FKOR UNS Tambah Guru Besar dalam Bidang Tes dan Pengukuran Evaluasi Olahraga

FKOR UNS Tambah Guru Besar dalam Bidang Tes dan Pengukuran Evaluasi Olahraga
FKOR UNS Tambah Guru Besar dalam Bidang Tes dan Pengukuran Evaluasi Olahraga

UNS – Prof. Dr. Hanik Liskustyawati, M.Kes. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu Kepakaran Tes dan Pengukuran Evaluasi Olahraga pada agenda Sidang Terbuka Senat Akademik yang dilaksanakan Rabu (18/12/2024) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-5 pada Fakultas Keolahragaan (FKOR) dan ke-318 di UNS.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hanik menyampaikan pidato inaugurasi yang berjudul “Lansia dan Kesehatan: Membangun Kualitas Hidup melalui Aktivitas Fisik”. Beliau menyoroti sebuah kondisi dimana meningkatnya jumlah Lanjut Usia (Lansia) di Indonesia mendorong perhatian khusus terhadap upaya peningkatan kualitas hidup para Lansia. Salah satu langkah strategis yang dapat diambil adalah mempromosikan aktivitas fisik sebagai bagian integral dari gaya hidup sehat Lansia.

“Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Lansia yang rutin berolahraga cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan risiko lebih rendah terhadap penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan osteoporosis. Aktivitas fisik memberikan manfaat yang signifikan bagi Lansia, termasuk memperkuat otot, menjaga keseimbangan tubuh, mengurangi risiko penyakit kronis, serta meningkatkan kesehatan mental,” ungkap Prof. Hanik.

Prof. Hanik menekankan bahwa mitos mengenai Lansia yang seharusnya banyak istirahat perlu diluruskan. Aktivitas fisik yang sesuai dapat meningkatkan kekuatan otot dan menjaga kemandirian mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Salah satu solusi efektif dalam mendorong Lansia untuk tetap aktif yaitu dengan menciptakan program-program berbasis komunitas. Beliau menyarankan agar pemerintah dan berbagai organisasi masyarakat dapat berperan dengan menyediakan fasilitas olahraga yang ramah Lansia, mengadakan kelas senam gratis, dan memberikan edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik.

“Kolaborasi antara keluarga, komunitas, dan pemerintah sangat penting untuk memastikan bahwa Lansia mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk tetap aktif dan sehat. Kesehatan Lansia bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan menjadi kepedulian bersama. Mari membangun generasi Lansia yang sehat, aktif, dan bahagia melalui aktivitas fisik yang teratur dan terarah,” tambah Prof. Hanik.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D. mengingatkan bahwa peran para profesor dalam membimbing generasi muda sangat krusial. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga dapat menginspirasi mahasiswa untuk mencapai keberhasilan. “Menciptakan lingkungan akademik yang kolaboratif dan inovatif adalah kunci untuk kemajuan pendidikan. Kerja sama antara profesor dan mahasiswa akan menghasilkan ide-ide baru yang bermanfaat,” ujar Ketua Dewan Profesor UNS tersebut.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. dalam agenda tersebut turut menyampaikan bahwa dengan dikukuhkannya guru besar baru, UNS semakin memperkuat perannya sebagai pusat keunggulan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. “Sebagai seorang guru besar, tanggung jawab yang diemban bukanlah tanggung jawab ringan. Gelar ini bukan hanya pengakuan akademik, tetapi juga amanah untuk menjadi inspirator, pemimpin pemikiran, dan penggerak perubahan dalam masyarakat,” ujarnya.
HUMAS UNS