Rintis Wirausaha Lewat Bahasa dan Sastra, Tim UNS Bekali Siswa SMAN 3 Salatiga Gali Identitas Kota Toleran

Rintis Wirausaha Lewat Bahasa dan Sastra, Tim UNS Bekali Siswa SMAN 3 Salatiga Gali Identitas Kota Toleran

Tim PKM UNS membekali 56 siswa SMAN 3 Salatiga dengan kompetensi wirausaha kreatif berbasis bahasa dan sastra. Kegiatan ini bertujuan menggali identitas Salatiga sebagai kota toleran melalui produk kreatif pada Rabu (15/7/2026), mendukung SDG 4, 8, dan 16.

UNS — Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan bertajuk Peningkatan Kompetensi Wirausaha Kreatif Berbasis Bahasa dan Sastra pada Siswa SMAN 3 Salatiga melalui Eksplorasi Identitas Salatiga sebagai Kota Toleran di SMA Negeri 3 Salatiga, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 56 siswa terpilih dan dihadiri oleh jajaran sekolah.

Program ini merupakan inisiasi tim pengabdian UNS yang diketuai oleh Dr. Chafit Ulya, M.Pd., dengan anggota Dr. Titi Setiyoningsih, M.Pd., Aprilia Rizki Arifah, M.Pd., Nur Annisa Lailatul Mila, Tirza Marshanda Hartono, dan Alethea Laksmita Proborini. Melalui kegiatan tersebut, tim PKM berupaya membekali siswa dengan kompetensi kewirausahaan berbasis bahasa dan sastra sekaligus mengangkat identitas Kota Salatiga sebagai kota yang dikenal menjunjung tinggi nilai toleransi.

Ketua Tim PKM, Dr. Chafit Ulya, M.Pd., menjelaskan bahwa pengembangan kewirausahaan tidak selalu berangkat dari produk konvensional, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kreativitas yang bersumber dari bahasa, sastra, dan budaya lokal.

“Kegiatan pengabdian ini kami laksanakan dengan maksud untuk meningkatkan kompetensi wirausaha siswa melalui produk berbasis bahasa dan sastra, yang sekaligus dapat mencerminkan bahwa Salatiga adalah kota toleran,” ujar Dr. Chafit Ulya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 3 Salatiga, Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd., M.Si., yang mewakili Kepala Sekolah. Ia mengapresiasi kolaborasi antara UNS dan SMA Negeri 3 Salatiga serta mendorong para peserta memanfaatkan kesempatan belajar secara optimal.

“Pengabdian ini adalah salah satu dari tiga tugas dosen, yakni pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Kegiatan hari ini adalah wujud pengabdian, dan ini adalah kegiatan yang baik. Silakan manfaatkan kesempatan ini, karena 56 siswa yang hadir adalah siswa-siswa terpilih. Manfaatkan peluangnya dengan maksimal,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan SMAN 3 Salatiga, Dian Indrihartani, S.Sos., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada tim PKM UNS atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengajak para siswa untuk terus belajar, berkarya, dan mengerjakan setiap proses dengan sungguh-sungguh agar memberikan manfaat dan keberkahan.

Rangkaian kegiatan diisi dengan tiga sesi pelatihan yang saling melengkapi. Pada sesi pertama, Dr. Chafit Ulya, M.Pd., memaparkan pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini melalui pengembangan ide-ide kreatif. Ia menjelaskan tahapan menggali, mengolah, hingga mengemas ide menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Sesi kedua menghadirkan Aprilia Rizki Arifah, M.Pd., yang mengulas pentingnya desain dalam mendukung pengembangan produk kreatif. Ia memberikan materi mengenai pengemasan ide ke dalam desain grafis yang menarik, komunikatif, dan memiliki daya saing di pasar.

Selanjutnya, pada sesi ketiga, Dr. Titi Setiyoningsih, M.Pd., memperkenalkan cerpen sebagai salah satu media kreatif yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Dalam paparannya, ia membimbing siswa menggali ide cerita, menyusun alur, serta menulis cerpen yang baik sebagai bagian dari produk kreatif berbasis literasi.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Siswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mengikuti berbagai latihan yang diberikan narasumber. Interaksi yang terbangun mencerminkan tingginya minat generasi muda dalam mengembangkan kewirausahaan yang berpijak pada potensi bahasa, sastra, dan budaya lokal.

Melalui kegiatan ini, Tim PKM UNS berharap para siswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai kewirausahaan kreatif, tetapi juga mampu menghasilkan karya berbasis bahasa dan sastra yang mengangkat identitas Kota Salatiga sebagai kota toleran.

Produk-produk tersebut diharapkan memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi media penyebarluasan pesan literasi, keberagaman, dan toleransi di tengah masyarakat.

Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kompetensi, kreativitas, dan literasi siswa. Program ini juga berkontribusi pada SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini melalui pengembangan produk kreatif berbasis bahasa dan sastra. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan nilai-nilai toleransi serta penghargaan terhadap keberagaman yang diwujudkan dalam karya-karya kreatif para siswa. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan kegiatan Peningkatan Kompetensi Wirausaha Kreatif di SMAN 3 Salatiga?

Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan kompetensi kewirausahaan berbasis bahasa dan sastra sekaligus mengangkat identitas Salatiga sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi. Lihat di artikel

Bagaimana UNS membantu siswa mengembangkan ide wirausaha?

Tim PKM UNS memandu siswa dalam menggali, mengolah, dan mengemas ide menjadi produk yang memiliki nilai jual, serta mendukung pengembangan produk kreatif melalui desain grafis. Lihat di artikel

Media kreatif apa yang diperkenalkan untuk peluang usaha?

Cerpen diperkenalkan sebagai salah satu media kreatif yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha, dengan membimbing siswa dalam menggali ide cerita dan menulis cerpen yang baik. Lihat di artikel

Bagaimana kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)?

Program ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).