UNS – Rangga Alif Excellino, meraih penghargaan sebagai Putra Intelegensia dalam ajang pemilihan Putra Putri Jawa Tengah 2025. Rangga merupakan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Ajang ini diikuti oleh puluhan finalis dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Rangga masuk dalam jajaran Top 10 Putra Putri Jawa Tengah dan dinobatkan sebagai Putra Intelegensia. Penghargaan ini diberikan kepada finalis yang dinilai memiliki kecerdasan, wawasan luas, dan kemampuan berpikir kritis. Baginya, penghargaan ini bukan sekadar gelar, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab.
Ketertarikan Rangga mengikuti ajang ini berawal dari keinginannya untuk terus berkembang di luar kegiatan akademik. Setelah menyandang predikat Duta FMIPA UNS 2024, ia termotivasi mencari wadah baru untuk berkembang dan berkontribusi. Saat menemukan informasi tentang ajang ini melalui media sosial, ia merasa ajang tersebut sejalan dengan minatnya di bidang budaya dan pariwisata.
“Karena saya memang punya ketertarikan di bidang budaya dan pariwisata, saya mencari ajang yang relevan dan akhirnya menemukan informasi tentang Putra Putri Jawa Tengah,” ujar Rangga kepada uns.ac.id, Kamis (7/8/2025).
Tahapan seleksi dalam ajang ini berlangsung ketat, mulai dari seleksi administrasi, wawasan tertulis, wawancara, uji advokasi, proses karantina, Shashing Ceremony & Preliminary Night, hingga malam puncak pemilihan. Para finalis memperoleh sejumlah materi dan pengalaman melalui sesi City Tour di Lawang Sewu, Inspiring Session, Catwalk, serta Beauty & Handsome Class. Grand final menjadi puncak penilaian yang mencakup sesi penyampaian advokasi, keyword & motion challenge, tanya jawab, hingga penampilan panggung.
Menjadi mahasiswa aktif sekaligus finalis ajang ini tentu bukan hal mudah. Rangga menjalani masa persiapan bersamaan dengan perkuliahan dan juga ajang Duta Kampus UNS tahun 2025. Ia berupaya membagi fokus antara kegiatan akademik dan kompetisi. Tentunya, Rangga tetap berkomitmen tampil maksimal di keduanya.
“Bukanlah hal yang mudah, tapi di tengah berbagai tuntutan ini, saya berusaha untuk tetap all out di semua aspek. Tetap aktif mengikuti perkuliahan agar nilai akademik saya terus berprogres, sembari mempersiapkan dua kompetisi besar sekaligus dengan sebaik mungkin,” ungkap Rangga.



Menurutnya, penghargaan Putra Intelegensia menjadi representasi peran pemuda dalam menyuarakan isu sosial dan budaya secara kritis dan solutif. Pemuda harus memiliki kepekaan terhadap realitas sosial serta mampu menyampaikan pesan melalui media yang relevan. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk bersuara dan berkontribusi nyata di masyarakat. Setelah ajang ini, Rangga tergabung dalam paguyuban alumni untuk melanjutkan advokasi dan kegiatan sosial. Ia berencana menjalankan edukasi budaya dan pariwisata melalui media sosial serta kegiatan langsung ke masyarakat.
“Gelar ini juga jadi jembatan informasi, mengajak masyarakat untuk lebih mengenal budaya, pariwisata, dan potensi bahari yang kita miliki. Bagi saya, ini adalah dorongan untuk terus aktif menyuarakan hal-hal positif dan berpikir kritis dalam menghadapi isu sosial dan budaya yang ada di sekitar kita,” tuturnya.
Rangga juga menyampaikan pesan bagi mahasiswa UNS lainnya untuk tidak ragu mengeksplorasi potensi di luar akademik. Menurutnya, dunia saat ini menuntut kombinasi kemampuan akademik dan keterampilan sosial. Aktif berkegiatan dapat memperkaya pengalaman dan membentuk karakter yang tangguh serta adaptif.
“Jangan takut untuk mencoba dan jangan takut gagal. Rasa ragu itu manusiawi, tapi yang terpenting adalah keberanian untuk terus melangkah. Kenali dirimu, gali minat dan potensi terbaikmu, lalu kembangkan dengan penuh dedikasi dan semangat,” pesan Rangga.
Humas UNS


















