Bekerja Sama Dengan Kementerian Kominfo, UNS Gelar FGA DTS

Bekerja Sama Dengan Kementerian Kominfo, UNS Gelar FGA DTS

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyelenggarakan Program Fresh Graduate Academy Digital Talent Scholarship (FGA DTS). Kegiatan ini dibuka secara daring oleh Wakil Rektor Perencanaan Kerjasama Bisnis dan Informasi UNS, Prof. Sajidan, Jumat (15/7/2022).

Prof. Sajidan menyampaikan, FGA DTS merupakan program pelatihan peningkatan kompetensi bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ini bertujuan untuk mempersiapkan para lulusan yang belum atau tidak sedang bekerja agar memiliki kompetensi profesional, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0 agar dapat bersaing baik di industri dalam maupun luar negeri.

Program FGA juga bekerja sama dengan mitra global technology companies ternama, mitra edukasi teknologi lokal dan Perguruan Tinggi dalam pemenuhan kebutuhan talenta digital, salah satunya adalah UNS. Hal ini dimaksudkan agar para lulusan ini dapat memenuhi kebutuhan tenaga terampil di bidang teknologi dan berkesempatan untuk memiliki sertifikasi global serta dapat bersaing baik di industri dalam maupun luar negeri.  “Kementerian Komunikasi dan Informasi dalam hal ini berupaya untuk menciptakan ekosistem seimbang untuk memaksimalkan peran triple helix (instansi pemerintahan, sektor industri, dan institusi pendidikan) untuk menjadi fasilitator dan akselerator pendukung ekonomi digital,” terang Prof. Sajidan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Profesi dan Sertifikasi Kementerian Kominfo RI yang diwakili Wakil Sub-Pokja FGA Kementerian Kominfo, Fajar Rulhudana mengatakan, secara keseluruhan, penerima manfaat dari FGA tahun 2022 sebanyak 25.000 orang peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi (upskilling) dan daya saing peserta di dunia industri baik nasional maupun global melalui pelaksanaan pelatihan dan program sertifikasi di Bidang TIK. “Lalu juga untuk meningkatkan daya saing peserta di dunia industri atau profesional sehingga SDM Indonesia dapat bersaing di tingkat nasional maupun global. Serta mengakselerasi pemenuhan kebutuhan tenaga terampil yang siap pakai di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi,” ujar Fajar Rulhudana.

Kepala Program Studi (Kaprodi) D3 Teknik Informatika Sekolah Vokasi (SV) UNS, Hartatik, S.Si, M.Si. menambahkan, sebagai fasilitator, UNS telah bekerja sama dalam pelaksanaan Digital Talent Scholarship sejak tahun 2019 hingga sekarang. Tim pengajar berasal dari bidang Informatika di UNS, serta peserta lulusan dari bidang TI yaitu Informatika FMIPA, PTIK FKIP dan TI SV UNS.

Bekerja Sama Dengan Kementerian Kominfo, UNS Gelar FGA DTS

Untuk peserta FGA DTS UNS batch 3 dengan periode pelaksanaan 15 Juli -30 agustus 2022 sebanyak 71 peserta dari 20 PT di Indonesia. Diantaranya UNS, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Keuangan Negara STAN, Politeknik Negeri Madiun, Politeknik Komputer Niaga Lpkia, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Universitas Amikom Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Universitas Amikom Purwokerto, Universitas Duta Bangsa Surakarta, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Raharja, Universitas Semarang, Institut Teknologi Telkom Purwokerto dan Institut Teknologi Telkom Surabaya. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti

Wedangan IKA UNS: Diskusikan Peran Media dalam Membentuk Opini Publik

Wedangan IKA UNS: Diskusikan Peran Media dalam Membentuk Opini Publik

UNS — Wedangan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali digelar dengan mendiskusikan tema “Peran Media dalam Membentuk Opini Publik”. Pada seri ke-92 ini, turut hadir sejumlah narasumber berpengalaman di bidang media dan komunikasi. Wedangan IKA UNS terselenggara secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan kanal Youtube UNS pada Rabu (12/1/2022).

Acara dibuka oleh Rektor UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, Prof. Jamal menyoroti kekuatan teknologi informasi sebagai salah satu parameter globalisasi. Menurutnya, media massa memegang peranan yang sangat penting.

“Tak ada lagi sekarang, orang yang tidak memegang kendali media. Baik itu dalam konteks sehari-hari. Misalnya saja kita sekarang tidak pernah lepas dari handphone. Kalau itu lepas, nampaknya kita seperti di tengah hutan yang tidak tahu lagi arah,” tutur Prof. Jamal.

Pemateri pertama pada Wedangan IKA UNS kali ini adalah Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi & Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Dr. Usman Kansong, S.Sos., M.Si.

Dalam paparannya, trust ‘kepercayaan’ kepada media menjadi inti dari upaya pembentukan opini publik. Bersumber dari data Edelman Trust Barometer, Usman menyampaikan bahwa tingkat kepercayaan publik di Indonesia terhadap media mengalami peningkatan sebesar 3 poin menjadi 72% pada tahun 2021. Menurutnya, hasil ini menjadi modal besar bagi media untuk menciptakan opini publik.

Usman turut mengingatkan fungsi media dalam pembentukkan opini publik. Terdapat lima fungsi media berdasarkan UU Pers, yakni fungsi informasi, fungsi edukasi/pendidikan, fungsi hiburan, fungsi kontrol, dan fungsi lembaga ekonomi.

Strategi Media dalam Membentuk Opini Publik

Pertama, pembentukkan opini publik perlu dikaitkan dengan kepentingan publik itu sendiri. Media perlu menemukan public meaning ketika memberitakan suatu hal. Kedua, media dapat menggunakan simbol, istilah, dan jargon yang menjadi tren supaya pemberitaan dapat menarik perhatian publik. Ketiga, riding the wave. Media perlu kembali memperhatikan apa yang sedang berkembang di masyarakat tentang sosial, politik, ekonomi dan lain-lain.

Wedangan IKA UNS: Diskusikan Peran Media dalam Membentuk Opini Publik

“Kalau agenda media mau diperhatikan publik ya sesuaikan dengan agenda apa yang sedang terjadi di publik,” tutur Usman.

Keempat, strategi pembentukkan opini publik berkaitan dengan pemilihan topik yang tepat. Kelima, media dapat melakukan survei atau mencantumkan hasil survei untuk mendukung narasi konten.

Tantangan bagi Media

Dari data Elderman Trust Barometer tahun 2021, studi menunjukkan bahwa hanya terdapat 1 dari 4 orang Indonesia yang telah mempraktikkan proses pengolahan infomasi yang baik. Sebanyak 60% responden membagikan informasi apa saja yang menurut mereka menarik. Hanya terdapat 32% yang memiliki information hygiene yang baik.

Media sosial juga menghadirkan tantangan tersendiri. Menurut Usman, algoritma media sosial sangat jitu dalam membentuk opini publik. Ia menilai setidaknya perlu ada aturan guna mengatur keberjalanan algoritma dalam pembentukan opini yang positif.

“Karena itu, Dewan Pers disokong oleh asosiasi media kemudian dikawal terus oleh Kominfo sedang menyusun Publisher Right. Kita mengharuskan platform global seperti Facebook, Google, dan lainnya harus melaporkan ketika mereka mengubah algoritmanya,” ungkap Usman.

Pemaparan materi dilanjutkan oleh narasumber lainnya, yaitu Direktur Utama Lampung Post sekaligus Dewan Redaksi Media Group Abdul Kohar, S.Sos., Pemimpin Redaksi dan Direktur Jawa Pos TV periode 2015-2020 Irwan Setyawan, S.Sos., M.Ikom., Kepala Stasiun TVRI Jawa Tengah Drs. Sifak, M.Si., Direktur Bisnis dan Konten Solopos Media Group Suwarmin, S.Sos., M.M., serta Kaprodi S-2 Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS Dr. Andre N. Rahmanto, S.Sos., M.Si. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti