Tim PHP2D FEB UNS dan PKK Desa Gondosuli, Tawangmangu Kreasikan Wortel Jadi Aneka Makanan

Tim PHP2D FEB UNS dan PKK Desa Gondosuli, Tawangmangu Kreasikan Wortel Jadi Aneka Makanan

UNS — Wortel merupakan salah satu potensi alam yang dimiliki oleh Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Desa yang dihuni oleh 2.000 jiwa itu setiap tahun memanen wortel dengan jumlah yang melimpah. Wortel-wortel hasil panen tersebut disortir untuk kemudian dijual kepada konsumen. Sayang, wortel-wortel dengan kualitas terendah hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak, padahal jika diolah dengan baik wortel-wortel tersebut memiliki potensi ekonomi yang bagus. Selain itu, masyarakat desa juga masih kekurangan ide untuk menyikapi harga wortel yang anjlok akibat panen yang membludak.

Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) melihat peluang tersebut. Tim yang beranggotakan 14 orang ini berinisiatif untuk membina dan melatih ibu-ibu anggota program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Gondosuli untuk mengkreasikan wortel-wortel tersebut menjadi aneka olahan makanan yang bernilai jual tinggi.

Ibu-ibu PKK dipilih sebagai sasaran program ini karena tim PHP2D FEB UNS melihat antusiasme yang luar biasa dari ibu-ibu PKK dalam mengikuti beragam acara desa, tapi mereka harus mendanai kegiatan-kegiatan PKK dengan iuran pribadi. Dengan begitu, pelatihan membuat aneka olahan wortel ini diharapkan dapat mengedukasi serta memberi ide bisnis bagi ibu-ibu PKK supaya dapat berpenghasilan untuk membiayai kegiatan PKK.

Beragam olahan wortel diwujudkan dalam kegiatan yang diselenggarakan mulai Oktober hingga November 2021 tersebut. Aneka olahan wortel itu di antaranya brownis wortel, nugget wortel, mi wortel, gummy wortel, stik wortel, dan tepung wortel. Dalam mengadakan pelatihan ini, tim yang dibimbing oleh Bhimo Rizky Samudro, S.E, M.Si, Ph.D juga menggandeng Dinas Pertanian Karanganyar.

Tim PHP2D FEB UNS dan PKK Desa Gondosuli, Tawangmangu Kreasikan Wortel Jadi Aneka Makanan

Pelatihan ini sangat diapresiasi oleh Kepala Dusun Gondosuli Kidul, Jarwo. Dia mengatakan menemukan ide usaha untuk ibu-ibu PKK desa setempat.

“Saya sangat mengapresiasi dan senang dengan kegiatan ini. Saya bahkan sangat tertarik menjalankan ide usaha olahan wortel untuk pemberdayaan ibu-ibu PKK Desa Gondosuli ini,” ujar Jarwo.

Lebih lanjut, olahan makanan yang dilatihkan kepada ibu-ibu PKK dipilih yang proses pembuatannya mudah dan alat-alatnya sederhana. Hal itu tampak pada proses pembuatan nugget wortel. Nugget ini dibuat dengan alat yang sederhana yaitu baskom besar dan kecil, pengaduk, serta cetakan. Bahan yang digunakan juga sangat mudah dicari yaitu daging ayam, wortel, tepung meizena, tepung panir, dan bumbu-bumbu khusus.

Tim PHP2D FEB UNS dan PKK Desa Gondosuli, Tawangmangu Kreasikan Wortel Jadi Aneka Makanan

Tidak berhenti sampai produk jadi, Koordinator Tim PHP2D FEB UNS Yusuf Nur Arifin yang merupakan mahasiswa S1 Akuntansi menjelaskan pihaknya juga membantu memasarkan produk-produk tersebut. Mereka memasarkan produk melalui digital dengan membuatkan akun Shopee dan Instagram. Tim yang mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) ini juga membantu mempromosikan produk dengan membagikan info produk ke media sosial untuk memudahkan penjenaman dan meluaskan cakupan pemesanan.

“Semoga kegiatan yang kami susun untuk desa ini bermanfaat dan berkelanjutan untuk masyarakat Gondosuli,” kata Yusuf. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti

Mahasiswa UNS Laksanakan Program Pengabdian Hibah MBKM dengan Pemberdayaan Masyarakat

Mahasiswa UNS Laksanakan Program Pengabdian Hibah MBKM dengan Pemberdayaan Masyarakat

UNS — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam kelompok 92 kegiatan Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan dilaksanakan pada kelompok anyaman Mekarsari di Dusun Pule, Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan pengabdian ini diselenggarakan pada bulan September 2021 sampai November 2021.

Kegiatan ini merupakan salah satu program rintisan UNS dalam peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) yakni kegiatan di luar kampus. Pemilihan kelompok anyaman menjadi tempat pemberdayaan didasarkan kebutuhan masyarakat. Identifikasi kebutuhan meliputi pengenalan teknologi pemasaran, identifikasi potensi pasar, dan peningkatan variasi produk.

Diketuai oleh Titi Yuliatun, mahasiswa Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, kegiatan ini memfokuskan pada penyelesaian masalah yang dihadapi oleh masyarakat Dusun Pule. Titi menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat membantu keadaan kelompok anyaman di Dusun Pule ini.

“Kegiatan ini difokuskan untuk membantu menyelesaikan kendala yang dialami masyarakat, yakni persoalan jangkauan pemasaran produk anyaman yang belum besar dan harga produk yang terbilang murah,” jelas Titi pada tim uns.ac.id, Minggu (28/11/2021).

Mahasiswa UNS Laksanakan Program Pengabdian Hibah MBKM dengan Pemberdayaan Masyarakat

Akhmad Mukhibun, tim pelaksana Hibah MBKM 92 menambahkan bahwa kelompok anyaman Dusun Pule masih memiliki kendala di pengorganisasian kelompok, misal struktur yang belum jelas dan tugas pokok pengurus yang belum berjalan.

“Permasalahan yang juga dialami oleh kelompok anyaman ini yakni struktur organisasi yang belum baik. Keadaan struktur yang belum baik berdampak pada tugas pengurus yang tidak baik, bahkan tidak berjalan. Keadaan ini menyebabkan produktivitas kelompok tidak optimal dan sistem kerja tidak terukur,” papar Akhmad.

Program pengabdian yang dilaksanakan, berupa pemetaaan masalah, sosialisasi rencana kegiatan, pelaksanaan kelompok diskusi terpumpun, pengenalan bentuk-bentuk inovasi produk, fasilitasi pembentukan struktur, dan penjelasan tugas pokok pengurus organisasi.

Selain itu, juga dilaksanakan kegiatan studi banding pada kelompok anyaman yang sudah maju, pelatihan pembuatan produk bambu modern, pengenalan teknologi pemasaran, pelatihan pemasaran daring, pelatihan foto produk, pengemasan produk, distribusi produk, dan proses pemerekan pada produk anyam bambu khas Dusun Pule.

Mahasiswa UNS Laksanakan Program Pengabdian Hibah MBKM dengan Pemberdayaan Masyarakat

Kegiatan pemberdayaan turut menggandeng pemangku kepentingan terkait guna optimalisasi program, seperti Perangkat Dusun Pule, Perangkat Desa Sukoharjo, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gita Pertiwi, serta mitra anyaman bambu di media sosial.

Titi berharap agar kegiatan ini dapat berlangsung secara konsisten. “Harapannya dengan menggandeng stakeholder terkait, kegiatan pemberdayaan ini dapat berlangsung secara konsisten dan masyarakat Dusun Pule dapat terbantu permasalahannya,” pungkas Titi. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti