UNS – Tim pengabdian Research Group (RG) Sastra dan Kajian Budaya dari Program Studi (Prodi) Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Gelar Karya Interactive Fiction (IF) Twine. Gelar karya ini berlangsung di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Surakarta pada Jumat (1/8/2025). Acara ini merupakan kegiatan pengabdian dan kerja sama antara RG Sastra dan Kajian Budaya Prodi Sastra Inggris UNS dengan SMP Negeri 9 Surakarta yang dimulai sejak 9 Mei – 1 Agustus 2025.
Gelar karya ini dihadiri oleh Ketua Pelaksana Kegiatan, Dra. Sri Kusumo Habsari, M.Hum., Ph.D.; Dosen Sastra Inggris UNS, Prof. Drs. Mugijatna, M.Si., Ph.D., Dra. Zita Rarastesa, M.A., Dra. Susilorini, M.A., dan Fairuz Su’da, M.A.; Kepala SMP Negeri 9 Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. dan seluruh siswa SMP Negeri 9 Surakarta dari kelas 7-9.
Pemanfaatan Perangkat Lunak IF Twine dalam Penulisan Fiksi Berbahasa Inggris
Gelar karya ini merupakan acara lanjutan sekaligus penutup dari rangkaian pelatihan IF Twine yang telah berlangsung sejak 9 Mei – 18 Juli 2025. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas literasi teknologi siswa dan menghubungkannya dengan keterampilan kreatif. Salah satu metode pembelajaran inovatif yang digunakan adalah pengembangan keterampilan menulis kreatif dan berpikir kritis melalui pemanfaatan aplikasi Interactive Fiction berbasis HTML (Twine). Metode ini dirancang berdasarkan pendekatan pendidikan Outcome Based Education (OBE) yang menekankan pada pencapaian kompetensi siswa.
Dalam pelaksanaannya, siswa diajak untuk menyusun proyek tulisan fiksi pendek berbahasa Inggris dalam format petualangan interaktif. Model pembelajaran ini disesuaikan dengan karakteristik generasi digital, khususnya generasi “strawberry” yang cenderung kurang tertarik membaca teks panjang, tetapi lebih menyukai bacaan yang interaktif dan menyenangkan. Oleh karena itu, penggunaan perangkat lunak berbasis HTML dapat mendorong peningkatan keterampilan menulis kreatif dan memperkuat kemampuan berpikir kritis dan literasi teknologi siswa. Dengan pendekatan ini, diharapkan minat belajar dan literasi siswa akan semakin meningkat dan mendorong mereka menjadi pembelajar yang aktif dan mandiri di era digital.


Apresiasi dari Kepala SMPN 9 Surakarta
Kepala SMPN 9 Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd., memberikan sambutan hangat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa sebanyak 29 peserta didik dari perwakilan kelas 8 dan 9 telah mengikuti pelatihan IF Twine yang berlangsung sejak Mei – Juli 2025. Selama pelatihan, para siswa berhasil menghasilkan 14 karya fiksi interaktif dengan memanfaatkan aplikasi Twine sebagai media penulisan kreatif.
“Melalui pendampingan intensif, para siswa perwakilan dilatih untuk menulis cerita fiksi dalam bahasa Inggris dan mengembangkan ceritanya ke dalam aplikasi Twine dengan dasar bahasa pemrograman yang sesuai. Dan dengan bangga, hari ini sekitar 800 siswa dari kelas 7 hingga 9 sangat antusias untuk menyaksikan hasil karya para peserta pelatihan IF Twine,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Siti Latifah juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Dra. Habsari atas kontribusinya dalam mendampingi dan membimbing para siswa selama pelatihan berlangsung. Ia menilai bahwa pelatihan tersebut sangat berarti karena telah membantu para siswa menciptakan karya yang luar biasa. Selain itu, ia berpesan bahwa seluruh karya yang telah dihasilkan akan disimpan dan ditampilkan melalui laman resmi SMPN 9 Surakarta. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dokumentasi dan inspirasi bagi siswa lainnya agar termotivasi untuk terus berkarya.
Kesan dan Pesan dari Ketua Pelaksana Kegiatan
Ketua Pelaksana Kegiatan, Dra. Sri Kusumo Habsari, M.Hum., Ph.D. mengaku terkesan dengan semangat para siswa dalam menciptakan karya interaktif fiksi. Semangat tersebut menunjukkan kesungguhan mereka selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa para siswa memiliki potensi luar biasa dalam bidang penulisan dan pemanfaatan teknologi.
Lebih lanjut, Dra. Habsari menjelaskan bahwa karya yang dihasilkan para peserta pelatihan merupakan bentuk permainan naratif, yang memungkinkan pembaca menikmati cerita sekaligus memainkannya seperti sebuah game. “Menurut saya, karya-karya yang dihasilkan benar-benar luar biasa. Karya tersebut tidak hanya bisa dibaca, tetapi juga dimainkan layaknya sebuah game. Dengan tambahan elemen seperti gambar, musik latar, dan pilihan alur cerita, karya-karya ini menjadi lebih menarik dan menyenangkan untuk dinikmati,” ujarnya.
Gelar karya diakhiri dengan presentasi 14 hasil karya para siswa peserta pelatihan. Setiap karya fiksi interaktif yang telah dibuat selama masa pelatihan dipresentasikan langsung di hadapan seluruh siswa dan tenaga pendidik yang hadir. Seluruh hasil karya tersebut dapat diakses melalui website resmi SMPN 9 Surakarta.
Humas UNS


















