UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan AppliedHE bekerja sama dalam menyelenggarakan AppliedHE Xchange 2025 di InterContinental Bali. Dalam kesempatan tersebut, UNS mengundang Sekretaris Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Basaria Tiara Desika L. GAOL, S.E., M.M, sebagai pembicara pada Senin (24/2/2025). Beliau menyoroti pentingnya menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pasar global dalam era perdagangan bebas.
Dengan penyampaian materi yang berjudul “Curriculum Alignment with Market Needs in the Context of Free Trade”, Basaria menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Beberapa faktor utama yang mempengaruhi perdagangan global meliputi kekhawatiran politik dan ekonomi, keamanan pangan dan energi, masalah lingkungan dan iklim, revolusi digital dan kecerdasan buatan. Hal-hal tersebut memberikan pengaruh signifikan dalam dunia perdagangan,” jelas Basaria.
Basaria menekankan bahwa pendidikan harus menjadi alat strategis untuk mempersiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing di pasar global. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai terapi sosial tetapi juga sebagai investasi praktis untuk pengembangan keterampilan.
“Terdapat langkah-langkah penting yang disarankan untuk menyelaraskan kurikulum dan kebutuhan pasar. Beberapa contohnya seperti, transformasi kurikulum harus dilakukan dengan mengintegrasikan elemen yang relevan dengan kebutuhan industri. Selanjutnya, kemitraan dengan industri dapat dilakukan guna meningkatkan kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor swasta untuk menciptakan lulusan yang siap kerja. Terakhir, penerapan kecerdasan buatan dan transformasi digital dibutuhkan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan teknologi masa depan,” terang Basaria.
Paparan Basaria Tiara tersebut menegaskan bahwa di era perdagangan bebas ini, keselarasan antara pendidikan dan kebutuhan pasar adalah kunci untuk menciptakan tenaga kerja yang kompetitif secara global. Kolaborasi antar sektor tersebut turut sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-17, yakni Partnerships for the Goals dan SDGs ke-8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi global untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.
HUMAS UNS



















