Konferensi Nasional PKM-CSR ke-12, Rektor UNS: Kolaborasi Riset, Pengabdian, dan CSR Harus Hasilkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Konferensi Nasional PKM-CSR ke-12, Rektor UNS: Kolaborasi Riset, Pengabdian, dan CSR Harus Hasilkan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Dengarkan artikel

Rektor Universitas Sebelas Maret menekankan pentingnya kolaborasi riset, pengabdian, dan Corporate Social Responsibility (CSR) agar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dalam Konferensi Nasional PKM-CSR ke-12.

UNS – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan dunia usaha guna mewujudkan pendidikan, riset, serta pengabdian masyarakat yang berdampak langsung. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) ke-12 yang digelar beriringan dengan UNS Innovation Festival 2026 di UNS Tower, Surakarta, Kamis (29/10/2026).

Prof. Hartono menekankan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti sekadar pemenuhan kewajiban administratif atau serapan program formal. Pengabdian institusi pendidikan tinggi harus mampu menggerakkan transformasi sosial-ekonomi yang manfaatnya dirasakan nyata oleh publik secara berkesinambungan.

“Pengabdian perlu dibangun melalui kolaborasi yang kokoh, berbasis kebutuhan riil di lapangan, memanfaatkan hasil riset dan keahlian akademik, serta dilaksanakan secara berkelanjutan,” tegas Prof. Hartono.

Ia menjelaskan, orientasi tersebut selaras dengan pilar Active dalam Rencana Strategis (Renstra) DREAMTEAM UNS. Nilai ini menjadi pijakan universitas untuk aktif menjemput kemitraan, memperluas jejaring kerja sama lintas sektor, serta memastikan kehadiran solutif kampus di tengah persoalan masyarakat.

“Sinergi antara kapasitas keilmuan perguruan tinggi dan sumber daya, pengalaman, serta komitmen sosial dunia usaha adalah kunci utama program pemberdayaan. Melalui kolaborasi ini, program dapat dirancang lebih tepat sasaran, diperluas jangkauan manfaatnya, dan dijaga kesinambungannya,” tambahnya.

Penyelenggaraan agenda ini merupakan inisiatif kolaboratif Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS bersama Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI). Rangkaian acara turut memadukan 1st International Conference on Community Services and Sustainable Development Goals (SDGs), pameran inovasi UNS Innovation Festival, serta kompetisi solusi teknologi UNS Innovation Hackathon.

Penguatan Ekosistem Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi

Lebih lanjut, Prof. Hartono menyoroti peran strategis Kawasan Sains dan Teknologi (KST) UNS sebagai simpul terpadu hilirisasi riset. KST dirancang sebagai ruang temu produktif antara aktivitas penelitian, perlindungan kekayaan intelektual (KI), inkubasi bisnis rintisan, dan sektor industri komersial.

Menurutnya, keberhasilan ekosistem inovasi tidak semata-mata bertumpu pada ketersediaan sarana fisik laboratorium, melainkan ditentukan oleh kultur kolaborasi yang terbuka, kualitas pendampingan, serta kepercayaan mitra industri.

“Kami mengajak seluruh fakultas, lembaga, dan unit kerja di UNS untuk menjadikan Kawasan Sains dan Teknologi sebagai rumah bersama dalam mengakselerasi hilirisasi riset. Temuan ilmiah tidak boleh berhenti di jurnal atau rak perpustakaan, melainkan harus ditransformasikan menjadi produk inovasi yang menjawab kebutuhan bangsa dan membuka peluang lapangan kerja baru,” ujarnya.

Pada penutupan sambutan, Rektor UNS mengapresiasi kontribusi seluruh pemangku kepentingan yang menyukseskan gelaran ini, meliputi jajaran ASPPI, Pemerintah Kota Surakarta, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mitra industri, pengelola KST, serta tim UNS Innovation Hub. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tema utama yang ditekankan oleh Rektor dalam Konferensi Nasional PKM-CSR ke-12?

Kolaborasi riset, pengabdian, dan CSR harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.