UNS— Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjalin kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) Republik Indonesia (RI). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara keduanya yang berlangsung di Gedung Ki Hadjar Dewantara UNS Tower, Jumat (8/8/2025).
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D. menyambut dengan hangat kehadiran Sekretaris Kemenko Infra, Ayodhia G. L. Kalake beserta rombongan.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk mendukung pengembangan infrastruktur nasional melalui sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi. UNS siap berkontribusi dalam bidang riset, kebijakan, dan pengembangan sumber daya manusia,” terang Prof. Irwan.
Sementara itu, Sekretaris Kemenko Infra, Ayodhia G. L. Kalake menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kerja sama penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah dan instansi pendidikan, khususnya dalam upaya pengembangan infrastruktur nasional yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.



“Kami meyakini bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis sebagai mitra dalam mendukung proses perumusan kebijakan, kajian akademik, pengembangan inovasi dan tentu juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan,” ujar Ayodhia.
Ayodhia berharap, penandatanganan nota kesepahaman bersama ini tidak hanya menjadi dokumen seremonial, tetapi dapat menjadi landasan kerja sama yang konkret dan berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, UNS dan Kemenko Infra dapat berkolaborasi dalam bidang penelitian dan pengembangan infrastruktur, penyusunan kajian kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai program lainnya yang mendukung agenda pembangunan infrastruktur nasional.
“Tiga prioritas utama Bapak Presiden dalam Asta Cita adalah swasembada pangan, air, dan energi. Ketiga hal tersebut tentu memerlukan dukungan infrastruktur yang kuat dan terintegrasi. Oleh karena itu, kami sangat terbuka untuk menerima masukan serta dukungan dari kalangan akademisi, khususnya dari UNS, guna mendorong sinergi antarsektor. Ini menjadi bukti bahwa kebijakan publik harus disusun berdasarkan kajian ilmiah yang kuat,” imbuhnya.
Sebagai mitra strategis, kami berharap UNS dapat berperan aktif dalam mendukung pencapaian target pembangunan infrastruktur kewilayahan secara berkelanjutan. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sambutan hangat yang diberikan. Kami juga berharap bahwa kerja sama ini benar-benar dapat direalisasikan melalui kolaborasi nyata yang melibatkan sivitas akademika UNS dalam berbagai program strategis ke depan,” pungkasnya. HUMAS UNS


















