Prodi Pendidikan Kimia UNS Gelar Pelatihan Sabun Herba di Malaysia dan Indonesia

Prodi Pendidikan Kimia UNS Gelar Pelatihan Sabun Herba di Malaysia dan Indonesia

UNS – Program Studi (Prodi) S-1 dan S-2 Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melatih masyarakat untuk membuat sabun herba. Kegiatan ini dalam rangka pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI) 2025. Menariknya, pelatihan diadakan serentak di dua negara, yakni Malaysia dan Indonesia.

Pelatihan diikuti oleh 38 komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI) di Johor Bahru. Sementara itu, di Indonesia diikuti 40 anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT 03 RW 19 Palur, Karanganyar. Tercatat sebanyak 126 peserta lainnya juga mengikuti pelatihan secara daring melalui Zoom.

Kegiatan pelatihan menghadirkan tiga narasumber utama dari Tim PKMI UNS. Mereka adalah Dr. Maria Ulfa, Prof. Sri Retno Dwi Ariani, dan Dr. Ari Syahidul Sidiq. Program ini mengusung skema pengabdian berjudul “Turmeric Herbasoap Integrated by Digital Marketing”, dengan nomor kontrak 370/UN27.22/PT.01.03/2025.

Ketua pelatihan, Dr. Maria Ulfa menyampaikan, kegiatan “Pelatihan Pembuatan Sabun Herba” berfokus pada pembuatan sabun herba berbahan alami. Bahan yang digunakan berupa essense kunyit dan sereh. Pelatihan juga mencakup teknik pengemasan hingga strategi pemasaran melalui e-commerce.

“Materi pelatihan mencakup seluruh tahapan penting produksi sabun, mulai dari proses pembuatan sabun, teknik pengemasan, hingga strategi pemasaran produk secara daring melalui platform e-commerce Shopee,” terang Dr. Maria Ulfa.

Pelatihan oleh para dosen FKIP UNS mendapat sambutan positif dari peserta di kedua negara. Ketua IKMI Johor Malaysia, Eko Arip Winato, menyebut aroma sabunnya menenangkan dan menyegarkan. Ketua PKK Ngringo, Anggarini, juga menyatakan ketertarikannya pada aroma sereh yang segar. Respon antusias serupa disampaikan oleh para peserta daring.

Menurut Dr. Maria Ulfa, pelatihan ini bertujuan memberikan wawasan baru bagi masyarakat. Beliau berharap peserta dapat mengembangkan produksi sabun secara mandiri. Selain itu, diharapkan pula terjadi peningkatan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Di Johor Bahru, para PMI yang tergabung dalam IKMI bahkan berencana mengadakan pelatihan lanjutan secara mandiri. Semangat berbagi ilmu antar sesama pekerja migran menjadi salah satu hasil positif kegiatan ini. Hal ini menunjukkan besarnya manfaat pelatihan di masyarakat.

“Pelatihan ini bertujuan membuka wawasan baru dan mendorong keinginan masyarakat untuk mengembangkan produksi secara mandiri di lingkungan mereka,” sambungnya.

Selain pelatihan, tim FKIP UNS juga memberikan bantuan alat dan bahan produksi. Bantuan tersebut diberikan kepada IKMI Johor dan kelompok PKK di Karanganyar. Tujuannya untuk mendukung keberlanjutan produksi sabun herba di lingkungan masing-masing. Melalui program ini, Prodi Pendidikan Kimia FKIP UNS terus memperluas kemitraan internasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana tertuang dalam SDGs ketiga, kehidupan yang sehat dan sejahtera. SDGs lain yang ingin dicapai adalah pertama, tanpa kemiskinan; kedelapan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi; serta ketujuhbelas, kemitraan untuk mencapai tujuan.
Humas UNS