RG Manajemen PAUD UNS Beri Pelatihan AI dalam Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka

UNS – Riset Group (RG) Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan topik “Pelatihan Artificial Intelligence (AI) dalam Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Bagi Guru PAUD”. Tim juga menggaet Gugus II Aster dan Gugus I Teratai Kecamatan Jebres, Surakarta sebagai mitra dalam pelaksanaan PKM ini. Pelatihan digelar di Gugus II Aster Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jumat (5/7/2024).

Pelatihan ini dihadiri oleh 70 orang guru PAUD yang tergabung dalam Gugus II Aster dan Gugus I Teratai Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pemberian pelatihan pemanfaatan AI dalam penyusunan modul ajar Kurikulum Merdeka yang disampaikan oleh Yuanita Kristiani, W.W, M.Pd., selaku narasumber pelatihan.

Program pelatihan oleh Tim yang diketuai Dr. Upik Elok Endang Rasmani, M.Pd. ini, dilatar belakangi karena kurangnya pengetahuan guru dalam penyusunan modul ajar Kurikulum Merdeka dan adanya kesulitan guru dalam mencari referensi materi dalam penyusunan modul ajar.

“Melalui pelatihan ini, harapannya guru dapat memahami terkait dengan perkembangan teknologi yang saat ini sedang populer di berbagai kalangan yaitu mengenai pemanfaatan AI dalam membantu terselesainya suatu pekerjaan khususnya dalam penyusunan modul ajar Kurikulum Merdeka bagi anak usia dini,” terang Dr. Upik.

Pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu meningkatkan Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat, yaitu berkaitan dengan Pendidikan yang Berkualitas. Diharapkan melalui pengabdian ini dapat meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, khususnya pada pendidikan anak usia dini.

Gugus II Aster dan Gugus I Teratai selaku mitra yang bekerja sama dalam pelaksanaan pengabdian ini merasa sangat berterima kasih kepada RG Manajemen PAUD karena materi yang disampaikan melalui pelatihan ini sangat berharga bagi guru PAUD.

“Saya merasa bersyukur dapat mengikuti pelatihan ini dan merasa bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat, khususnya untuk menyusun modul ajar yang menarik bagi anak usia dini. Selain itu saya bersyukur karena pelatihan ini dilakukan secara gratis,” ujar Widadi, S,Pd.AUD dari PAUD Negeri Garuda yang merupakan salah satu peserta.

Ketua Gugus I Teratai,Lea Sri Wahyuni S.Pd. menambahkan, melalui pelatihan ini, tim dan mitra juga berharap guru dapat memahami perkembangan teknologi terkini, terutama sehubungan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan. Dengan demikian, guru akan lebih terbantu dalam menyusun modul ajar Kurikulum Merdeka yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Penggunaan AI dalam penyusunan modul ajar dapat membantu mengatasi berbagai tantangan dan memperkaya pengalaman belajar anak-anak. Namun, penting untuk memastikan aksesibilitas, keterjangkauan, akuntabilitas, dan keberlanjutan penggunaan AI dalam pendidikan anak usia dini.

“Kami berharap kegiatan pengabdian seperti ini dapat selalu dilaksanakan agar memfasilitasi guru PAUD dalam pelaksanaan administrasi maupun menambah pengetahuan penguasaan teknologi. Sehingga ilmu tersebut dapat diterapkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan anak usia dini di kelas,” ujar Lea. Humas UNS

Reporter: Annisa Fakhira
Redaktur: Dwi Hastuti