Mahasiswa UNS Juara 3 Lomba Esai Nasional IAIN Salatiga

Mahasiswa UNS Juara 3 Lomba Esai Nasional IAIN Salatiga

UNS — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kali ini prestasi tersebut diukir oleh seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS angkatan 2019. Ia bernama Alvianita Maulia Fitriana. Kali ini ia berhasil menorehkan juara 3 pada Sayembara Esai Nasional Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga.

Dalam kompetisi tersebut, ia tertarik untuk ikut serta karena tema yang diangkat adalah pendidikan dan ia ingin mengasah kemampuan menulisnya.

“Latar belakang ingin ikut lomba karena tertarik dengan tema yang ditawarkan karena bertema pendidikan, serta mengasah kemampuan menulis,” terang Alvianita kepada tim uns.ac.id beberapa saat yang lalu.

Lomba dilaksanakan secara daring. Alvianita menjelaskan, ia harus melengkapi berkas-berkas administrasi seperti data diri dan kartu mahasiswa yang dikirimkan bersamaan dengan naskah esai melalui Google Form. Pada ajang ini, penelitian yang ditulis terkait pembelajaran jarak jauh.

“Penelitian yang ditulis terkait dengan masalah dalam pembelajaran jarak jauh pada sekolah dasar dan menengah, sehingga menawarkan solusi dengan menggunakan fun learning model problem-based learning yang dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran. Ide ini bergerak dari hasil survei KPAI terkait permasalahan pembelajaran jarak jauh di 54 kota dalam 20 provinsi di Indonesia,” jelas Alvianita.

Dalam mengikuti kompetisi ini, ia mengaku terinspirasi dari beberapa dosennya.
“Dalam lomba tidak ada ketentuan dosen pembimbing tapi dalam mencari inspirasi, banyak terinspirasi dari dosen-dosen pengampu mata kuliah kependidikan seperti Bapak Drs. Djoko Subandriyo, M.Pd., Bapak Dr. Drs. Sugiyanto, M.Si., M.Si., dan Bapak Singgih Prihadi, M.Pd.,” jelasnya.

Ke depan, ia berharap agar idenya dapat bermanfaat.
“Harapan setelah mengikuti lomba adalah ide dapat bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi khalayak jika esai dipublikasikan oleh panitia,” terang Alvianita. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Usung Kerajinan Line Art dari Limbah Kain Perca Batik, Mahasiswa UNS Raih Juara 3 Lomba Esai Nasional

Usung Kerajinan Line Art dari Limbah Kain Perca Batik, Mahasiswa UNS Raih Juara 3 Lomba Esai Nasional

UNS — Prestasi membanggakan kembali hadir dari mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kali ini, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Lisnaeni atau yang kerap disapa Lisna berhasil menyabet juara 3 lomba esai Pekan Ilmiah FISIP Universitas Galuh pada awal Juli 2021.

Dalam mencapai hal tersebut, Lisna terlebih dahulu harus bersaing dengan 67 peserta lain dari berbagai universitas di Indonesia. Saat diwawancarai oleh uns.ac.id pada Selasa (20/7/2021), Lisna mengangkat gagasan pemanfaatan limbah kain perca batik.

“Sekarang kan lagi pandemi Covid-19, apalagi sekarang lagi berlaku PPKM darurat. Pastinya masyarakat benar-benar terdampak apalagi dari segi ekonomi. Di Kota Surakarta sendiri cukup banyak yang namanya UMKM Batik. Nah aku memanfaatkan potensi limbah kain perca dari batik. Biasanya kan limbah kain perca batik dibikin bros, tas, keset, dan lainnya. Tapi kain perca batik juga berpotensi buat jadi produk yang lebih estetis,” ungkapnya.

Berbeda dengan pemanfaatan kain perca pada umumnya, Ia mengusung pemanfaatan kain perca batik menjadi kerajinan line art.
“Biasanya kan lukisan line art warnanya monokrom gitu cuma hitam putih, nah kalau ini pakai kain perca batik jadi bisa terlihat lebih berwarna dan tentunya ada motif batik.  Harapannya sih bisa berpotensi jadi industri kreatif yang bisa mengembalikan perekonomian masyarakat di tengah keterpurukan pandemi Covid-19 ini,” imbuhnya.

Seleksi esai dilakukan secara daring, seluruh peserta terlebih dahulu mengirimkan esai kepada panitia untuk dilakukan penjurian. Kemudian, dipilih 5 besar untuk melalukan presentasi di hadapan juri secara daring. Dalam tahap 5 besar, Lisna harus berhadapan dengan peserta dari Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Sumatera Utara.

Ketika diumumkan menjadi pemenang, Lisna mengaku kaget karena awalnya Ia hanya iseng mengikuti lomba tersebut.
“Pas pengumuman lolos finalis aja aku kaget banget. Soalnya ikut lomba ini aku bener-bener iseng gara-gara aku baru bimbingan dan lagi nunggu revisi skripsi dari dosen, jadi ada waktu kosong semingguan. Nah sambil nunggu, aku kaya ngerasa ga produktif, bingung mau ngapain. Yaudah akhirnya aku iseng ikut lomba. Pas denger dapet juara, Alhamdulillah bersyukur. Udah cukup lama vakum ikut lomba juga soalnya,” ungkap Lisna.

Sebelum mengakhiri wawancara, Lisna berharap dapat memaksimalkan waktu yang ada sebagai mahasiswa.
“Meskipun sekarang udah tingkat akhir, semoga bisa maksimalin status mahasiswa ini. Semoga teman-teman lain juga bisa maksimalin waktunya selama masih mahasiswa. Maksimalkan dengan kegiatan-kegiatan yang produktif, bisa ikut lomba, organisasi, penelitian, magang atau apapun itu yang bisa mengembangkan potensi diri,” pesannya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti