Mahasiswa KKN UNS Dukung Kampung Iklim Desa Jatiroyo dengan Inovasi Briket dari Limbah Jagung

Mahasiswa KKN UNS Dukung Kampung Iklim Desa Jatiroyo dengan Inovasi Briket dari Limbah Jagung

Mahasiswa KKN UNS gelar pelatihan pembuatan briket arang dari limbah tongkol jagung di Desa Jatiroyo, Karanganyar pada 19 Januari 2026. Inisiatif ini mendukung Kampung Iklim dan UMKM lokal, serta memanfaatkan energi alternatif ramah lingkungan.

UNS — Limbah tongkol jagung yang selama ini hanya dibuang atau dibakar ternyata memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Melihat peluang tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 53 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar pelatihan pembuatan briket arang berbahan tongkol jagung di Desa Jatiroyo, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 19 Januari 2026 di Balai Desa Jatiroyo ini diikuti oleh sekitar 44 anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Jatiroyo. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Kampung Iklim (ProKlim) melalui pemanfaatan energi alternatif yang berkelanjutan. Kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK dan Sekretaris Desa Jatiroyo menunjukkan dukungan pemerintah desa terhadap inisiatif yang dilakukan Mahasiswa UNS.

Program ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Pemanfaatan limbah pertanian menjadi briket arang diharapkan dapat mengurangi praktik pembakaran terbuka yang berdampak negatif terhadap lingkungan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai dampak pembakaran limbah pertanian serta potensi ekonomi tongkol jagung. Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi dan praktik langsung pembuatan briket arang, mulai dari proses pembakaran tongkol jagung, penghalusan arang, pengayakan, pencampuran dengan bahan perekat, hingga pencetakan dan pengeringan.

Melalui pelatihan ini, peserta juga memperoleh informasi bahwa sekitar 5 kilogram tongkol jagung dapat menghasilkan kurang lebih 40 briket arang. Hal ini menunjukkan potensi besar tongkol jagung untuk dikembangkan sebagai produk UMKM desa yang bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.

Tim KKN 53 UNS berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat Desa Jatiroyo untuk lebih kreatif dalam mengelola limbah pertanian. Upaya ini tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Putri Permatasari, S.P., M.Sc. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dalam kunjungan monitoring kegiatan pada 12 Februari 2026, menjelaskan bahwa KKN Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan program KKN tematik UNS yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah. “Program ini bertujuan menginisiasi pembentukan kampung iklim di wilayah Kabupaten Karanganyar,” terang Putri Permatasari.

Pada periode Januari hingga Februari 2026, UNS menerjunkan empat kelompok KKN ProKlim, yang terdiri atas satu kelompok di Desa Jatiroyo, Kecamatan Jatipuro, serta tiga kelompok lainnya di Kecamatan Kerjo, yaitu di Desa Gempolan, Desa Karangrejo, dan Desa Plosorejo. Melalui program ini, UNS berkomitmen mendukung penguatan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui inovasi berbasis potensi lokal. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN UNS di Desa Jatiroyo?

Mahasiswa KKN UNS mengadakan pelatihan pembuatan briket arang yang memanfaatkan limbah tongkol jagung sebagai sumber energi alternatif. Lihat di artikel

Bagaimana pelatihan pembuatan briket dari limbah jagung ini mendukung Kampung Iklim (ProKlim)?

Pelatihan ini mendukung ProKlim melalui pemanfaatan energi alternatif yang berkelanjutan dan pengurangan praktik pembakaran terbuka yang berdampak negatif. Lihat di artikel

Berapa banyak briket arang yang dihasilkan dari 5 kilogram tongkol jagung?

Sekitar 5 kilogram tongkol jagung dapat menghasilkan kurang lebih 40 briket arang. Lihat di artikel

Apa tujuan utama dari program KKN ProKlim yang dijalankan UNS?

Program KKN ProKlim bertujuan menginisiasi pembentukan kampung iklim dan memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi perubahan iklim. Lihat di artikel