UNS– Grup Riset English for Vocational Purposes (RG EVP) dari Program Studi D-3 Bahasa Inggris Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kegiatan pengabdian Masyarakat. Kegiatan yang berfokus pada pengembangan Kid’s Corner dan pembuatan buku edukasi kreatif untuk pengunjung usia dini ini bekerja sama dengan Museum Keris Nusantara (MKN).
Urgensi kegiatan ini didasarkan pada pengamatan M. Fariz Al Hazmi, S.S., salah satu kurator di MKN, bahwa pengunjung usia dini merupakan target yang sangat potensial bagi MKN. “Banyak sekolah dasar dari daerah sekitar Solo maupun luar kota yang mengunjungi museum ini,” ujarnya dalam rilis yang diterima uns.ac.id, Jumat (9/8/2024).
Hal ini juga sejalan dengan pernyataan Mira Handayani, A.Md., salah satu edukator MKN. Ia mengatakan bahwa sebenarnya anak-anak sekolah yang pernah berkunjung ke Museum Keris Nusantara memiliki ketertarikan pada keris.
“Namun, mereka awalnya takut untuk menginjakkan kaki di museum tersebut karena cerita-cerita mistis yang biasanya mereka dengar tentang keris. Selain itu, anak-anak tersebut juga mengatakan bahwa belajar tentang keris dan sejarahnya sangat mengasyikkan, tetapi mereka merasa kesulitan memahami terminologi tentang keris yang belum familiar bagi mereka,” jelasnya.
Oleh akrena itu, RG EVP D-3 Bahasa Inggris SV UNS memfokuskan tujuannya untuk mengembangkan Kids’ Corner dan membuat buku edukasi kreatif yang dapat mengakomodasi preferensi pengunjung usia dini yang merupakan target pengunjung potensial untuk MKN. Tim tersebut diketuai oleh Kennia Wikanditha, S.S., M.Li. Sementara, anggota lain antara lain Paramita Widya Hapsari, S.S., M.Hum., Dr. Bayu Dewa Murti, S.S., M.Hum., Dimas Adika, S.S., M.Hum., Anita Rusjayanti, S.S., M.Hum., Ardianna Nuraeni, S.S., M.Hum., dan Albertus Agung Yuwono, S.S., M.Hum.


Kennia Wikanditha, M.Li. menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian ini tidak hanya mendukung akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar mereka dengan cara yang kreatif dan interaktif. Hal ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 untuk memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua orang.
“Kegiatan ini juga bertujuan untuk menghilangkan stigma bahwa keris adalah benda yang menyeramkan bagi anak-anak. Kids’ Corner dikembangkan untuk memberikan ruang yang ramah anak sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman nyata tentang pembelajaran keris dan sejarahnya,” paparnya.
Serangkaian aktivitas yang akan dikembangkan oleh RG EVP Prodi D-3 Bahasa Inggris, Sekolah Vokasi UNS, dan MKN antara lain menyusun puzzle, memegang replika keris, serta permainan ular tangga yang disesuaikan dengan tema keris. Tidak hanya itu, akan disediakan pula infografis tentang keris dan sejarahnya yang disusun dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak.
Program pengabdian ini dimulai sejak Februari 2024. Pada bulan April 2024, anggota RG bersama empat asisten pengabdian mulai merumuskan daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada pengunjung MKN yang memiliki anak berusia 5-10 tahun. Selanjutnya, pada 21-26 Mei 2024, anggota tim RG EVP dengan bantuan asisten pengabdian melakukan wawancara dan pengisian kuesioner kepada para pengunjung MKN. Hal ini bertujuan agar buku yang disusun oleh tim RG EVP dapat tepat sasaran dan sesuai dengan preferensi pengunjung museum.
Sepanjang Juni 2024, secara simultan dan berkelanjutan, tim RG EVP mengadakan diskusi intensif dengan pihak MKN untuk penyusunan draft dan pengembangan konten buku edukasi kreatif. Diharapkan buku yang disusun oleh tim RG EVP dapat bermanfaat tidak hanya bagi MKN sebagai penerima manfaat, tetapi juga bagi masyarakat umum pengunjung MKN. Setelah kegiatan diskusi ini, buku edukasi kreatif untuk pengunjung MKN yang berusia 5-10 tahun ini akan di-breakdown menjadi beberapa poin. Poin-poin tersebut antara lain cerita Hikayat Keris Taming Sari yang menceritakan tentang keberanian Hang Tuah; Keris Damar Murup atau Urubing Dilah yang mengisahkan tentang bagaimana “Urip iku Urup”; serta aktivitas mandiri yang cocok untuk anak-anak seperti lembar mewarnai. Saat ini, buku edukasi kreatif masih dalam masa finalisasi dan penyempurnaan.
Putri Pamungkas, S.Pd., perwakilan dari MKN mengatakan bahwa tema pengabdian tahun ini sangat sesuai dengan salah satu visi dan misi MKN.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap stigma ‘menyeramkan’ keris dapat memudar seiring dengan tersedianya fasilitas edukatif yang khusus dan ramah anak,” pungkasnya. HUMAS UNS
Redaktur: Dwi Hastuti


















