UNS — Sebanyak delapan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) binaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengikuti proses kurasi sebagai calon peserta Booth Campuspreneur pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Kegiatan kurasi dilaksanakan di Ruang Sidang 1 Gedung dr. Prakosa UNS, Kamis (20/8/2026).
Delapan UKM yang mengikuti proses kurasi tersebut terdiri atas UKM PlasmO3, UKM HANAYA, UKM Tarubori, UKM Moera, UKM Sedhah Corner, UKM VersaLayer, UKM Life Guard, dan UKM TescoPave.
Dari delapan UKM tersebut, empat di antaranya merupakan UKM binaan UNS Innovation Hub, yaitu UKM PlasmO3, UKM HANAYA, UKM Tarubori, dan UKM Moera. Sementara itu, empat UKM lainnya, yakni UKM Sedhah Corner, UKM VersaLayer, UKM Life Guard, dan UKM TescoPave, merupakan binaan Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa UNS.
Direktur Direktorat Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Reputasi UNS, Ibrahim Fatwa Wijaya, S.E., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa pelaksanaan kurasi tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Sekretariat Jenderal Kementerian Perdagangan Nomor HM.02.00/3088/SJ-DAG.1/SD/08/2026 tentang Seleksi Usaha Kecil dan Menengah Peserta Booth Campuspreneur pada Trade Expo Indonesia 2026.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap UKM binaan UNS memperoleh kesempatan untuk memperluas jejaring, meningkatkan kualitas produk, serta membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional,” ujarnya.
Dalam proses kurasi, para peserta mempresentasikan produk dan potensi usaha masing-masing di hadapan tim dari Kementerian Perdagangan. Proses tersebut menjadi salah satu tahapan untuk menentukan UKM yang dinilai layak mengikuti Booth Campuspreneur pada TEI 2026.
Perwakilan Biro Perencanaan Kementerian Perdagangan, Sulistiono, mengapresiasi produk-produk yang dipaparkan oleh para peserta. Menurutnya, sejumlah produk yang mengikuti kurasi memiliki potensi menarik untuk dikembangkan lebih lanjut.
“Untuk produk-produk yang tadi dipaparkan dalam proses kurasi awal ini, memang banyak yang menarik,” tutur Sulistiono.
Ia menjelaskan bahwa hasil kurasi nantinya akan menentukan peserta yang berkesempatan melanjutkan ke tahap berikutnya. Bagi UKM yang belum lolos, proses tersebut diharapkan tetap menjadi bagian dari pengembangan usaha dalam jangka panjang.
“Semoga hasil dari proses kurasi ini dapat memberikan kesempatan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Bagi yang nantinya dinyatakan lolos, semoga dapat mengikuti seluruh rangkaian proses dengan sebaik-baiknya,” kata Sulistiono.






Menurutnya, tidak lolos pada tahap kurasi bukan berarti berakhirnya kesempatan bagi UKM untuk berkembang. Kementerian Perdagangan tetap mendorong adanya berbagai program dan kesempatan lain yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengembangkan produk, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing.
Sulistiono menambahkan bahwa karakteristik produk menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi pengembangan pasar. Beberapa produk dinilai lebih tepat diarahkan terlebih dahulu ke pasar domestik, sementara produk lainnya memiliki potensi untuk didorong menuju pasar ekspor.
“Kami akan memilahnya melalui proses kurasi lebih lanjut. Yang pasti, komitmen kami adalah terus mendorong pengembangan UKM binaan dari kampus,” jelasnya.
Berorientasi pada Pasar Ekspor
Trade Expo Indonesia (TEI) merupakan salah satu momentum strategis bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperkenalkan produk kepada pasar internasional. Dalam kegiatan tersebut, orientasi utama bukan pada penjualan ritel, melainkan mempertemukan produk Indonesia dengan buyer internasional yang mencari berbagai produk potensial dari Indonesia.
“Dalam kegiatan TEI, umumnya tidak dilakukan penjualan secara ritel. Kegiatan tersebut lebih difokuskan kepada buyer internasional yang memang mencari dan ingin mendapatkan produk-produk dari Indonesia,” terang Sulistiono.
Ia menilai keikutsertaan UKM binaan perguruan tinggi dalam TEI menjadi peluang strategis untuk memperluas akses pasar. UKM yang dinyatakan lolos nantinya juga akan memperoleh pembekalan melalui program akselerasi.
Program akselerasi tersebut akan menjadi tahap persiapan bagi peserta sebelum berhadapan dengan pasar yang lebih luas. Berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki, baik dari sisi produk maupun kesiapan usaha, akan diperkuat agar produk memiliki daya tarik yang lebih tinggi di mata buyer.
Adapun pelaksanaan TEI 2026 direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan.
Humas UNS

















