UNS – Penelitian terhadap proses terjadinya tumor melalui pemeriksaan metilasi DNA dilakukan oleh Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) Surakarta dr Pradipto Subiyantoro. Penelitian ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) Surakarta dr Pradipto Subiyantoro

Metilasi DNA adalah suatu komponen kimia yang menempel pada rangkaian DNA yang mempunyai banyak fungsi. Salah satu fungsinya adalah defence mechanism, yaitu menempel pada virus, yang bertujuan membuat virus ini tidak dapat bekerja dalam menginfeksi DNA tubuh manusia.

Jika ada banyak virus di tubuh manusia, maka tubuh juga akan memproduksi metil dengan banyak. Ketika metil jumlahnya berlebihan,  ada kemungkinan metil ini juga menempel pada gen yang lain pada manusia.

Apabila metil menempel pada gen penting, maka gen yang seharusnya dihilangkan malah tumbuh dan berkembang menjadi tumor.
Pada penelitian ini metilasi pada gen penting dapat dimonitor dengan metoda bisulfite skuensing. Itu untuk menghitung pertumbuhan dan percepatan jumlah metil yang menempel pada gen tersebut setiap bulan.
Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa ada cara untuk memprediksi tumbuhnya rumor sejak tahap awal. Meski begitu, penelitian ini masih akan memakan waktu lama karena diperlukan penelitian lanjutan beserta pembiayaan penelitian yang tidak sedikit.

“Penelitian ini baru tahap awal karena harus dilakukan penelitian lanjutan yang membuat standarisasi ukuran agar dapat dipakai. Selain itu, biaya untuk pemeriksaan sampai saat ini masih mahal,” jelas Pradipto. humas-red.uns/Sav/Eln