GASPOL Goes to Campus Hadir di UNS, Rektor Soroti Pentingnya Literasi Digital Mahasiswa

GASPOL _Goes to Campus_ Hadir di UNS, Rektor Soroti Pentingnya Literasi Digital Mahasiswa

Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar GASPOL Goes to Campus pada Selasa (24/2/2026) di FISIP UNS, berkolaborasi dengan Kompas.com. Rektor UNS menekankan pentingnya literasi digital mahasiswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi tuan rumah digelarnya GASPOL (Gagasan Politik) Goes to Campus. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi UNS dengan Kompas.com yang diselenggarakan di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS, Selasa (24/2/2026).

Acara tersebut menghadirkan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima; musisi sekaligus vokalis The Jeblogs, Amir M; serta jajaran pimpinan redaksi Kompas.com. Sedikitnya 180 Mahasiswa mengikuti secara langsung live podcast GASPOL yang telah aktif sejak 2022 tersebut.

Dalam sambutannya, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menyampaikan bahwa terpilihnya UNS sebagai tuan rumah GASPOL Goes to Campus 2026 merupakan bagian dari komitmen strategis kampus dalam menjalankan Rencana Strategis UNS, yaitu DREAMTEAM. Salah satu nilai utama dalam DREAMTEAM adalah ACTIVE, yakni menginisiasi dan mengoptimalkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kolaborasi dengan Kompas.com sebagai salah satu kanal berita daring yang kredibel di Indonesia merupakan wujud nyata semangat tersebut,” ujar Prof. Hartono.

Prof. Hartono menekankan bahwa kehadiran GASPOL Goes to Campus diharapkan dapat memperkuat literasi digital mahasiswa. Mengacu pada berbagai laporan global, seperti dari UNESCO dan World Economic Forum, literasi digital disebut sebagai kompetensi kunci abad ke-21. Individu dengan literasi digital yang baik dinilai lebih mampu memilah informasi, terhindar dari disinformasi, serta adaptif terhadap dinamika dunia kerja.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih menjadi tantangan. Tingginya akses internet dan penetrasi media sosial belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan verifikasi informasi, pemahaman konteks, serta sikap kritis terhadap konten digital.

“Jangan sampai generasi muda kita hanya menjadi generasi ‘receive and share’ tanpa proses berpikir kritis. UNS memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan ‘receive, cross-check, and share’,” tegasnya.

Selain menghadirkan live podcast, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi coaching clinic. Dalam sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan pembekalan langsung dari para profesional Kompas.com mengenai proses kreatif di dunia media dan komunikasi, strategi membangun personal branding yang otentik, serta peningkatan kapasitas literasi digital.

Prof. Hartono juga menyoroti besarnya peluang ekonomi digital di Indonesia yang terus bertumbuh, didorong oleh sektor e-commerce, fintech, edutech, dan industri kreatif berbasis konten. Menurutnya, ruang digital bukan hanya arena percakapan, tetapi juga ruang penciptaan nilai ekonomi dan sosial.

“Mahasiswa FISIP UNS tidak hanya perlu menjadi digital talent yang siap bekerja di industri, tetapi juga inisiator dan kreator dalam ekosistem digital. Menjadi content creator yang bertanggung jawab, analis kebijakan berbasis data, komunikator politik yang beretika, serta wirausaha sosial yang memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan publik,” ungkapnya.

Prof. Hartono menyampaikan apresiasi kepada Kompas.com atas inisiatif menghadirkan GASPOL Goes to Campus. Pihaknya berharap kolaborasi antara media dan perguruan tinggi ini dapat terus berlanjut dalam berbagai bentuk kerja sama yang lebih luas dan berdampak.

Asisten Managing Editor News Video Kompas.com, Inggried Dwi Wedhaswary, menyampaikan bahwa UNS menjadi kampus pertama yang dipilih Kompas.com untuk penyelenggaraan program GASPOL Goes to Campus. Pemilihan ini didasarkan pada posisi strategis UNS sebagai salah satu jangkar perguruan tinggi yang berpengaruh di Jawa Tengah.

Menurut Inggried, program GASPOL Goes to Campus merupakan bagian dari komitmen Kompas.com untuk menjalin kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam membentuk generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir kritis terhadap berbagai realitas sosial, politik, dan informasi yang berkembang di sekitarnya.

Melalui rangkaian kegiatan GASPOL Goes to Campus, Kompas.com tidak hanya menghadirkan diskusi publik, tetapi juga kelas pelatihan yang dirancang untuk memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa. Kelas tersebut mencakup berbagai materi, mulai dari proses produksi konten digital, pemanfaatan media sosial secara positif, hingga penguatan literasi digital.

“Kami berharap mahasiswa dapat menambah keterampilan dan pengetahuan, khususnya terkait produksi konten, memahami bagaimana memanfaatkan media sosial sebagai ruang berbagi yang positif. Mahasiswa juga diharapkan semakin kritis terhadap informasi yang diterima karena memiliki kemampuan literasi digital yang baik,” jelas Inggried. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu GASPOL Goes to Campus yang diadakan di UNS?

GASPOL (Gagasan Politik) Goes to Campus adalah kegiatan kolaborasi antara UNS dan Kompas.com yang diselenggarakan untuk memperkuat literasi digital mahasiswa.

Kapan dan di mana GASPOL Goes to Campus dilaksanakan di UNS?

Acara GASPOL Goes to Campus dilaksanakan di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS pada Selasa, 24 Februari 2026. Lihat di artikel

Mengapa literasi digital penting bagi mahasiswa menurut Rektor UNS?

Rektor UNS menekankan bahwa literasi digital adalah kompetensi kunci abad ke-21 yang membantu mahasiswa memilah informasi, terhindar dari disinformasi, dan adaptif terhadap dunia kerja. Lihat di artikel

Selain diskusi, apa saja kegiatan lain dalam GASPOL Goes to Campus di UNS?

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi coaching clinic dari Kompas.com mengenai proses kreatif media, personal branding, dan peningkatan literasi digital. Lihat di artikel

Apa harapan UNS terhadap kolaborasi dengan Kompas.com?

UNS berharap kolaborasi antara media dan perguruan tinggi ini dapat terus berlanjut dalam berbagai bentuk kerja sama yang lebih luas dan berdampak. Lihat di artikel