UPT Perpustakaan UNS Gelar International Short Course SDGs

UPT Perpustakaan UNS Gelar _International Short Course_ SDGs

UPT Perpustakaan UNS menggelar ‘International Short Course on SDGs’ pada 27-29 April 2026, menghadirkan 182 peserta dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini bertujuan memperkuat publikasi ilmiah untuk mendukung SDG 4 dan SDG 17, dengan dukungan pendanaan dari LPDP.

UNS — UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui penyelenggaraan International Short Course on SDGs: Effective Scientific Writing and Publication Strategies toward SDG 4 and SDG 17. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 April 2026 di Ruang UPT Perpustakaan UNS secara Hybrid.

Kegiatan internasional ini diikuti oleh sekitar 182 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, baik Mahasiswa UNS maupun mahasiswa dari perguruan tinggi lain di Indonesia. Selain itu, peserta internasional turut meramaikan kegiatan ini, di antaranya berasal dari Pakistan, Kamboja, Malaysia, dan Filipina. Mahasiswa internasional UNS dari Malaysia, Ghana, Pakistan, Kamboja, Tanzania, dan Filipina juga turut ambil bagian dalam kursus singkat tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat perspektif publikasi ilmiah sebagai bagian dari pembangunan global yang inklusif. Prinsip “no one is left behind” menjadi landasan utama, menegaskan bahwa tidak ada satu pun individu, lembaga, atau negara yang mampu menghadapi tantangan global secara sendiri. Oleh karena itu, kolaborasi melalui berbagi data dan komunikasi yang transparan menjadi kunci, sejalan dengan semangat SDG 17 tentang kemitraan global.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan sebagaimana tertuang dalam SDG 4. Pendidikan berkualitas tidak hanya terbatas pada proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mencakup penciptaan, pengembangan, dan diseminasi ilmu pengetahuan secara berkelanjutan.

Penulisan ilmiah dipandang sebagai elemen strategis yang menghubungkan kedua tujuan tersebut. Melalui penulisan ilmiah, hasil penelitian lokal dapat diangkat menjadi solusi global yang berdampak luas. Oleh sebab itu, peserta didorong untuk aktif berinteraksi dengan para narasumber dan sesama peserta, serta mengoptimalkan potensi riset mereka agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi kebijakan publik, sistem pendidikan, hingga kemanusiaan.

Prof. Fitria menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, khususnya para pakar dan pembicara yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

“Dengan semangat kolaborasi dan penguatan kapasitas akademik, saya berharap kegiatan ini dapat melahirkan karya-karya ilmiah berkualitas yang berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya dalam bidang pendidikan dan kemitraan global,” terang Prof. Fitria.

Sementara itu, Ketua Komite Perpustakaan UNS, Prof. Dr. Argyo Demartoto, M.Si. didampingi Kepala UPT Perpustakaan UNS, Riah Wiratningsih, S.S., M.Si. menyampaikan bahwa UNS menerima dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui program equity yang ditujukan untuk mendorong pencapaian target Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

Sebagai bentuk respons terhadap program tersebut, UNS menyelenggarakan pelatihan penulisan ilmiah (academic writing) yang ditujukan bagi kalangan akademisi. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas peneliti dan dosen dalam menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas yang dapat diakses secara luas oleh masyarakat.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari dan mengusung konsep internasional dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa dan akademisi dari dalam maupun luar negeri. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi serta respons positif terhadap materi dan sesi diskusi yang diselenggarakan.

Untuk mendukung kualitas pelatihan, UNS menghadirkan narasumber dari berbagai institusi ternama, antara lain Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), dan UIN Sunan Kalijaga. Para narasumber merupakan praktisi sekaligus akademisi yang berpengalaman dalam bidang penulisan ilmiah dan publikasi internasional.

Melalui kegiatan ini, UNS menegaskan pentingnya diseminasi hasil penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Karya ilmiah tidak hanya berhenti sebagai arsip dalam repositori institusi, tetapi harus dipublikasikan secara luas agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

“Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat budaya akademik di lingkungan kampus. Selain meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas bagi sivitas akademika UNS,” ujar Prof. Argyo.

Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai pembicara yaitu Dr. Haslinda Husaini dari Universitas Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Dr. Haslinda menyampaikan materi tentang Struktur Artikel Ilmiah (IMRaD) dan Peran Penulisan Ilmiah dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan. Usai Dr. Haslinda menyampaikan materi, acara dilanjutkan diskusi serta praktek Bedah Naskah yang sudah terpublikasi output yang dipantu oleh Safiratu, Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan utama International Short Course on SDGs yang diadakan UPT Perpustakaan UNS?

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat publikasi ilmiah sebagai bagian dari pembangunan global yang inklusif, khususnya dalam mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan Global). Lihat di artikel

Siapa saja yang mengikuti International Short Course on SDGs?

Kegiatan internasional ini diikuti oleh sekitar 182 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, baik mahasiswa UNS maupun mahasiswa dari perguruan tinggi lain di Indonesia, serta peserta internasional. Lihat di artikel

Bagaimana peran penulisan ilmiah dalam International Short Course on SDGs?

Penulisan ilmiah dipandang sebagai elemen strategis yang menghubungkan SDG 4 dan SDG 17, memungkinkan hasil penelitian lokal diangkat menjadi solusi global yang berdampak luas. Lihat di artikel

Dari negara mana saja peserta internasional berasal dalam kursus singkat ini?

Peserta internasional dalam kursus singkat ini berasal dari Pakistan, Kamboja, Malaysia, dan Filipina. Lihat di artikel

Siapa saja narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan penulisan ilmiah ini?

Narasumber berasal dari institusi ternama seperti Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), dan UIN Sunan Kalijaga. Lihat di artikel