Berkolaborasi dengan Industri, UNS Kembangkan Sunblock tanpa White Cast

Berkolaborasi dengan Industri, UNS Kembangkan Sunblock tanpa White Cast

UNSUniversitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui tim pengabdian Program Studi (Prodi) D3 Farmasi kembali menghadirkan inovasi riset terapan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri. Melalui Program Mitra-Smart UNS 2025, kolaborasi antara UNS dan PT. Dua Naga Kosmetindo berhasil menghadirkan Hydramax V-Sunblock, produk tabir surya berbasis krim yang ringan, cepat menyerap, dan bebas efek white cast, salah satu keluhan terbesar pengguna sunblock konvensional. Pengabdian ini dilaksanakan di lokasi mitra PT. Dua Naga Kosmetindo sejak 6 November 2025 kemarin.

Ketua tim pengabdian, M. Fiqri Zulpadly, menjelaskan bahwa pengembangan produk ini berangkat dari permasalahan formulasi sunblock yang selama ini dihadapi masyarakat, khususnya perempuan. Banyak produk tabir surya masih meninggalkan lapisan putih pada kulit sehingga kurang nyaman digunakan, dan pada beberapa kasus mengurangi kepercayaan diri.

“Permasalahan white cast menjadi salah satu keluhan utama konsumen di lapangan. Melalui kegiatan pengabdian ini, kami ingin menghadirkan solusi nyata berbasis riset terapan. Hydramax V-Sunblock kami formulasikan agar memiliki tekstur krim yang ringan, stabil, transparan, dan nyaman digunakan oleh berbagai jenis kulit masyarakat Indonesia,” ujar Fiqri kepada uns.ac.id, Rabu (19/11/2025).

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya fokus pada inovasi produk, tetapi juga pada penguatan peran perguruan tinggi dalam mendorong terwujudnya industri kosmetik nasional yang lebih modern dan berbasis ilmu pengetahuan.

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa riset akademik dapat menjawab kebutuhan industri. Selain itu, mahasiswa juga terlibat langsung sehingga mereka mendapatkan pengalaman praktis di luar kampus, sesuai Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi,” lanjutnya.

Di sisi lain, Nita Kusumaningrum dari pihak PT. Dua Naga Kosmetindo menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi UNS dalam program ini. Menurut mereka, hasil kerja sama ini tidak hanya menghasilkan produk baru, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan kualitas dan daya saing industri kosmetik lokal.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan UNS. Formulasi Hydramax V-Sunblock memberikan nilai tambah bagi perusahaan karena dikembangkan melalui pendekatan ilmiah dan pengujian menyeluruh. Kolaborasi seperti ini sangat kami butuhkan untuk memastikan produk yang kami keluarkan benar-benar kompetitif, aman, dan sesuai tren pasar,” ujar Nita Kusumaningrum.

Pihak PT. Dua Naga Kosmetindo juga menegaskan bahwa kerja sama ini akan terus berlanjut. “Kami berharap inovasi ini menjadi langkah awal untuk pengembangan produk lainnya seperti tinted sunscreen dan varian water-resistant. Kolaborasi dengan akademisi memberikan peluang besar bagi kami untuk terus berinovasi,” tambahnya.

Kegiatan pengabdian ini telah menghasilkan formulasi final sunblock dengan SPF 50+ PA+++, tekstur ringan dan transparan, serta stabilitas fisik-kimia yang baik selama penyimpanan. Hasil uji sensorik menunjukkan bahwa produk ini diterima sangat baik oleh panelis karena tidak meninggalkan residu putih dan memberikan kenyamanan saat diaplikasikan.

Selain manfaat teknis, kolaborasi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (kesehatan yang baik dan kesejahteraan), SDG 9 (infrastruktur, industri dan dan inovasi ), dan SDG 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan).

Dengan seluruh capaian tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat antara UNS dan PT. Dua Naga Kosmetindo ini bukan hanya menghasilkan produk tabir surya inovatif berbasis riset, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi ideal antara perguruan tinggi dan industri dalam menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang positif. Hydramax V-Sunblock diharapkan tidak hanya menjadi produk unggulan kosmetik nasional, tetapi juga simbol keberhasilan sinergi antara sains, teknologi, dan kemitraan strategis dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. HUMAS UNS