisasi.



















