UNS— Grup Riset (GR) Kajian Strategis Pembangunan Berkelanjutan Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang mengusung tema Pemberdayaan Komunitas Wanita Aisyiyah Kecamatan Jaten dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga dan Menghadapi Perubahan Iklim. Pelatihan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga berbasis Ekonomi di Aisyiyah Jaten ini dilaksanakan di Musholla Ar-Rokhim Jaten, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (13/7/2024).
Pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr. Siti Khoiriyah, S.Si., M.Si. dan beranggotakan Dr. Agung Hidayat, M.Sc., Dr. Akbaruddin Arif, S.S., M.A., Dr. Chanel Tri Handoko, M.Sc., dan Haryani Saptaningtyas, S.P., M.Sc., Ph.D. Acara dimulai dengan sambutan dari Pimpinan Cabang Aisyiyah Kecamatan Jaten, Sri Atmini, S.Pd. Dalam sambutan tersebut, beliau mengatakan bahwa peran wanita dalam pengelolaan lingkungan sangatlah penting, dan wanitalah yang mengatur ekonomi keluarga.
“Sebisa mungkin wanita memiliki keterampilan yang dapat menghasilkan nilai tambah bagi keluarganya,” terang Sri Atmini.
Dukungan kegiatan dari UNS juga disampaikan oleh Ketua Riset Grup Kajian Strategis Pembangunan Berkelanjutan Sekolah Pascasarjana UNS, Dr. Agung Hidayat, bahwa UNS memfasilitasi pelatihan bagi wanita Aisyiyah Jaten dalam pengelolaan limbah rumah tangga sehingga mampu bernilai ekonomi. Selama ini di Kecamatan Jaten, pengelolaan limbah rumah tangga belum optimal, sehingga diperlukan pelatihan bagi para ibu rumah tangga.


Acara juga dihadiri oleh Pimpinan Aisyiyah Kabupaten Karanganyar, Hidiyah Ruhmani, S.Pd. “Agenda ini sangat bermanfaat bagi para anggota Aisyiyah untuk memaksimalkan pengelolalan limbah rumah tangga sehingga bernilai ekonomi dan mampu menambah penghasilan keluarga,“ terang Hidiyah Ruhmani.
Acara yang diikuti oleh anggota Aisyiyah berjumlah 40 orang ini menghadirkan Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Surakarta, Noer Hidayati. Noer melatih Ibu-ibu anggota Aisyiyah Kecamatan Jaten untuk memanfaatkan kain perca atau sisa jahitan dijadikan bross yang cantik dan layak jual. Bross tersebut dapat dijual di event pameran-pameran yang sering diselenggarakan baik oleh Aisyiyah maupun umum.
Pada sesi berikutnya dilakukan pelatihan pembuatan kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) yang dipandu oleh Mahasiswa Program Studi (Prodi) S3 Ilmu Lingkungan, Sulistyo, M.Si. Terlebih dahulu Sulistyo memaparkan materi mengenai pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos dan POC, kemudian dilanjutkan praktek yang diikuti oleh para peserta.
“Sisa makanan, sayuran dan buah yang berasal dari rumah tangga dapat dijadikan kompos dan POC dengan beberapa bahan tambahan, sehingga limbah tersebut mampu menyuburkan tanaman di sekitar rumah atau pekarangan. Jika tanaman sayuran dan buah tersebut menghasilkan maka manfaatnya banyak sekali bagi kita,” terang Sulistyo.
Sulistyo menambahkan, kompos dan POC memiliki banyak manfaat untuk pertanian dan perkebunan. Keduanya memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan menyediakan nutrisi esensial bagi tanaman. Kompos dan pupuk organik cair juga membantu menjaga kelembapan tanah dan mengurangi erosi. Penggunaan kompos dan POC mendukung pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Pengelolaan limbah rumah tangga bernilai ekonomi dapat mengurangi volume sampah dan menghasilkan kompos. Ini menciptakan peluang usaha, menghemat biaya pembuangan, dan mengurangi dampak lingkungan. “Dengan memanfaatkan limbah, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dan mendukung keberlanjutan lingkungan serta ekonomi lokal,” pungkasnya.
HUMAS UNS
Redaktur: Dwi Hastuti



















