Berkolaborasi dengan MTI, UNS Jadi Tuan Rumah The 16th EASTS Conference 2025

Berkolaborasi dengan MTI, UNS Jadi Tuan Rumah The 16th EASTS Conference 2025

UNS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menunjukkan kontribusinya di tingkat internasional dengan menjadi tuan rumah The 16th EASTS Conference 2025. Konferensi ini resmi dibuka pada Senin (1/9/2025) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS. The Eastern Asia Society for Transportation Studies (EASTS) Conference merupakan agenda dua tahunan yang mempertemukan para akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan di bidang transportasi. Tahun ini, konferensi ini mengusung tema “Harnessing Local Wisdom and Green Technology to Build a Sustainable Transport Sector in Eastern Asia.”

Konferensi ini dihadiri oleh Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Komjen Pol (Purn) Drs. Suntana, M.Si.; Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, Wida Nurfaida, S.T., M.T.; Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Tory Damantoro, S.T., MPPM, M.Sc.; Perwakilan dari Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta; Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Irjen Polisi Ribut Hariwibowo; Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto; Wakil 1 Kepala EASTS, Prof. Yu-chiun Chiou; Kepala KOTI, Dr. Kim Young-chan; dan seluruh tamu undangan lainnya.

Konferensi dibuka dengan laporan dari Ketua Pelaksana The 16th EASTS Conference 2025, Prof. Bagus Hario Setiadji, S.T., M.T., Ph.D. Dalam laporannya, Prof. Bagus menyampaikan bahwa Eastern Asia Society for Transportation Studies (EASTS) merupakan sebuah organisasi profesional yang didirikan pada bulan November 1994. Tujuan dari EASTS adalah untuk mengembangkan penelitian dan praktik transportasi serta memperluas pengetahuan di kawasan Asia. Hingga saat ini, The EASTS Conference menjadi salah satu kegiatan utama dari organisasi tersebut dan telah terselenggara sebanyak 15 kali, sehingga tahun ini menjadi penyelenggaraan yang ke-16.

“Kota Surakarta menjadi kota kedua di Indonesia yang menjadi tuan rumah konferensi ini. Kota sebelumnya adalah Kota Surabaya yang menyelenggarakannya pada tahun 2009. Tahun ini, konferensi EASTS dihadiri oleh lebih dari 600 peserta dari 28 negara, yang akan mempresentasikan 468 makalah, terdiri dari 351 presentasi lisan dan 117 presentasi poster. Selama tiga hari ke depan, kita akan berpartisipasi dalam dua forum utama (keynote forum), sembilan sesi teknis, serta berbagai kegiatan lainnya, termasuk lima acara pendamping dan tiga aktivitas konferensi,” imbuh Prof. Bagus dalam laporannya.

Lebih lanjut, Prof. Bagus menekankan pentingnya konferensi ini sebagai wadah kolaborasi yang mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru bagi kemajuan transportasi berkelanjutan. Selain itu, Kota Surakarta sebagai tuan rumah juga berkomitmen untuk mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan maksimal. Konferensi ini diharapkan tidak hanya menghadirkan wawasan yang mendalam, tetapi juga memberikan hasil nyata dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan lintas negara.

Selain kegiatan akademik, Prof. Bagus menyampaikan bahwa seluruh peserta dapat menikmati kekayaan budaya Jawa yang begitu kental di Kota Surakarta, menjelajahi kuliner khasnya, menyaksikan ragam atraksi budaya yang memikat, dan merasakan kehangatan masyarakat setempat. Ia juga menyampaikan harapannya agar para peserta mendapatkan kenangan yang indah dan tak terlupakan. Selain itu, ia menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.

“Mari kita jadikan konferensi ini sebagai wadah kerja sama dan inovasi menuju kemajuan transportasi berkelanjutan. Akhir kata, kami mengucapkan selamat mengikuti konferensi, semoga menghasilkan jejaring yang bermanfaat, serta pengalaman yang menyenangkan di Kota Surakarta,” pungkas Prof. Bagus dalam laporan sekaligus sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Hartono menegaskan bahwa konferensi ini mempertemukan para pembuat kebijakan, peneliti, praktisi, serta pelaku industri yang dipersatukan oleh komitmen bersama untuk memajukan transportasi berkelanjutan di kawasan Asia Timur. Tema konferensi tahun ini selaras dengan visi UNS terhadap masa depan. Di era sekarang, transportasi bukan hanya tentang mobilitas, tetapi tentang membangun konektivitas berkelanjutan, konektivitas yang mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan keadilan sosial, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan menggabungkan inovasi teknologi hijau dan kearifan lokal masyarakat, kita dapat merancang sistem transportasi yang inklusif, tangguh, dan berorientasi pada masa depan. “Sebagai universitas yang berkomitmen memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui penelitian, inovasi, dan pengabdian, UNS merasa sangat bangga dapat menyelenggarakan forum penting ini. Kami percaya bahwa menjembatani teori dan praktik keilmuan merupakan kunci dalam merumuskan kebijakan dan solusi yang nyata bagi dunia,” imbuhnya.

Menurutnya, menjadi tuan rumah The 16th EASTS Conference 2025 merupakan kesempatan untuk memperkuat kolaborasi, yang merupakan unsur utama dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi kita semua. Selain itu, Prof. Hartono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah mendukung terselenggaranya konferensi ini. “Saya dengan tulus berharap konferensi ini menjadi forum yang bermakna bagi kolaborasi dan inovasi, dan seluruh peserta memperoleh pengalaman yang inspiratif dan produktif sepanjang konferensi ini berlangsung,” pungkasnya.

Acara semakin hangat dengan sambutan utama sekaligus pembuka rangkaian acara The 16th EASTS Conference 2025 oleh Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Komjen Pol (Purn) Drs. Suntana, M.Si. Suntana menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen penyelenggara atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam menyelenggarakan seluruh rangkaian acara ini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh delegasi yang datang dari berbagai penjuru Asia Timur dan dunia, baik untuk berkontribusi dalam forum akademik, mempresentasikan hasil penelitian, maupun membangun jejaring kolaborasi strategis.

Lebih lanjut, Suntana menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, dianugerahi kekayaan alam dan keragaman budaya, tetapi kondisi geografisnya juga menghadirkan tantangan tersendiri. Hal ini menuntut adanya pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan konektivitas nasional. Dalam konteks tersebut, infrastruktur transportasi bukan sekadar sebuah sektor biasa, melainkan tulang punggung negara, pemerataan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.

“Selaras dengan tema hari ini, Satu Bangsa, Terkoneksi: Integrasi Infrastruktur Darat, Laut, dan Udara, penting untuk dipahami bahwa konektivitas holistik bukan hanya sekadar menghubungkan jalan, pelabuhan, dan bandara. Konektivitas holistik berarti membangun ekosistem transportasi yang menyeluruh, yang mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan rakyat,” imbuhnya.

Suntana mewakili Menteri Perhubungan, mengajak komunitas EASTS dan seluruh peserta untuk memanfaatkan konferensi ini sebagai ruang inspirasi, kolaborasi, dan refleksi mengenai tantangan dan peluang di dunia transportasi. “Yakinlah, setiap langkah inovatif, setiap gagasan kolaboratif, dan setiap kebijakan progresif yang kita rumuskan hari ini akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang dan memperkuat peradaban Asia Timur sebagai model perubahan bagi dunia,” pungkas Suntana sekaligus secara resmi membuka acara The 16th EASTS Conference 2025.
Humas UNS