Solusi Pakan dan Pupuk Ramah Lingkungan: Mahasiswa KKN UNS 78 Sosialisasikan Budidaya Azolla Media Galon

Solusi Pakan dan Pupuk Ramah Lingkungan: Mahasiswa KKN UNS 78 Sosialisasikan Budidaya Azolla Media Galon

Mahasiswa KKN-T UNS Kelompok 78 mensosialisasikan budidaya Azolla media galon bekas di Magelang pada 28 Januari 2026. Inovasi ini menawarkan solusi pupuk dan pakan ternak ramah lingkungan serta ekonomis bagi kelompok tani.

UNSMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 78 Tahun 2026 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memperkenalkan inovasi budidaya Azolla menggunakan media galon bekas kepada kelompok tani di Desa Somokaton, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Inovasi ini menawarkan solusi ramah lingkungan sekaligus ekonomis untuk kebutuhan pupuk dan pakan ternak.

Program sosialisasi yang dilaksanakan pada 28 Januari 2026 tersebut dihadiri oleh 20 anggota kelompok tani. Kegiatan menghadirkan narasumber Indra Nurhidayat Syah Putra, mahasiswa Agroteknologi UNS, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Achmad Basuki. Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, praktik langsung, serta sesi diskusi bersama para petani.

Azolla merupakan tanaman paku air yang bersimbiosis dengan bakteri Anabaena azollae yang mampu mengikat nitrogen dari udara. Kemampuan ini menjadikan Azolla sebagai pupuk organik alami yang dapat diaplikasikan langsung di lahan pertanian maupun diolah menjadi kompos. Selain itu, Azolla juga memiliki kandungan nutrisi tinggi yang bermanfaat sebagai pakan alternatif untuk berbagai jenis ternak, seperti ikan lele, nila, gurame, unggas, serta ruminansia seperti sapi dan kambing.

Dalam program ini, mahasiswa memanfaatkan galon air mineral bekas sebagai media tanam. Metode ini dinilai praktis, hemat biaya, serta mudah diterapkan di lahan terbatas, termasuk di pekarangan rumah. “Selain mendukung efisiensi produksi, pemanfaatan galon bekas juga sejalan dengan prinsip reduce dan reuse dalam pengelolaan limbah plastik,” terang Indra Nurhidayat kepada uns.ac.id, Senin (23/2/2026).

Proses budidaya dilakukan dengan menyiapkan media berupa galon bekas yang diisi tanah sebanyak 500 gram, pupuk kandang dosis rendah sekitar 10 gram, air sebanyak 5 liter, dan bibit Azolla sebanyak 5 gram. Azolla dapat tumbuh optimal pada ketinggian air 15–30 cm, suhu 25–30°C, serta paparan sinar matahari langsung.

Salah satu peserta, Tri Sumarjo, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi petani. “Bagi saya, petani awam, kegiatan tersebut merupakan pengetahuan baru yang saya sendiri belum tahu mengenai Azolla dan memang layak untuk dibudidayakan, di samping untuk menunjang pakan ternak juga untuk kesuburan tanah,” ujarnya.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat mengadopsi praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pemanfaatan Azolla berpotensi mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sekaligus menekan biaya produksi pertanian dan peternakan.

Tim KKN-T UNS Kelompok 78 berharap inovasi sederhana ini dapat menjadi langkah awal menuju sistem pertanian berkelanjutan yang meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Pemanfaatan galon bekas menjadi media budidaya Azolla membuktikan bahwa inovasi yang sederhana dapat memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan masyarakat desa.

Program ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan ke-15 tentang Ekosistem Daratan melalui penerapan praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu Azolla dan manfaatnya?

Azolla adalah paku air yang bersimbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen. Kandungannya tinggi nutrisi bermanfaat sebagai pupuk organik dan pakan alternatif ternak. Lihat di artikel

Bagaimana cara budidaya Azolla menggunakan galon bekas?

Prosesnya meliputi penyiapan galon bekas dengan tanah, pupuk kandang dosis rendah, air, dan bibit Azolla, lalu ditempatkan pada ketinggian air optimal. Lihat di artikel

Apa keunggulan metode budidaya Azolla dengan galon bekas?

Metode ini praktis, hemat biaya, mudah diterapkan di lahan terbatas, serta sejalan dengan prinsip reduce dan reuse pengelolaan limbah plastik. Lihat di artikel

Siapa yang membimbing program KKN UNS ini?

Program ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Achmad Basuki. Lihat di artikel