UNS – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di kancah nasional. Kali ini, Tim Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UNS berhasil meraih Juara 2 dalam Kompetisi Debat Hukum Nasional Mahasiswa Indonesia Law Debating Competition (ILDC) 2025. Ajang bergengsi ini diselenggarakan oleh Indonesian Law Debating Society (ILDS) FH Universitas Indonesia (UI).
ILDC FH UI 2025 mengangkat tema “Lentera Dialektika Yuris Muda sebagai Pilar Penegakan Hukum Berintegritas untuk Indonesia Harmonis”. Tema tersebut menjadi wadah mahasiswa hukum Indonesia bertukar gagasan demi masa depan hukum nasional. Kompetisi ini diikuti delegasi mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Tim UNS diwakili oleh Anisya Syaharani, Ovatiano Perdata P., dan Nabila Aisyah H. Sementara Rosa Advania N. N. T. bertugas sebagai official team. Mereka bersaing ketat dengan tim-tim dari berbagai FH di Indonesia. Perjalanan panjang pun dilalui untuk bisa tampil di panggung nasional tersebut.
Anisya Syaharani menjelaskan, sebelum berangkat ke Depok, tim harus melalui seleksi internal terlebih dahulu. Seleksi dilakukan oleh Kelompok Debat Fakultas Hukum (KDFH) UNS pada Januari 2025. Setelah terpilih, tim mendapatkan pendampingan intensif dan pelatihan rutin.
Selama masa persiapan, tim UNS menjalani berbagai tahapan pemberkasan dan latihan debat. Mulai dari riset materi, menyusun argumentasi, hingga berlatih melawan tim debat lainnya. Proses ini dilakukan kurang lebih selama tiga bulan penuh sejak Februari hingga April 2025. Para delegasi juga aktif berkonsultasi dengan dosen dan alumni FH UNS.
Tahap penyisihan kompetisi ini dilakukan secara daring pada 8 Maret 2025. Kemudian semifinal dilakukan pada 12 April 2025 dan final pada 13 April 2025.
Pada babak penyisihan, tim UNS menghadapi sejumlah mosi dengan fokus hukum pidana dan hukum internasional. Di antaranya terkait tindak pidana lingkungan, perdagangan manusia, dan isu air dalam hukum internasional. Setelah melewati tiga pertandingan dibabak penyisihan, tim UNS dinyatakan lolos ke semifinal.
“Kami melakukan pertandingan sebanyak tiga kali melawan mahasiswa FH dari universitas-universitas ternama di Indonesia. Pengumuman tim yang lolos ke semifinal di Depok dilakukan pada hari yang sama. Dan alhamdulillah tim Antareja UNS bisa berangkat ke Depok,” ujar Anisya kepada uns.ac.id, Rabu (28/5/2025).
Di babak semifinal, mosi debat bergeser ke isu hukum teknologi dan hukum tata negara. Salah satunya mengenai urgensi Central Bank Digital Currency (CBDC) di Indonesia. Tim UNS berhasil tampil maksimal dan melangkah ke babak perebutan juara.
Anisya mengaku mosi final menjadi tantangan tersendiri bagi timnya. Mosi tentang penerapan ambang batas maksimum presidential threshold belum banyak dibahas dalam literatur. Tim harus bekerja ekstra keras merumuskan argumentasi dan strategi debat dalam waktu terbatas.
“(Menantang) Karena mengenai solusi dalam mosi yakni penerapan ambang batas maksimum presidential threshold merupakan hal yang sangat baru,” ungkapnya.
Hasilnya, tim UNS berhasil meraih Juara 2 dalam kompetisi nasional ini. Anisya menyampaikan rasa bangga dan syukur atas capaian tersebut. Ia mengaku tak menyangka bisa meraih posisi ini di kompetisi nasional bergengsi yang diadakan oleh UI.
“Tentunya kami sangat senang dan bahagia bisa meraih juara 2, ditambah dengan fakta bahwa ini adalah kali pertama kami untuk meraih penghargaan setingkat nasional di kompetisi yang cukup prestisius karena diadakan oleh UI,” tutur Anisya.
Prestasi di ajang ILDC FH UI membuktikan bahwa mahasiswa UNS mampu bersaing di level nasional. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa UNS lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi. UNS juga berkomitmen mendukung pengembangan minat debat hukum di kalangan mahasiswa.
Humas UNS


















